Apa itu Nefrotomi?

Nefrotomi adalah prosedur bedah untuk memotong ginjal. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari prosedur bedah terbuka yang lebih rumit (misalnya nefrolitotomi radial dan nefrolitotomi anatrofik), biasanya untuk mengangkat batu dari saluran kemih.

Beberapa dekade lalu, sebelum terapi gelombang kejut dan teknik bedah minim invasif digunakan dalam bidang urologi, batu di saluran kemih selalu diobati dengan operasi terbuka. Namun, sejak beberapa tahun lalu, bedah terbuka untuk mengangkat batu kemih hanya dilakukan pada kasus kompleks, kasus yang membutuhkan pengobatan agresif, atau jika prosedur endoskopi gagal dan gejala pasien belum hilang. Di rumah sakit seluruh dunia, jumlah bedah terbuka untuk mengangkat batu hanya 5%. Beberapa rumah sakit bahkan hanya memiliki 1% kasus, bahkan kurang dari itu.

Siapa yang Perlu Menjalani Nefrotomi dan Hasil yang Diharapkan

Dengan kemajuan teknologi kesehatan, hanya ada beberapa indikasi yang membutuhkan bedah terbuka untuk pasien batu ginjal.

Bedah terbuka dapat dilakukan untuk mengangkat batu besar dan kompleks yang umumnya terbentuk di ginjal dan ureter. Pasien yang memiliki batu ginjal tanduk rusa (staghorn calculi) juga dapat menjalani bedah terbuka, karena mereka biasanya membutuhkan banyak pengobatan untuk membersihkan semua batu yang ada di saluran kemih. Pada kasus seperti ini, bedah terbuka dapat mempersingkat waktu perawatan di rumah sakit dan mempercepat pemulihan. Terutama bagi pasien yang memiliki kelainan fisiologi dan morbiditas lain, seperti sepsis dan ginjal yang hampir berhenti berfungsi. Dalam kondisi seperti ini, pasien akan membutuhkan pengobatan yang lebih agresif. Sedangkan bagi pasien beresiko tinggi dengan fungsi ginjal yang menurun drastis, satu kali operasi terbuka dengan bius total akan lebih efektif dibandingkan pengobatan yang berulang kali.

Bedah terbuka juga dapat lebih bermanfaat bagi pasien yang memiliki batu dan kelainan anatomi terkait di saluran kemih, yang biasanya menyebabkan terbentuknya batu kemih. Sebagai contoh, bedah terbuka dengan nefrotomi dapat dilakukan untuk mengatasi penyumbatan di saluran antara ureter dan pelvis renalis (ureteropelvic junction), yang diakibatkan oleh anomali vaskular dan batu ginjal atau ureter. Bagi pasien yang memiliki kelainan bawaan tertentu, bedah terbuka juga lebih dianjurkan daripada pengobatan yang lebih tidak invasif. Misalnya, pasien yang memiliki ginjal tapal kuda atau ektopik. Bagi kategori pasien ini, pengangkatan batu dan perbaikan masalah anatomi dapat menyembuhkan penyakit serta mencegah terbentuknya batu di kemudian hari.

Indikasi lain untuk operasi pengangkatan batu ginjal terbuka adalah gagalnya teknik pengangkatan yang lebih tidak invasif, misalnya teknik endoskopi dan litotripsi gelombang kejut. Beberapa pasien yang memiliki striktur atau stenosis pada ureter yang tidak dapat diperbaiki dengan dilatasi endoskopi mungkin perlu menjalani operasi pengangkatan batu terbuka.

Dulu, ada kasus hidronefrosis dengan batu penyumbat yang ditangani dengan nefrotomi. Beberapa institusi kesehatan juga menggunakan nefrotomi dalam operasi ginjal tanpa merusak nefron untuk mengangkat tumor atau massa kecil di ginjal. Pada pasien tertentu, prosedur ini memberikan hasil yang serupa dengan reseksi ekstensif.

Cara Kerja Nefrotomi

Nefrotomi dilakukan untuk menjangkau parenkim ginjal. Prosedur ini biasanya merupakan bagian dari prosedur lain yang lebih rumit untuk mengangkat batu dalam tubuh, misalnya nefrolitotomi radial, nefrolitotomi anatrofik, pielolitotomi, dan pyelonephrolithotomy.

Sebagian besar bedah terbuka pada ginjal dilakukan dengan membuat sayatan flank. Untuk membuat sayatan ini, pasien diminta berbaring di atas meja khusus dengan lipatan di tengahnya. Pasien menghadap ke samping, berlawanan arah dari ginjal yang sakit. Tubuh pasien lalu ditekuk dengan mengangkat bagian tengah meja. Sayatan miring dibuat di atas rusuk ke-11 atau ke-12, dan diseksi di luar peritoneum dilanjutkan hingga ginjal dan ureter terlihat.

Nefrotomi dilakukan dengan membuat sayatan tajam di atas kapsul ginjal. Lalu, dokter bedah melakukan diseksi tumpul pada parenkim ginjal untuk meminimalisir cedara pada arteri kecil ginjal. Kemudian, batu akan diambil secara perlahan dengan forcep khusus. Langkah selanjutnya adalah irigasi untuk memastikan semua bagian batu telah terangkat.

Kemudian, dokter bedah membuat jahitan di dekat parenkim. Pembuluh darah yang berdarah akan diikat dengan jahitan. Kapsul ginal ditutup dengan jahitan krom atau monofilamen. Tergantung pada jenis operasi, cincin atau tabung nefrostomi juga dapat dipasang. Tabung drainase biasanya digunakan selama beberapa hari.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Nefrotomi

Nefrotomi dapat mengakibatkan beberapa komplikasi. Salah satu resikonya adalah infeksi, terutama jika tubuh pasien sudah terserang infeksi sebelum operasi. Memotong ginjal tidak hanya membahayakan parenkim, namun juga arteri terminal. Maka dari itu, bagian tubuh yang mendapatkan darah dari arteri ini dapat mengalami atrofi. Akibatnya, kondisi ginjal pasien akan memburuk. Pendarahan dan hemoragi juga dapat terjadi saat pembedahan, biasanya dikendalikan dengan mengikat parenkim renalis dengan jahitan. Pada beberapa kasus, kerusakan parah pada parenkim dan pembuluh darah dapat berujung pada pembedahan yang lebih rumit dari perkiraan, seperti heminefrektomi atau nefrektomi.

Rujukan:

  • Mastery of Surgery, 5th edition
  • Urinary Tract Stone Disease
  • http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1761612/
  • http://www.scielo.br/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S1677-55382012000300008
Bagikan informasi ini: