Apa itu Konsultasi Bedah Diafragma Lanjutan?

Pasien yang telah menjalani bedah diafragma akan dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi lanjutan setelah pembedahan. Jumlah konsultasi lanjutan akan bergantung pada proses pemulihan pasien. Biasanya, jika tidak ada komplikasi yang ditemukan pada konsultasi lanjutan pertama, maka pasien tidak perlu menemui dokter lagi, kecuali bila nantinya pasien mengalami gejala tertentu. Namun, beberapa pasien mungkin perlu terus dipantau, sehingga rencana perawatan lanjutan jangka panjang akan dibutuhkan.

Pasien yang menjalani pembedahan apapun, termasuk pembedahan pada diafragma, sangat disarankan untuk mengikuti konsultasi lanjutan supaya dapat tetap sehat dan pulih sepenuhnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Diafragma Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi lanjutan dilakukan untuk memastikan pasien yang telah menjalani bedah diafragma dapat pulih sepenuhnya. Bedah diafragma biasanya bertujuan untuk:

  • Memperbaiki cacat bawaan atau didapat pada diafragma
  • Memperbaiki diafragma yang rusak atau cedera akibat trauma
  • Mengobati hernia diafragmatika


Sementara itu, tujuan dari pemeriksaan pasca bedah lanjutan adalah:

  • Memeriksa kondisi pasien secara keseluruhan
  • Menilai hasil pembedahan
  • Memantau proses pemulihan pasien
  • Memeriksa apakah pasien membutuhkan perawatan penanganan nyeri
  • Mencari pertanda komplikasi atau memastikan tidak ada komplikasi

Cara Kerja Konsultasi Bedah Diafragma Lanjutan

Dokter dapat menjadwalkan konsultasi bedah diafragma lanjutan dalam beberapa hari atau beberapa minggu setelah pembedahan, jika dirasa perlu. Konsultasi ini dilakukan di klinik atau kantor dokter. Konsultasi hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, karena biasanya tidak ada tes yang dilakukan, terutama apabila dokter tidak melihat ada tanda komplikasi.

Selama konsultasi lanjutan, pasien akan diminta menerangkan apa yang dirasakan setelah pembedahan serta apakah ada gejala yang berkaitan dengan pembedahan. Walaupun tes diagnostik sudah tidak diperlukan, dokter dapat melakukan tes darah sederhana, uji fungsi paru dasar, serta pemeriksaan fisik. Dokter juga akan memeriksa apakah bekas luka atau sayatan dari pembedahan telah pulih.

Saat konsultasi lanjutan pertama, dokter akan menjelaskan hasil pembedahan, yang bisa dinyatakan sukses atau pasien masih membutuhkan perawatan tambahan.

Sebelum konsultasi berakhir, dokter akan memberikan keterangan tambahan, seperti kapan pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa, kegiatan yang aman dilakukan, kapan pasien boleh kembali bekerja, dan lain-lain.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Bedah Diafragma Lanjutan

Konsultasi lanjutan setelah bedah diafragma sangatlah penting, karena semua pembedahan memiliki resiko tertentu bagi kesehatan dan hidup pasien. Contohnya adalah perdarahan, kehilangan darah, penggumpalan darah, nyeri dan infeksi. Walaupun sering terjadi, komplikasi ini mudah disembuhkan dan dicegah dengan obat penghilang nyeri dan antibiotik.

Namun, bedah paru-paru juga memiliki resiko khusus, seperti cedera saraf, infark miokard dan embolisme, atau penyumbatan arteri akibat gumpalan darah atau gelembung udara. Resiko komplikasi juga akan meningkat apabila pasien menderita penyakit lain. Semua faktor ini akan dipertimbangkan saat konsultasi bedah diafragma lanjutan.

Supaya dokter dapat memberikan rekomendasi yang akurat, pasien harus memberitahukan semua gejala yang dialami, terutama gejala yang baru muncul pada jeda konsultasi. Dengan begitu, dokter dapat medeteksi resiko dan komplikasi sejak dini dan segera memulai pengobatan.

Rujukan:

  • Keller RL, Guevara-Gallard S, Farmer DL. Surgical disorders of the chest and airways In: Gleason CA, Devaskar SU, eds. Avery's diseases of the newborn. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 49.
Bagikan informasi ini: