Definisi dan Gambaran Umum

Operasi LASIK adalah satu dari beberapa metode terkini untuk mengatasi refraktif yang rusak. Tindakan ini melibatkan pengangkatkan bagian jaringan korea secara strategis dan hati-hati, merubah caranya untuk fokus pada cahaya agar mendapatkan penglihatan yang normal.

Mata seringkali dibandingkan dengan kamera, karena caranya memproses objek yang dilihatnya. Sementara, retina berfungsi untuk membuat gambar akhir, kornea membantunya untuk fokus pada cahaya melalui pembengkokkan, proses yang dikenal sebagai refraksi.

Jika ada kejanggalan yang memengaruhi kornea, sehingga tidak dapat fokus pada cahaya dengan benar, gambar yang dihasilkan retina akan terganggu atau terlihat kabur.

Tidak semua kerusakan refraktif membutuh LASIK, ada beberapa yang dapat diperbaiki dengan kacamata atau lensa kontak. Namun, LASIK menawarkan solusi yang lebih nyaman, dan kebanyakan bertahan seumur hidup.

LASIK seringkali dibandingkan dengan RK (radial keratotomy), sebab kedua tindakan ini bekerja pada kornea menggunakan laser (meskipun RK dapat dilakukan dengan pisau). Namun, keduanya berbeda sebab RK membuat goresan pada epitel sebelum mencapai bagian tengah kornea, yang disebut stroma. LASIK, di sisi lain, membuat sebuah lipatan.

Siapa yang Harus Melakukan LASIK dan Hasil yang Dapat Diharapkan

LASIK adalah tindakan yang dianjurkan pada penderita kerusakan refraktif, berikut:

  • Hiperopia (ketidakmampuan melihat objek di dekatnya dengan benar)
  • Miopi (ketidakmampuan melihat objek jauh secara jelas)
  • Astigmatisme (gambar terlihat kabur di retina, sebab ada kecacatan pada struktur kornea)
  • Presbiopi (ketidakmampuan melihat objek secara jelas karena penuaan)

Mereka yang lelah menggunakan kacamata yang diresepkan atau korektif, begitu juga lensa kontak, dapat memilih LASIK, namun hanya diperuntukkan bagi pasien dalam kondisi kesehatan yang baik.

Sebelum pasien menjalani operasi LASIK, uji pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan pasien tidak memiliki masalah kesehatan yang dapat memengaruhi hasilnya. Contohnya, diabetes. Neuropati retina adalah komplikasi gangguan yang umumnya terjadi, di mana saraf mata menjadi rusak. Gangguan ini juga menunda proses penyembuhan luka.

Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama untuk penyakit autoimun dan yang mengganggu sistem kekebalan tubuh karena HIV atau AIDS, juga dapat mencegah berhasilnya operasi ini.

Operasi LASIK dilakukan pada pasien minimal berusia 18 tahun. Seseorang yang melakukan aktivitas olahraga yang penuh kontak, tidak dianjurkan melakukan operasi ini.

Penyakit mata tertentu, seperti mata kering, kornea tipis, pupil besar, dan peradangan pada kelopak mata harus diatasi secara serius oleh dokter. Jika tidak, LASIK dapat memperburuk masalah ini.

Berlawanan dengan anggapan pada umumnya, LASIK tidak mengembalikan penglihatan normal sepenuhnya, setiap saat. Faktanya, tingkat keberhasilan pada hasil yang diinginkan hanya 60%. Namun, kebanyakan pasien yang menjalankan tindakan ini menyadari bahwa ketergantungan mereka, terhadap kacamata korektif dan kontak lensa berkurang secara signifikan, setelah operasi.

Bagaimana LASIK bekerja?

LASIK menggunakan laser yang memproduksi panas untuk membuat lipatan yang dibutuhkan agar dapat menjangkau jaringan kornea. Laser juga dapat digunakan untuk merubah bentuk kornea, dengan melelehkan bagian tertentu. Dalam banyak kasus, IOL (lensa intraokular) ditambahkan saat tindakan untuk meningkatkan penglihatan lebih lanjut.

Untuk melakukan LASIK, pertama-tama, pasien akan diberikan tetes mata untuk mencegah infeksi dan membuat bagian mata, mati rasa. Lalu, mata akan ditempatkan dengan banar, sehingga laser dapat mengenai bagian yang diinginkan secara akurat. Peralatan bedah, seperti spekulum atau cincin penyedot, mungkin digunakan untuk membuat mata tetap terbuka dan diam, selama tindakan.

Lipatan kemudian dibuat dengan laser. Pilihan lainnya yang lebih tradisional adalah menggunakan pisau bedah, tindakan ini dikenal sebagai mikrokeratomi. Lalu, jaringan tersebut dibiarkan kering sebelum jenis laser yang disebut excimer, digunakan.

Laser jenis ini digunakan untuk ablasi, maksudnya untuk menghancurkan atau melelehkan bagian kornea yang disebut stroma. Teknologi baru memungkinkan tindakan ini menjadi lebih akurat, sebab dokter tidak hanya dapat memasukkan pengaturan yang tepat pada mesin, namun juga dapat mengatur laser untuk fokus pada mata, saat mesinnya bergerak.

Keseluruhan tindakan memakan waktu kurang dari 15 menit tiap mata.

Komplikasi dan Risiko yang Dapat Terjadi

Salah satu hal yang dirasakan pertama kali oleh pasien adalah sensasi terbakar, yang akan hilang seiring berjalannya waktu. Terlebih lagi, dokter akan memberikan obat yang diresepkan dan cara-cara merawat mata yang telah dioperasi, selagi dalam masa penyembuhan.

Jarang terjadi, LASIK menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya, dan biasanya ini terjadi jika pasien tidak memilih tempat yang memenuhi syarat.

Komplikasi lainnya yang mungkin muncul karena tindakan pembuatan lipatan yang salah, atau pertumbuhan ke dalam epitelium dan keratokonus, yang melibatkan permukaan mata yang menonjol karena jumlah jaringan secara signifikan mengalami ablasi..

Rujukan:

  • Garg S, McColgin AZ, Steinert RF. LASIK. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Clinical Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott, Williams & Wilkins: 2013:vol 6, chap 49.
  • Alio JL, Azar DT, Stasi K, Soria FA. Surgical correction of presbyopia. In: Yanoff M, Duker JS, eds. Ophthalmology. 4th ed. St. Louis, MO: Mosby Elsevier; 2013:chap 3.10.
  • Yanoff M, Cameron D. Diseases of the visual system. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 431.
Bagikan informasi ini: