Apa itu Latihan Gangguan Gerak?

Gangguan sistem gerak atau gangguan gerak adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menjelaskan kondisi medis pada saraf yang menyebabkan tubuh bergerak secara tidak wajar. Kondisi ini terjadi karena kerusakan pada pusat sistem saraf (otak, sumsum tulang belakang, saraf perifer, dan otot) yang diakibatkan oleh cedera dan beragam penyakit.

Gangguan gerak dapat ditandai dengan adanya gerakan berlebihan atau gerakan tak sadar seperti gerakan berulang, kedutan yang tak terkendali pada bagian otot tertentu, dan memutar serta menggoyangkan bagian tubuh tertentu. Pada beberapa pasien, gangguan ini juga dapat mengakibatkan pasien merasa lemas, kehilangan koordinasi anggota tubuh, dan kehilangan keseimbangan.

Pengobatan gangguan gerak tergantung pada penyebab kondisi yang diderita pasien. Misalnya, jika kondisi pasien muncul akibat ketergantungan alkohol, dokter akan menyarankan pasien untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut supaya kondisinya membaik. Pilihan pengobatan lainnya termasuk pembedahan dan melakukan latihan yang sesuai dengan gangguan gerak. Latihan gangguan gerak dianjurkan untuk memulihkan saraf dan otot serta membantu pasien menjalani rutinitas sehari-harinya.

Latihan gangguan gerak akan dianjurkan oleh dokter bedah saraf setelah ia mendiagnosis pasien dan menemukan penyebab penyakit pasien. Latihan ini akan dilakukan melalui kerjasama dengan ahli terapi fisik. Tingkat dan lamanya pengobatan yang diberikan akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi. Maka dari itu, lamanya pengobatan akan berbeda bagi tiap pasien, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Latihan ini dapat dilakukan di rumah, di pusat rehabilitasi, maupun di rumah sakti. Pasien juga dapat melakukan latihan ini di pusat kebugaran yang menangani spesialisasi rehabilitasi neurologis yang menjadikan latihan gangguan gerak sebagai bagian utama dari programnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Latihan Gangguan Gerak dan Hasil yang Diharapkan

Pasien yang menderita kondisi yang menyerang sistem saraf pusat (seperti yang tercantum di bawah ini) dapat mengobati kondisinya dengan melakukan latihan gangguan gerak.

  • Ataksia – Kondisi ini merupakan gangguan degeneratif yang menyerang sumsum tulang belakang, batang otak, dan otak. Pasien dengan ataksia dapat mengalami terganggunya keseimbangan dan koordinasi gerak anggota tubuhnya. Pasien juga mungkin merasakan bagian tubuhnya gemetaran serta gerakan yang dilakukan terasa patah-patah maupun tersentak-sentak.

  • Distonia – Kondisi ini merupakan gangguan otot saraf pada bagian otak yang mengendalikan gerakan. Pasien yang menderita distonia akan mengalami gerakan badan memutar yang tak terkendali, memiliki postur tak normal, dan melakukan gerakan berulang.

  • Penyakit Huntington – Penyakit ini merupakan kondisi medis serius yang disebabkan oleh kerusakan sel saraf tertentu di dalam otak. Gejala kondisi ini meliputi gerakan menyentak dan tak terkendali dari anggota badan, wajah, dan kaki maupun tangan.

  • Penyakit Parkinson -- Penyakit ini merupakan bentuk gangguan degeneratif lainnya pada bagian otak yang mengendalikan gerakan. Gejala yang mungkin dialami pasien Parkinson di antaranya adalah gemetaran, hilangnya gerakan spontan, dan anggota tubuh terasa kaku. Hasil yang diharapkan dengan melakukan latihan gangguan gerak adalah:

  • Meningkatkan gerakan pasien – Pasien dengan gangguan gerak mungkin merasa dirinya semakin lemah dan tidak dapat melakukan gerakan sederhana, seperti bangun dari tempat tidur, berjalan beberapa langkah, dan memutar kepala. Dengan melakukan latihan tertentu secara teratur, pasien dapat perlahan-lahan memperbaiki otot yang melemah, sehingga pasien dapat kembali leluasa bergerak dan mengendalikan anggota tubuhnya.

  • Meningkatnya kekuatan otot – Beberapa pasien dengan otot yang semakin lemah bahkan tidak dapat melakukan hal kecil (seperti mengangkat garpu maupun sendok) dan jika pasien mencoba untuk melakukannya, pasien tidak dapat menggenggamnya dalam waktu yang lama. Pasien akan terus menjatuhkan benda yang digenggam, sehingga pasien mungkin menjadi frustasi untuk melakukan gerakan sederhana seperti makan.

  • Meningkatnya keseimbangan tubuh – Berbagai gangguan gerak tidak hanya mengganggu kemampuan pasien untuk menggerakkan anggota tubuhnya, namun juga dapat mengganggu kemampuan pasien untuk menopang dan menyeimbangkan tubuhnya. Hal ini dapat mengganggu pasien ketika melakukan kegiatan seperti duduk, berdiri, dan berjalan. Pasien juga dapat mengalami vertigo akibat berkurangnya keseimbangan tubuh. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot dan gerakan pasien.

  • Memacu aktivitas otak – Pengobatan berbagai gangguan gerak melalui serangkaian latihan khusus dan teratur tidak hanya membantu pasien mengembangkan ototnya, namun juga menciptakan cara baru untuk memacu otak supaya tetap aktif. Pada penderita penyakit saraf, pengiriman stimulus dari saraf ke otak terkadang tergganggu, sehingga dapat menyebabkan hilangnya koordinasi dan terlambatnya respon tubuh. Dengan menciptakan cara baru untuk belajar melalui latihan ini, pasien dapat meraih kembali respon tubuhnya dan meningkatkan kekuatan otot, serta gerakannya secara keseluruhan.

Cara Kerja Latihan Gangguan Gerak

Sebelum latihan gangguan gerak dapat dirancang dan dianjurkan kepada pasien, dokter harus mendiagnosis gangguan yang diderita pasien secara akurat. Dokter akan meninjau riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik serta saraf yang menyeluruh, tes darah, dan uji pencitraan diagnostik.

Hasil pemeriksaan ini akan digunakan untuk membantu dokter dalam membentuk rencana pengobatan yang sesuai dengan keadaan pasien. Latihan yang akan dianjurkan bagi pasien akan bergantung pada bagian tubuh yang sakit, tingkat keparahan kondisi, dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Latihan tersebut dapat termasuk:

  • Latihan keseimbangan
  • Latihan beban
  • Tai Chi
  • Yoga
  • Berenang
  • Senam pilates
    Latihan gangguan gerak dapat dilakukan bersamaan dengan metode pengobatan lainnya, seperti pengobatan dengan obat, terapi, evaluasi psikologis, dan prosedur pembedahan. Tujuan dari seluruh pengobatan ini adalah untuk mengembalikan kualitas hidup dan membantu pasien untuk dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal.

Kemudian, pasien akan diberikan jadwal untuk latihan. Anggota keluarga perlu menemani pasien saat konsultasi, agar dapat memberikan pendapat mengenai jadwal dan kegiatan yang mungkin diberikan kepada pasien. Dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan beberapa latihan di rumah dan anggota keluarga dapat membantu pasien ketika pasien melakukan latihannya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Latihan Gangguan Gerak

Latihan gangguan gerak dijadwalkan berdasarkan kemampuan pasien untuk melakukan latihan tersebut. Konsultasi lanjutan akan dilakukan untuk memantau kesehatan pasien dan untuk melihat apakah latihan yang dilakukan terlalu berat bagi pasien. Jika terlalu berat, latihan pasien akan diubah. Jika latihan pasien tidak disesuaikan dengan keadaan pasien atau dilakukan tanpa pengawasan, pasien mungkin beresiko mengalami cedera.

Rujukan:

  • Johns Hopkins Medicine Movement Disorders Center: "What is Essential Tremor?"
  • U.S. National Library of Medicine.
Bagikan informasi ini: