Apa itu Latihan Pereda Nyeri?

Latihan pereda nyeri merupakan salah satu pilihan pengobatan yang sering diberikan oleh dokter atau instruktur kebugaran kepada pasien yang menderita nyeri kronis maupun akut. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan meningkatkan tingkat toleransi nyeri dan kelenturan tubuh serta memperkuat bagian tubuh yang mengalami rasa sakit. Dengan begitu, tubuh yang terasa sakit diharapkan dapat menahan rasa sakit. Berbeda dari kepercayaan umum, mengurangi gerakan tubuh justru akan memperparah nyeri yang diderita.

Siapa yang Perlu Menjalani Latihan Pereda Nyeri dan Hasil yang Diharapkan

Latihan pereda nyeri bermanfaat bagi semua orang yang menderita nyeri kronis maupun akut. Nyeri tersebut biasanya disebabkan oleh berbagai kondisi medis, misalnya:

  • Fibromialgia – Kondisi ini merupakan gangguan kronis yang menyebabkan nyeri yang menyebar di sistem muskuloskeletal pasien, yang mengakibatkan nyeri pada berbagai bagian tubuh.

  • Artritis – Kondisi ini adalah kondisi yang paling sering menyebabkan nyeri kronis di seluruh dunia dan ditandai dengan nyeri serta peradangan sendi. Dua jenis artritis yang paling umum adalah:

  • Osteoartritis – Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang melindungi sendi rusak, sehingga sendi akan saling berbenturan setiap kali penderitanya bergerak.

  • Artritis rheumatoid – Kondisi ini merupakan jenis artritis yang menjangkiti sendi yang lebih kecil, seperti sendi pada tangan dan kaki. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan pada bagian tubuh yang terserang.

  • Sklerosis multipel – Kondisi ini merupakan kondisi neurologis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang mielin, yaitu selubung pelindung yang menutupi serabut saraf. Kondisi ini adalah salah satu penyebab nyeri kronis.

  • Cacar ular – Juga dikenal sebagai herpes zoster, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri saraf pada bagian tubuh di sekitar perut, leher, wajah, lengan, dan kaki.

  • Neuropati atau kerusakan saraf – Kondisi ini ditandai dengan kerusakan pada saraf, sehingga menyebabkan nyeri pada daerah yang terkena kerusakan.

  • Cedera – Orang yang pernah menderita cedera lebih beresiko menderita nyeri dan terkena artritis pada bagian tubuh yang cedera.


Selain itu, nyeri juga dapat menyerang sendi atau bagian tubuh yang terlalu sering digunakan. Beberapa contohnya adalah:

  • Nyeri pada punggung bagian bawah – Kondisi ini berkaitan dengan masalah pada tulang belakang, otot punggung bawah (erector spinae), maupun cakram tulang belakang.

  • Nyeri lutut – Nyeri lutut disebabkan oleh banyak faktor, misalnya nyeri lutut anterior (yang menyerang tempurung lutut), masalah tulang meniskus atau tulang rawan, bursitis, pendarahan sendi, asam urat dan infeksi.

  • Nyeri bahu – Nyeri bahu dapat disebabkan oleh bursitis, tendonitis, dan kondisi lainnya yang menyerang sendi, otot, tendon dan ligamen pada bahu.


Kondisi ini biasanya memiliki gejala yang sama, seperti:

  • Nyeri
  • Tubuh kaku
  • Lelah
  • Tubuh sensitif
  • Kejang otot
  • Gangguan tidur
  • Tubuh terasa sakit saat ditekan


Beberapa latihan yang dapat meredakan nyeri adalah:

  • Latihan kardiovaskular, seperti berjalan, berenang, atau melakukan senam aerobik
  • Latihan kekuatan
  • Latihan yang memperkuat bagian tubuh tengah, seperti senam Pilates
  • Latihan kelenturan
  • Latihan mediasi, seperti yoga dan tai chi
  • Latihan peregangan, yang membantu menjaga jangkauan gerak sendi


Tujuan dari seluruh latihan di atas adalah untuk membantu seseorang yang memiliki kondisi tertentu. Misalnya, latihan kardiovaskular terbukti bermanfaat bagi penderita nyeri lutut dan punggung bawah, sementara latihan kekuatan baik bagi penderita nyeri sendi.

Selain melakukan latihan, penderita nyeri kronis juga harus tetap aktif melakukan aktivitas normalnya sepanjang hari, seperti membersihkan rumah, berkebun, dan pergi bekerja.

Cara Kerja Latihan Pereda Nyeri

Latihan dapat meredakan nyeri dan membantu penderitanya mengatasi nyeri dengan melakukan hal berikut:

  • Meningkatkan ketahanan nyeri
  • Meningkatkan kelenturan sendi dan otot
  • Memperkuat tubuh
  • Meningkatkan produksi dopamin dan endorfin
  • Mencegah kehilangan masa tulang dan menjaga kekuatan tulang
  • Memperbaiki postur tubuh
  • Mengurangi ketegangan sendi
  • Menjaga berat badan


Untuk mengatasi berbagai kondisi nyeri atau nyeri pada bagian tubuh yang tak terjamah, pasien dapat menggabungkan berbagai jenis latihan yang ada.

Jika pasien ingin memasukkan latihan pereda nyeri ke dalam rencana pengobatan untuk nyeri kronis, pasien dapat meminta saran dokter atau instruktur kebugaran.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Latihan Pereda Nyeri

Tidak semua latihan dapat membantu pasien meredakan nyeri. Ada beberapa latihan yang harus dihindari oleh penderita nyeri kronis, misalnya:

  • Latihan fisik berdampak tinggi – Contoh dari latihan ini adalah lari dan bermain basket. Kegiatan latihan ini sangat berat untuk sendi. Sendi akan lebih rentan terhadap nyeri karena pendaratan kaki ke tanah yang dilakukan dengan berulang kali dan kuat serta pergesaran sendi yang terjadi saat olahraga.

  • Olahraga tertentu, seperti golf dan tenis – Bermain golf dan tenis dapat membuat punggung tegang. Oleh karena itu, olahraga ini tidak dianjurkan bagi orang yang rentan menderita nyeri punggung. Golf juga dapat memperburuk nyeri yang diderita karena pemain golf harus melakukan putaran punggung berulang dalam satu arah, sehingga menyebabkan satu bagian tubuh terlalu tegang sedangkan bagian yang lainnya tidak digunakan. Ketidakseimbangan ini dapat diatasi dengan melakukan latihan lain yang dapat memperkuat bagian tubuh yang jarang digunakan.

Untuk menghindari resiko cedera akibat melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat dan berulang, kita juga harus selalu melakukan peregangan dan pemanasan sebelum berolahraga. Setelah memilih jenis latihan yang dibutuhkan, pasien akan memulai gerakan secara perlahan dan beristirahat secara teratur. Pasien juga harus melakukan pemanasan dengan menggerakkan tubuh secara perlahan selama 5-10 menit sebelum memulai latihan.

Pasien juga dapat memberikan koyo atau kompres hangat untuk sendi atau otot yang nyeri selama 20 menit untuk merelaksasikannya sebelum maupun sesudah latihan. Selain itu, pasien dapat memberikan es pada sendi yang nyeri untuk mencegah peradangan.

Ketika melakukan latihan pereda nyeri, pasien juga disarankan untuk tidak memaksakan diri. Tujuan dari latihan ini adalah untuk membuat tubuh tetap bergerak aktif, namun tidak berlebihan. Inilah sebabnya mengapa latihan pereda nyeri harus disertai dengan bimbingan dokter atau instruktur kebugaran.

Rujukan:

  • Nettina SM. Musculoskeletal health. Lippincott Manual of Nursing Practice. 9th ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2010;chap 32.
Bagikan informasi ini: