Apa itu Transplantasi Pankreas?

Pankreas adalah organ perut yang berfungsi menghasilkan cairan pencernaan dan hormon tertentu, termasuk insulin. Karena itu, pankreas berperan penting dalam menguraikan makanan dan mengubahnya menjadi energi.

Pada pasien diabetes, pankreas tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup. Ketidakseimbangan ini menyebabkan serangkaian gejala yang dikaitkan dengan diabetes tipe 1. Prosedur transplantasi pankreas dapat meredakan gejala-gejala ini dengan mengganti pankreas yang sakit dengan pankreas sehat.

Siapa yang Perlu Menjalani Transplantasi Pankreas dan Hasil yang Diharapkan

Transplantasi pankreas terkadang dianjurkan sebagai pengobatan untuk diabetes, karena diabetes tipe 1 menyebabkan tubuh pasien tidak dapat menghasilkan insulin. Dengan prosedur transplantasi, pankreas akan dapat menghasilkan insulin dan gejala diabetes dihentikan.

Namun, tidak semua pasien diabetes dapat menjalani transplantasi pankreas. Dokter perlu mempertimbangkan risiko dan manfaat prosedur bagi setiap pasien terlebih dahulu. Transplantasi pankreas untuk diabetes hanya dianjurkan apabila:

  • Pasien juga mengidap penyakit ginjal parah, yang berarti mereka mungkin membutuhkan transplantasi pankreas dan ginjal

  • Pasien mengalami serangan hipoglikemia berat (kadar gula darah terlalu rendah), biarpun telah menjalani terapi insulin

  • Injeksi insulin tidak memberikan hasil yang diharapkan

Setiap pasien yang kemungkinan dapat terbantu prosedur ini tidak langsung dianggap kandidat ideal. Pasien masih perlu menjalani pemeriksaan dan evaluasi medis untuk mengetahui apakah kesehatan mereka memungkinkan untuk menjalani prosedur. Evaluasi akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tekanan darah, detak jantung, dan kesehatan jantung pasien secara keseluruhan. Untuk pemeriksaan, pasien menjalani prosedur berikut:

  • Tes urin dan darah standar

  • Rontgen

  • Pemindaian Duplex

  • Ekokardiogram

  • Elektrokardiogram

  • Angiografi koroner

Faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah biaya transplantasi pankreas dan biaya obat imunosupresan.

Selain itu, bedah transplantasi organ tubuh tidak disarankan bagi:

  • Pasien dengan penyakit jantung koroner

  • Pasien yang baru mengalami serangan jantung

  • Pasien yang mengidap kanker yang tak bisa disembuhkan

  • Pasien yang obesitas

  • Pasien yang mengkonsumsi minuman alkohol secara berlebihan

  • Pasien yang menggunakan obat terlarang

  • Pasien dengan gangguan jiwa atau perilaku yang menyebabkan mereka tidak mampu meminum obat yang dibutuhkan setelah prosedur

Bagi pasien yang dapat menjalani transplantasi pankreas, kemungkinan keberhasilan prosedur cukup tinggi. Hingga 97% pasien dapat bertahan hidup setidaknya satu tahun setelah prosedur, dan hingga 90% dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun. Sebagian besar pasien juga hidup hingga puluhan tahun setelah prosedur.

Kemungkinan bertahan hidup untuk transplantasi ginjal dan pankreas lebih tinggi dibandingkan pasien yang hanya menjalani transplantasi pankreas. Sekitar 85% pankreas donor masih berfungsi dengan baik setelah satu tahun, dan 75% masih berfungsi dengan baik dalam lima tahun setelah transplantasi ginjal dan pankreas. Sementara itu, pasien yang hanya mendapatkan transplantasi pankreas memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih pendek. Hanya 65% pankreas donor yang masih berfungsi setelah satu tahun, dan menurun hingga 45% setelah lima tahun.

Cara Kerja Transplantasi Pankreas

Transplantasi pankreas dilakukan dengan bius total, yang berarti pasien tertidur selama prosedur dan tidak merasakan sakit. Prosedur ini harus segera dilakukan setelah pankreas donor tersedia. Namun, ini berarti pasien juga dapat menunggu lama untuk mendapatkan donor.

Operasi transplantasi membutuhkan pembuatan sayatan di area perut, sehingga dokter bedah dapat memasukkan donor pankreas ke dalam perut dan melekatkannya ke pembuluh darah sekitar dan usus. Pankreas donor akan langsung mulai bekerja dan menghasilkan insulin. Pankreas yang lama dibiarkan di posisi semula.

Prosedur ini dapat dilakukan bersamaan dengan transplantasi ginjal jika pasien juga menderita gagal ginjal stadium akhir.

Setelah transplantasi pankreas, pasien mungkin perlu dirawat inap selama dua hingga tiga minggu. Pasien mungkin perlu menunggu beberapa bulan sebelum beraktivitas seperti biasa. Mereka akan dirawat oleh tim transplantasi selama masa pemulihan.

Pasien yang menjalani transplantasi pankreas juga perlu meminum obat imunosupresan seumur hidupnya. Obat ini dapat membuat tubuh tidak memperlakukan pankreas baru sebagai benda asing, sehingga tubuh tidak menyerang atau menolak pankreas tersebut.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Transplantasi Pankreas

Biarpun efektif, transplantasi pankreas bukan pengobatan utama bagi pasien diabetes. Penyebabnya adalah risiko prosedur yang besar, sedangkan manfaatnya bisa didapatkan dari pengobatan lain, seperti injeksi insulin biasa.

Beberapa risiko dan komplikasi yang dapat terjadi selama dan setelah transplantasi pankreas untuk diabetes meliputi:

  • Penolakan organ

  • Trombosis, atau penggumpalan darah dalam pembuluh darah yang terhubung ke pankreas donor

  • Pankreatitis, atau peradangan pankreas (biasanya langsung terjadi setelah transplantasi, tapi seringkali tidak bertahan lama)

Karena pasien harus meminum obat imunosupresan untuk mencegah penolakan organ, pasien juga berisiko mengalami efek samping akibat obat tersebut. Di antaranya adalah:

  • Lebih rentan terkena infeksi

  • Tekanan darah tinggi

  • Osteoporosis, atau tulang melemah

Kebanyakan komplikasi bedah transplantasi pankreas dapat disembuhkan, namun terkadang pankreas donor perlu diangkat jika menyebabkan masalah kesehatan serius.

Lama-kelamaan, pankreas donor juga akan berhenti berfungsi. Jika hal ini terjadi, pasien perlu menunggu donor pankreas baru dan pankreas donor yang lama akan diganti.

Rujukan:

  • Dean PG, Kukla A, Stegall MD, Kudva YC. “Pancreas transplantation.” BMY 2017;357. http://www.bmj.com/content/357/bmj.j1321

  • Dholakia S, Mittal S, Quiroga I, et al. “Pancreas Transplantation: Past, Present, Future.” The American Journal of Medicine. July 2016(129)7:667-673. http://www.amjmed.com/article/S0002-9343(16)30199-1/fulltext

  • Jiang A, Rowe N, Sener A, Luke P. “Simultaneous pancreas-kidney transplantation: The role in the treatment of type 1 diabetes and end-stage renal disease.” Can Urol Assoc J. 2014 Mar-Apr; 8(3-4):135-138. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4001637/

Bagikan informasi ini: