Apa Itu Operasi Penggantian Rambut?

Operasi penggantian rambut adalah tindakan yang melibatkan pengelupasan kulit di mana rambut tumbuh yang biasanya terdapat pada bagian belakang kepala dan menempelkannya dengan ukuran kecil di bagian depan kepala untuk mengatasi penipisan atau kebotakan rambut. Disebut juga sebagai transplantasi rambut atau transplantasi folikel. Oleh karena itu, tindakan ini digunakan untuk mengatasi rambut rontok yang biasanya disebabkan oleh kondisi yang menyebabkannya atau masalah genetik.

Pertumbuhan rambut sama seperti pertumbuhan pohon. Rambut mulai berkembang dari akar, yang terletak pada bagian dermis yang lebih dalam, kemudian ke folikel, yang merupakan bagian dari kulit. Setiap rambut dipelihara oleh nutrisi yang dibawa oleh darah melalui pembuluh darah seperti kapiler yang menempel pada akar. Sebagaimana rambut diberi makanan, rambut akan tumbuh dan karena itu semakin terlihat di kulit kepala.

Bagaimanapun, banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut termasuk gaya hidup, usia, genetik, dan kondisi seperti ketidakseimbangan hormon. Pada akhirnya, rambut tampak menipis, rentan terhadap kerusakan, atau rambut orang tersebut akan rontok.

Transplantasi rambut merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kebotakan dan rambut yang menipis karena memberikan hasil yang terlihat lebih alami. Beberapa tindakan operasi yang paling umum adalah:

  • Cangkok rambut – Tindakan ini melibatkan pengangkatan kulit kepala yang memiliki rambut. Kulit yang ditransplantasi tergantung pada kebutuhan pada daerah tindakan. Misalnya, transplantasi pada batas rambut membutuhkan lebih sedikit rambut ketimbang yang berada pada tengah kepala. Metode khusus yang digunakan disebut operasi follicular unit di mana rambut ditransplantasikan satu per satu.

  • Operasi flap – Dokter bedah menciptakan flap (pengangkat kulit kepala dari permukaan tanpa melepaskannya sepenuhnya) dan mentransplantasikannya ke daerah baru dengan menjahitnya untuk menjaganya tetap di tempat.

  • Follicular Unit Extraction – Juga dikenal sebagai FUE, tindakan ini merupakan varian dari operasi follicular unit. Dalam tindakan ini, rambut diambil per unit untuk mengurangi munculnya bekas luka.

Mencangkok rambut sebenarnya merupakan sebuah proses yang berlangsung lama, dan tergantung pada operasi tertentu, mungkin diperlukan waktu beberapa jam hingga satu hari penuh untuk menyelesaikannya. Dokter bedah wajah, yang melakukan operasi tersebut, dapat melakukan setidaknya seribu cangkok pada pasien per operasi.

Meskipun sebagian besar rambut diperoleh dari bagian belakang kepala, rambut tubuh juga dapat dipertimbangkan jika daerah asal donor memiliki jumlah rambut yang terbatas.

Siapa yang Harus Menjalani Operasi Transplantasi Rambut dan Hasil yang Diharapkan

Operasi penggantian rambut sangat cocok untuk orang yang memiliki masalah rambut rontok seperti kebotakan androgenetik. Disebut juga sebagai pola kebotakan laki-laki, kondisi ini ditandai dengan penipisan atau kebotakan rambut, yang jika diamati dari jarak dekat terlihat mengikuti pola tertentu. Kondisi ini terkait dengan faktor keturunan atau genetika. Jika anggota keluarga dekat memiliki masalah ini, kemungkinan besar pasien laki-lakinya juga memilikinya.

Tindakan ini juga dianjurkan bagi pria dan wanita yang mengalami penipisan atau kebotakan rambut karena faktor usia. Pada saat seseorang mencapai usia 50, folikel rambutnya mungkin akhirnya berhenti tumbuh, yang kemudian dapat menyebabkan kebotakan. Orang dengan batas rambut yang tinggi juga mungkin memiliki rambut tipis atau kebotakan pada bagian depan kepala.

Tindakan ini juga dapat bersifat memulihkan rambut kembali seperti ketika pasien menderita trauma (misalnya, luka bakar) yang mengakibatkan rambut rontok.

Agar transplantasi rambut memberikan hasil lebih, pasien harus memiliki sumber rambut alami yang cukup, sebaiknya dari bagian belakang. Selain itu, kualitas rambut harus sesuai dengan yang aslinya untuk menciptakan penampilan yang terlihat lebih alami.

Rambut dari folikel yang baru saja ditransplantasikan akan rontok dalam beberapa bulan pertama, namun hal ini sepenuhnya alami. Hal ini merupakan respon rambut yang ditransplantasikan pada daerah barunya. Pada bulan kelima, biasanya akan tumbuh rambut baru pada folikel yang ditransplantasikan.

Karena tindakan ini adalah operasi, perawatan pasca operasi yang tepat harus diamati. Luka harus ditangani dengan tepat dan segera. Dokter bedah juga dapat memberikan jenis sampo tertentu untuk menghindari hilangnya rambut, atau kerontokan rambut terutama setelah transplantasi.

Meski tindakan ini dapat terasa menyakitkan dan tidak nyaman, kemampuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang membuatnya layak untuk dilakukan bagi kebanyakan orang.

Cara Kerja Operasi Transplantasi Rambut

Bius lokal diberikan sebelum tindakan dimulai untuk kenyamanan pasien. Namun, obat penenang atau bahkan bius total mungkin diperlukan.

Dokter bedah memilih sumber folikel terbaik pada bagian belakang kepala. Sebisa mungkin, bekas luka haruslah mudah tersamarkan oleh rambut alami. Setelah daerah asal donor terbaik ditemukan, daerah tersebut dibuat mati rasa untuk mengurangi rasa sakit dan kemudian diangkat dengan menggunakan pisau bedah. Kemudian, sisa kulit kepala ditutup.

Dari kulit kepala dengan folikel yang diangkat atau dipindahkan, dokter bedah kemudian membaginya menjadi cangkokan kecil, masing-masing dengan beberapa helai rambut. Terkadang cangkokan tersebut dapat mengandung hingga 40 helai sementara yang lain hanya 1 atau 2. Laboratorium memisahkan rambut ini dengan satuan folikel. Satuan ini adalah satuan yang tumbuh pada setiap kulit kepala. Berlawanan dengan kepercayaan umum, folikel dapat menumbukan lebih dari sehelai rambut. Pada tindakan FUE, rambut diambil sebagai satuan dari daerah donor. Itulah sebabnya mengapa proses ini membutuhkan waktu lama.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko

Tindakan ini umumnya aman jika dilakukan oleh teknisi dan dokter bedah yang profesional dan memiliki izin. Normal untuk merasakan mati rasa, tidak nyaman, dan sakit setelah operasi. Hal ini bahkan dapat berlangsung selama beberapa hari, namun akan reda seiring berjalannya waktu.

Sebagaimana operasi, tindakan ini menciptakan luka, yang dapat berfungsi sebagai pintu masuk bakteri, yang kemudian dapat menyebabkan infeksi. Dokter biasanya memberikan obat untuk mencegah hal tersebut.

Selain hilangnya rambut karena daerah baru yang membuat rambut tidak terbiasa, folikel yang ditransplantasi mungkin tidak dapat bertahan, yang berarti bahkan pertumbuhan rambut baru juga akan rontok.

Rujukan:

  • American Hair Loss Association: "Hair Loss Treatment."
  • American Academy of Dermatology: "Hair loss: Diagnosis, treatment, and outcome."
Bagikan informasi ini: