Apa itu MRI?

MRI, atau Magnetic Resonance Imaging Scan adalah pemeriksaan kesehatan tanpa melukai tubuh, untuk mendapatkan gambaran rinci dari bagian-bagian tubuh dengan menggunakan medan magnet yang sangat kuat. Dibandingkan radiasi, yang biasanya digunakan dalam teknik pencitraan lainnya, MRI menggunakan gelombang radiofrekuensi untuk menghasilkan gambaran rinci yang menunjukkan jaringan lunak tubuh, organ, tulang, dan struktur bagian dalam. Tujuan utamanya adalah untuk membantu dokter mengamati dan mengevaluasi bagian-bagian tubuh tertentu, mendiagnosa ada atau tidaknya penyakit tertentu, atau memastikan diagnosa awal.

Salah satu bagian tubuh yang dapat menjalani pemeriksaan MRI adalah payudara. Ketika MRI dilakukan pada payudara, biasanya bertujuan untuk mendiagnosa [kanker payudara] (http://www.docdoc.com/info/condition/kanker-payudara) dan kelainan lainnya. MRI juga biasa dilakukan setelah biopsi yang memastikan adanya kanker, di mana pemindaian MRI digunakan untuk menentukan stadium kanker.

Karena perbedaannya dengan pencitraan lain, seperti rontgen atau ultrasound, MRI dapat memberikan informasi penting lainnya yang tidak bisa didapat dengan menggunakan alat pencitraan lain. Akan tetapi, MRI bukanlah pengganti mammogram; bahkan MRI biasanya digunakan bersama mammogram atau ultrasound untuk memastikan ketepatan diagnosa.

Siapa yang Harus Menjalani MRI & Hasil yang Diharapkan

MRI pada payudara disarankan untuk:

  • Wanita yang beresiko terkena kanker payudara karena faktor keturunan – Karena kanker payudara merupakan hereditas, wanita yang ibu dan/atau saudara perempuannya terkena kanker dan/atau kanker ovarium (indung telur) di bawah umur 50 tahun, dianggap secara alami dan genetik memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Saat ini, wanita telah mengambil sikap proaktif melawan kanker payudara, dan mencari perawatan bahkan sebelum munculnya kanker; MRI dapat membantu dalam hal ini.

  • Pasien yang didiagnosa terkena kanker payudara – MRI payudara juga dapat dilakukan pada orang yang didiagnosa terkena kanker payudara, untuk menentukan stadium kanker. MRI dapat menentukan ukuran tumor, memeriksa apakah ada otot yang terpengaruh, ada kanker lainnya pada payudara, atau apakah ada kelenjar getah bening besar pada ketiak atau tidak, yang mungkin menandakan bahwa kanker telah tersebar ke daerah tersebut.

  • Pasien yang membutuhkan informasi lebih tentang payudara setelah mammogram – MRI biasanya diminta sebagai pemeriksaan lanjut ketika hasil dari mammogram menunjukkan adanya kelainan.

  • Pasien yang telah menjalani pengobatan untuk kanker payudara – MRI payudara sering digunakan untuk mengevaluasi daerah lumpektomi bertahun-tahun setelah mengobati kanker payudara. Tujuannya untuk mengetahui apabila kanker muncul lagi atau ada kesempatan untuk muncul kembali.

  • Pasien yang menjalani [kemoterapi] neoadjuvan (http://www.docdoc.com/info/procedure/kemoterapi) – Kemoterapi yang dilakukan sebelum operasi pengangkatan adalah kemoterapi neoadjuvan. Pasien yang menjalani kemoterapi ini akan sering melakukan MRI payudara, untuk mengamati pengaruh dari kemoterapi pada tumor dan untuk menentukan apakah kemoterapinya berhasil.

  • Pasien yang membutuhkan evaluasi setelah-operasi implan silikon payudara – Wanita yang menggunakan implan silikon payudara mungkin akan membutuhkan MRI payudara untuk menentukan apakah implan pecah atau tidak.

Cara Kerja MRI

MRI payudara dilakukan dengan menggunakan alat pemindai MRI, yaitu tabung besar berbentuk silinder dengan magnet melingkar. Pasien akan diminta untuk berbaring di atas meja pemeriksaan, dan kemudian masuk ke medan magnet. Layar komputer, yang biasanya terletak di ruangan terpisah, digunakan untuk memproses informasi dari pemindai.

Pada MRI payudara, papan khusus dengan bukaan pada bagian payudara digunakan untuk memungkinkan pasien berbaring telungkup di atasnya, dan membuat pemindai dapat menjangkau payudara. Tujuannya adalah untuk memastikan payudara tidak akan tertekan selama pemindaian.

MRI payudara, tidak seperti rontgen, tidak menggunakan radiasi yang mengalami ionisasi, tetapi gelombang radio yang mengalihkan keselarasan atom hidrogen, yang secara alami terdapat di dalam tubuh. Ketika atom hidrogen kembali pada keselarasan normalnya, energi akan terpancar; energi ini beragam tergantung pada jenis jaringan yang memancarkannya. Kemudian, pemindai MRI menggunakan energi ini untuk menciptakan gambar dari jaringan tersebut. Proses ini tidak akan menyebabkan adanya perubahan kimia pada jaringan tubuh.

Informasi dari unit MRI dikirimkan melalui gulungan kawat yang berkomunikasi dengan gelombang radio, dengan cara menghasilkan sinyal yang dapat ditemukan oleh gulungan kawat lainnya. Sinyal ini diproses menggunakan komputer untuk menghasilkan serangkaian gambar struktur payudara. Seluruh proses, termasuk persiapan, membutuhkan total waktu 90 menit.

Pada beberapa kasus, zat kontras mungkin disuntikkan secara intravena ke pembuluh vena pasien untuk membantu dalam membedakan jaringan kanker.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko MRI

Selain manfaat dan peran penting MRI payudara dalam mendiagnosa kesehatan payudara, tindakan ini juga menimbulkan beberapa resiko dan komplikasi seperti:

  • MRI payudara menggunakan alat kesehatan yang terbuat dari logam, yang bisa dengan mudah menyebabkan beberapa masalah kesehatan bila terjadi kerusakan.

  • Pada kasus di mana zat kontras digunakan, dosis tinggi zat kontras berbasis gadolinium kemungkinan dapat menyebabkan fibrosis sistemik nefrogenik (kelainan berupa penebalan kulit). Untuk menghindari resiko tersebut, tindakan harus direncanakan dengan baik dan dibicarakan seluruhnya oleh pasien dan dokter atau onkolog bila pasien menderita kanker.
    Rujukan:

  • American Cancer Society recommendations for early breast cancer detection in women without breast symptoms. Last Medical Review: Sept. 17, 2013. Last Revised: Jan. 28, 2014. Available at: http://www.cancer.org/cancer/breastcancer/moreinformation/breastcancerearlydetection/breast-cancer-early-detection-acs-recs. Accessed: March 23, 2014.

  • Lehman CD, DeMartini W, Anderson BO, Edge SB. Indications for breast MRI in the patient with newly diagnosed breast cancer. JNCCN. 2009;7:193-201. American College of Obstetricians and Gynecologists. Practice Bulletin No. 122 Breast cancer screening. Obstet Gynecol 2011;118:372-82.

Bagikan informasi ini: