Apa itu Otoskopi?

Otoskopi adalah prosedur diagnostik untuk memeriksa struktur dalam telinga menggunakan alat khusus bernama otoskop atau auriskop. Tujuan utamanya adalah mendiagnosis abnormalitas atau kondisi yang menyerang telinga, khususnya pada telinga tengah, karena strukturnyayang bertanggung jawab atas pendengaran dan keseimbangan.

Otoskop memiliki tiga bagian, yaitu kepala, gagang, dan kerucut. Gagang berguna untuk menggenggam otoskop dan merupakan sumber daya sinar cahaya yang akan dipancarkan, sedangkan kepala otoskop terdiri dari bola lampu dan lensa pembesar berdaya rendah. Di sisi lain, kerucut otoskop adalah bagian yang akan dimasukkan ke saluran telinga. Ukuran otoskop sangat beragam, mulai dari ukuran besar dengan dinding menjulang dan bertenanga listrik hingga seukuran genggaman tangan dengan dukungan baterai. Otoskop hadir dapat dilengkapi dengan lensa monokular dan atau binokular.

Siapa yang Perlu Menjalani Otoskopi dan Hasil yang Diharapkan

Kondisi atau penyakit yang dapat terdiagnosis melalui prosedur ini, antara lain:

  • Eksim telinga – Kondisi yang ditandai dengan rasa gatal menetap di dalam telinga dan peradangan di dalam telinga. Saluran telinga akan tampak kering dengan dinding yang berkerak.
  • Otitis media atau infeksi telinga – Kondisi yang ditandai dengan peradangan telinga dalam karena infeksi bakteri. Saluran telinga membengkak, sehingga menimbulkan nyeri menetap dan membuat kemampuan mendengar menurun. Kondisi ini pun sering kali menyebabkan pelepasan cairan yang berupa campuran nanah dan darah.
  • Kondisi yang menyerang gendang telinga atau membran timpanik, seperti timpanosklerosis dan perforasi – Kondisi dapat terdiagnosis oleh melalui versi otoskopi yang telah dimodifikasi. Adalah oOtoskopi pneumatik yang dilakukan dengan memberikan tekanan untuk menentukan bagaimana membran timpanik bergerak. Gendang telinga yang tidak bergerak menandakan adanya efusi di telinga tengah.
    Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk menggambarkan dan membersihkan kotoran telinga atau serumen. Beberapa jenis otoskop memungkinkan penggantian lensa dengan perangkat khusus yang dapat digunakan tidak hanya untuk membersihkan kotoran telinga, namun benda asing yang terjebak di saluran telinga.

Selain dikenal sebagai prosedur yang sangat sederhana, otoskopi dilakukan secara rawat jalan atau di klinik saja, dan dokter mampu membuat diagnosis di hari yang sama. Prosedur ini menimbulkan nyeri ringan hingga tanpa nyeri, dan dengan diagnosis yang cepat, pasien pun diberi resep obat sebelum meninggalkan klinik.

Cara Kerja Otoskopi

Prosedur dimulai dengan memeriksa struktur telinga dan mendeteksi pembengkakan yang merupakan indikasi penyakit telinga. Kemudian, dokter menarik bagian luar telinga secara perlahan untuk meluruskan saluran telinga. Tindakan ini membuat akses menuju gendang telinga atau membran timpanik menjadi lebih baik. Kerucut otoskop akan dimasukkan dan dokter mengevaluasi ujung lainnya untuk memeriksa dinding saluran telinga dan kondisi gendang telinga. Sebagian dokter kemungkinan akan melakukan insuflasi dengan memasukkan hembusan udara ke saluran telinga untuk melihat reaksi gendang telinga. Pasien pun akan diminta untuk menjepit hidung, menutup mata, dan menghembuskan nafasnapas, sedangkan dokter akan mencoba melihat apakah gendang telinga bergerak. Gendang telinga tak bergerak menandakan bahwa tuba Eustachius tersumbat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Otoskopi

Sebagian pasien mengeluhk karena tidak nyaman selama menjalani prosedur ini, khususnya saat dokter memasukkan bagian kerucut otoskop ke saluran telinga yang membengkak atau meradang. Gendang telinga kemungkinan sobek atau terjadi perforasi saat mencoba melegakan tekanan dan nyeri. Dalam kebanyakan kasus, sobekan sembuh dengan sendirinya. Namun dalam kasus tertentu, sobekan dalam gendang telinga bisa menurunkan kemampuan mendengar dalam jangka waktu yang lama dengan disertai dislokasi ossicular chain.

Komplikasi lain yang pernah dikeluhkan pasien berhubungan dengan fungsi telinga tengah dalam untuk dalam mengatur keseimbangan. Beberapa pasien mengalami sakit kepala, kehilangan keseimbangan, dan vertigo. Bahkan ada pasien yang muntah dan mual.

Rujukan

  • Winther B, Doyle WJ, Alper CM. A high prevalence of new onset otitis media during parent diagnosed common colds. Int J Pediatr Otorhinolaryngol. 2006 Oct. 70(10):1725-30.

  • Takata GS, Chan LS, Morphew T, Mangione-Smith R, Morton SC, Shekelle P. Evidence assessment of the accuracy of methods of diagnosing middle ear effusion in children with otitis media with effusion. Pediatrics. 2003 Dec. 112(6 Pt 1):1379-87.

Bagikan informasi ini: