Apa itu Kunjungan Anak Sakit?

Seperti namanya, kunjungan anak sakit adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter spesialis pediatri saat anak sakit. Tujuannya adalah untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit akut yang diderita oleh anak. Tindakan ini berbeda dari kunjungan anak sehat. Bagi anak yang sehat, dokter akan memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan imunisasi, serta melakukan pemeriksaan fisik umum untuk mendeteksi dan menangani gangguan kesehatan sejak dini.

Kunjungan anak sakit juga berbeda dengan kondisi gawat darurat atau kunjungan gawat darurat. Walaupun harus dilakukan, kunjungan anak sakit sifatnya tidak mendesak. Pasien perlu melakukan perjanjian terlebih dahulu sebelum diperiksa di klinik anak. Sedangkan kondisi gawat darurat, misalnya kejang, kesulitan bernapas, atau cedera, harus segera ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD). Di UGD, anak akan segera ditangani tanpa perlu membuat janji temu.

Siapa yang Perlu Menjalani Kunjungan Anak Sakit dan Hasil yang Diharapkan

Semua anak yang mengalami gejala akut bukan darurat harus menemui dokter anak untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, orangtua terkadang sulit memutuskan apakah anak harus dibawa ke dokter atau hanya dirawat di rumah. Dalam banyak kasus, anak yang sehat dapat sembuh dengan minum lebih banyak dan beristirahat. Maka dari itu, dokter anak memberikan daftar gejala serius yang membutuhkan penanganan medis. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam tinggi pada anak yang berusia kurang dari 1 tahun
  • Demam tinggi pada anak yang berusia lebih dari 1 tahun dan disertai gejala lain seperti muntah, ruam, kebingungan, sakit kepala, atau leher yang kaku
  • Demam tinggi yang tidak hilang dalam 3 hari berturut-turut
  • Ruam yang menyebar di seluruh tubuh
  • Ruam yang terlihat seperti cacar air
  • Ruam yang disertai dengan kesulitan bernapas
  • Muntah
  • Diare
  • Gejala yang tidak wajar dan tidak hilang setelah 3 hari
  • Nyeri yang tak kunjung hilang, misalnya sakit perut, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau sakit telinga
    Kebanyakan dokter anak menyarankan agar orangtua menghubungi klinik atau rumah sakit terlebih dahulu untuk menjadwalkan kunjungan. Dengan begitu, anak tidak perlu menunggu lama di klinik dengan pasien lain.

Setelah kunjungan anak sakit selesai, dokter akan mengetahui penyebab gejala akut atau apakah gejala disebabkan oleh penyakit tertentu. Orangtua akan:

  • Diberi resep obat, apabila dibutuhkan
  • Diberi instruksi tentang dosis obat yang harus diberikan
  • Diberitahu cara untuk menghentikan gejala yang dialami anak
  • Diberitahu tanda-tanda yang mengkhawatirkan dan cara menanganinya

Cara Kerja Kunjungan Anak Sakit

Kunjungan anak sakit biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Saat tindakan, dokter akan memeriksa gejala yang dialami anak, menentukan penyebabnya, memberikan pengobatan, dan mendiskusikan informasi penting lainnya.

Saat kunjugan, pertama dokter anak akan menanyakan tentang gejala yang dialami anak, kapan gejala mulai terlihat, riwayat kesehatan anak dan keluarganya, serta hal lain yang dapat membantu untuk mendiagnosis penyakit anak. Setelah itu, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian tubuh yang mengalami gejala. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mengukur suhu tubuh, mendengarkan suara bernapas dan detak jantung dari dada dan punggung, serta mencari tanda-tanda infeksi pada leher atau tenggorokan. Dokter juga akan menanyakan obat dan obat tradisional yang telah dicoba oleh orangtua. Dengan informasi ini, biasanya dokter telah dapat membuat diagnosis dan memberikan pengobatan.

Dalam kasus di mana dokter anak membutuhkan informasi tambahan, maka anak akan diminta untuk menjalani tes laboratorium seperti tes urin atau analisis tinja. Tes ini merupakan tindakan rutin yang aman dan nyaman bagi anak.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Kunjungan Anak Sakit

Kunjungan anak sakit biasanya tidak mendesak, namun tetap harus dilakukan untuk memastikan gejala yang dialami anak tidak disebabkan oleh penyakit yang serius.

Orangtua disarankan untuk menemui dokter apabila dibutuhkan. Apabila anak sedang demam atau pilek namun beraktivitas seperti biasa, orangtua dapat menunggu untuk melihat apakah gejala dapat sembuh dengan sendirinya atau malah memburuk. Sembari menunggu, orangtua dapat memberikan obat tradisional pada anak. Namun, apabila anak terlihat sangat lemah dan kondisinya lebih parah dari sebelumnya, orangtua harus menghubungi dokter walaupun gejalanya terlihat ringan. Beberapa orangtua khawatir untuk menemui dokter anak apabila ternyata kondisi anak tidak serius, namun dokter biasanya menyarankan orangtua untuk percaya pada insting mereka.

Selain itu, orangtua juga sebaiknya memberikan informasi yang jelas tentang gejala anak saat menghubungi dokter anak. Anak yang gejalanya kronis dan bukan akut harus menjalani konsultasi, bukan kunjungan anak sakit. Gejala kronis biasanya berkaitan dengan penyakit lain yang penanganannya lebih serius. Sehingga, diagnosis gejala kronis akan membutuhkan pemeriksaan yang lebih mendalam dan tes laboratorium. Kunjungan anak sakit yang hanya berlangsung selama 15-30 menit saja kemungkinan tidak akan cukup.

Rujukan

  • American Academy of Pediatrics
  • Academic Pediatric Association
Bagikan informasi ini: