Apa itu Pelepasan dan Fusi Tulang Belakang?

Pelepasan dan fusi tulang belakang leher adalah prosedur bedah yang dilaksanakan untuk mengobati diskus yang tergelincir atau pecah di leher. Diskus serviks (leher) bekerja sebagai peredam guncangan. Organ ini menstabilkan leher dan memungkinkannya untuk bergerak dengan mudah, baik menoleh ke kanan dan kiri atau menunduk dan menengadah.

Ada 23 diskus di kolom tulang belakang. Enam di antaranya berada di leher. Masing-masing terletak di antara antara vertebra servikal yang menumpuk satu sama lain. Diskus ini terdiri dari bagian dalam lembut, seperti agar-agar. Bagian ini dilindungi oleh penutup luar yang keras. Bagian dalam diskus dapat tergelincir keluar saat bagian penutupnya rusak atau lemah. Jika hal tersebut terjadi, maka seseorang akan merasakan sakit, mati rasa, atau melemahnya bagian leher. Gejala ini juga bisa dirasakan di tangan, lengan, dan dada.

Prosedur pelepasan dan fusi tulang belakang leher bertujuan mengangkat diskus yang rusak. Kemudian, mengisi tempat yang kosong dan tulang cangkok. Sehingga, tulang yang di atas dan di bawah diskus yang rusak dapat menyatu lagi.

Siapa yang Perlu Menjalani Pelepasan dan Fusi Tulang Belakang Leher

Selain tergelincirnya bagian dalam diskus serviks, kondisi lain yang membutuh prosedur pelepasan dan fusi tulang belakang leher adalah patah tulang yang membuat saraf tulang belakang tidak stabil. Prosedur tersebut juga dapat dilaksanakan apabila vertebra serviks tidak sejajar atau mengalami deformasi. Namun, penting untuk diketahui bahwa prosedur tersebut bukan pilihan pengobatan awal. Pada tahap awal, pasien biasanya diberikan obat pereda nyeri dan terapi fisik. Jika tidak membuahkan hasil, dokter akan mempertimbangkan pembedahan sebagai pilihan.

Prosedur pelepasan dan fusi tulang belakang leher sangat efektif. Rasa sakit akan hilang dan pasien akan dapat menggerakkan lehernya seperti sediakala.

Meskipun prosedur bedah, tapi pelepasan dan fusi tulang belakang leher dilakukan secara rawat jalan. Ini berarti pasien diperbolehkan pulang ke rumah di hari yang sama. Namun, dalam beberapa kasus, pasien perlu menginap semalam di rumah sakit. Hal ini dilakukan, jika pasien mengalami komplikasi. Seperti, kesulitan bernapas. Pasien yang tekanan darahnya tidak stabil juga diawasi dengan ketat sebelum diperbolehkan pulang.

Meski bisa langsung pulang, pasien baru diperkenankan kembali bekerja setelah 4 – 6 minggu pasca pembedahan.

Cara Kerja Pelepasan dan Fusi Tulang Belakang Leher

Prosedur bedah ini dapat dilakukan oleh ahli bedah ortopedi atau ahli bedah saraf. Namun, ada beberapa hal yang harus diputuskan oleh dokter sebelum prosedur dilaksanakan. Salah satunya adalah jenis cangkok yang akan digunakan. Pilihannya adalah cangkok dari tulang pinggang pasien, bank tulang, atau cakram buatan.

Pasien juga bertemu dengan ahli anastesi sebelum prosedur. Dokter tersebut akan menjelaskan bius yang akan digunakan dan kemungkinan risikonya. Selama prosedur, pasien berbaring di atas meja operasi. Kemudian, bius total akan diberikan agar pasien tidak sadar sepanjang prosedur. Sehingga, tidak merasakan sakit atau ketidaknyamanan.

Setelah bius mulai bekerja, ahli bedah akan membuat sayatan di leher. Otot pendukung kemudian dipindahkan ke samping agar dokter bisa mengakses diskus serviks yang rusak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan retraktor khusus.

Ahli bedah akan melanjutkan dengan melepaskan diskus yang rusak serta hal-hal yang menekan akar saraf. Tekanan pada akar saraf adalah salah satu penyebab utama sakit leher kronis.

Setelah itu, cangkok tulang akan ditempatkan pada lokasi diskus yang rusak. Pembedahan cenderung memakan waktu lebih lama jika cangkok tulang diambil dari tulang pinggang pasien. Untuk memastikan bahwa cangkok tetap pada tempatnya sampai tulang menyatu, dokter akan memasangkan pelat logam dan sekrup. Setelah prosedur bedah selesai, pasien akan dirontgen. Hal ini membantu ahli bedah memastikan posisi cangkok, sekrup, dan diskus.

Setelah pembedahan, pasien dipantau untuk kemungkinan komplikasi. Pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah akan diperiksa. Pasien juga akan diberi obat nyeri. Penghilang rasa sakit sangat penting terutama bagi pasien yang cangkok tulangnya diambil dari pinggul sendiri. Apabila tidak ada tanda komplikasi, pasien diperbolehkan pulang. Resep pil narkotika juga diberikan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu dua sampai empat minggu. Pasien juga mungkin memerlukan penjepit leher sampai benar-benar pulih.

Pasien disarankan untuk segera menghubungi dokter mereka jika sayatan bekas bedah menunjukkan tanda-tanda infeksi. Pasien juga harus menghubungi jika mereka tiba-tiba mengalami demam tinggi dan kesulitan menelan yang parah, sehingga sulit bernapas atau minum dengan benar.

Pasien dianjurkan melakukan konsultasi lanjutan setelah operasi. Ahli bedah akan memeriksa sayatan bekas bedah untuk memastikan sembuh dengan baik. Pasien juga ditanya apakah mereka mengalami komplikasi. Jika diperlukan, pasien akan ditangani untuk gejala komplikasi.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Pelepasan dan Fusi Tulang Belakang Leher

Seperti halnya prosedur operasi lainnya, pelepasan dan fusi tulang belakang memiliki risiko dan komplikasi. Ini termasuk suara serak, kesulitan menelan, dan kerusakan saraf. Perangkat keras yang menahan cangkok tulang di tempat juga bisa pecah. Ini bisa menjadi masalah serius jika terjadi saat tulang belum sepenuhnya menyatu. Selain itu, ada beberapa kasus di mana vertebra gagal menyatu. Penyebab umum adalah malnutrisi, merokok, dan obesitas.

Rujukan:

  • Xie JC, Hurlbert RJ. Discectomy versus discectomy with fusion versus discectomy with fusion and instrumentation: a prospective randomized study. Neurosurgery 61:107-16, 2007.

  • North American Spine Society (February 2013), “Five Things Physicians and Patients Should Question”, Choosing Wisely: an initiative of the ABIM Foundation, North American Spine Society

Bagikan informasi ini: