Apa itu Kyphoplasty?

Kyphoplasty yang juga dikenal dengan istilah augmentasi vertebral, adalah prosedur bedah yang digunakan untuk mengobati fraktur kompresi tulang belakang, yaitu runtuhnya tulang belakang baik penuh maupun parsial. Prosedur ini juga dikenal dengan balloon kyphoplasty, yang menggambarkan pendekatan yang digunakan untuk melakukannya.

Siapa yang Perlu Menjalani Kyphoplasty & Hasil yang Diharapkan

Kyphoplasty direkomendasikan bagi pasien yang mengalami fraktur kompresi tulang belakang. Cedera ini biasanya menyerang mereka yang menderita atau beresiko osteoporosis. Karena penipisan tulang yang mmebuat pasien rentan terhadap retaknya tulang belakang. Fraktur kompresi tulang belakang juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya seperti kanker, terutama melanoma ganda.

Resiko yang sama dimiliki mereka yang pernah menderita cedera tulang belakang yang menyebabkan patahnya tulang.

Fraktur kompresi tulang belakang dapat menimbulkan gejala berikut:

  • Nyeri punggung tiba-tiba
  • Nyeri punggu parah dan makin buruk dari waktu ke waktu
  • Nyeri yang makin parah saat berdiri atau berjalan
  • Nyeri yang menghilang saat individu berbaring
  • Nyeri saat melakukan gerakan memutar
  • Kesulitan untuk membungkuk
  • Tinggi badan berkurang
  • Nyeri pinggang
  • Kesulitan bernapas
  • Cacat tulang belakang, biasanya membungkuk yang dikenal dengan istilah kyphosis
    Sementara, jika diakibatkan oleh cedera maka pasien akan mendapatkan obat nyeri, terapi fisik, anjuran istirahat dan rehabilitasi. Pembedahan dianjurkan jika gejala nyeri yang dialami pasien:

  • Terlalu parah

  • Membuat pasien tidak bisa melakukan aktivitas normal
  • Persisten, terjadi lebih dari dua bulan
    Tujuan dari prosedur ini antara lain:

  • Meredakan nyeri

  • Menstabilkan tulang belakang
  • Mengembalikan hilangnya tinggi badan vertebral disebabkan oleh fraktur
    Setelah menjalani kyphoplasti, pasien yang menderita kompresi fraktur tulang belakang akan merasakan hilangnya rasa sakit secara signifikan sehingga kualitas hidupnya membaik. Namun, kadang rasa sakit masih muncul dan tidak begitu parah, sehingga pasien tidak membutuhkan obat pereda nyeri. Mobilitas pasien juga semakin mudah pasca operasi.

Cara Kerja Kyphoplasty

Kyphoplasty biasanya dilakukan di rumah sakit sebagai prosedur rawat inap tetapi juga dapat dilakukan di klinik sebagai prosedur rawat jalan. Pasien akan diberikan bius lokal, ini berarti ia akan terjaga tetapi tidak merasa sakit. Obat penenang biasanya juga diperlukan. Namun, dalam beberapa kasus, pasien juga diberikan bius total untuk membuat mereka tidur sepanjang operasi. Prosedur ini biasanya berlangsung selama satu jam, namun bisa lebih lama jika retakannya parah.

Prosedur ini dilakukan dengan pasien yang berbaring telungkup di meja operasi. Ini dimulai dengan membersihkan situs bedah dan pemberian bius yang dilakukan oleh dokter bedah. Kemudian, sebuah jarum dengan balon dimasukkan ke dalam tulang tulang belakang. Setelah itu, balon dikembangkan untuk menciptakan ruang di lokasi bedah. Ini efektif untuk mengangkat tulang belakang, kembali ke posisi normal. Untuk mempertahankan posisi ini dan mencegah cedera berulang, dokter bedah akan mengempiskan dan mengeluarkan balon, kemudian menyuntikkan semen ke bagian yang sakit dengan menggunakan alat khusus bertekanan rendah. Bahan semen disebut polimetilmetakrilat atau PMMA, yang langsung mengeras setelah disuntikkan, sehingga hasil operasi bisa langsung dirasakan.

Selagi dokter bedah melakukan prosedur, area bedah dipantau dengan x-ray real-time untuk memastikan operasi dilakukan dengan cara yang tepat.

Setelah operasi, pasien semestinya dapat berjalan dan bahkan mungkin dapat keluar dari rumah sakit di hari yang sama. Namun biasanya disarankan untuk tidak mengemudi sebagai langkah pencegahan. Sebaiknya, pasien yang menjalani prosedur ini perlu istirahat di tempat tidur selama 24 jam pertama. Aktivitas berat perlu dihindari selama periode pemulihan, yang mungkin memakan waktu setidaknya enam minggu.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Kyphoplasty

Kyphoplasty umumnya aman, namun masih ada beberapa resiko terkait, termasuk:

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan dan zat pewarna yang digunakan dalam sinar-x
    Salah satu risiko unik kyphoplasty adalah kebocoran semen tulang yang digunakan dalam prosedur. Hal ini dapat menyebabkannya tumpah ke daerah sekitar sehingga menyebabkan rasa sakit terutama jika tulang belakang dan sarafnya terkena. Jika ini terjadi, pasien akan memerlukan perawatan lebih lanjut.

Resiko yang terkait lainnya termasuk:

  • Nyeri punggung residual
  • Kesemutan
  • Mati rasa, yang mungkin menunjukkan kerusakan saraf
  • Lemas, biasanya juga terkait dengan kerusakan saraf
    Dalam kebanyakan kasus kompresi tulang belakang manfaatnya lebih besar daripada resiko.

    Rujukan:

  • Anselmetti GC, Muto M, Guglielmi G, et al. Percutaneous vertebroplasty or kyphoplasty. Radiol Clin North Am. 2010;48(3):641-9.

  • Berenson J, Pflugmacher R, Jarzem P, et al; Cancer Patient Fracture Evaluation (CAFE) Investigators. Balloon kyphoplasty versus non-surgical fracture management for treatment of painful vertebral body compression fractures in patients with cancer: a multicentre, randomised controlled trial. Lancet Oncol. 2011;12(3):225-35

Bagikan informasi ini: