Apa itu Konsultasi Bedah Dada Lanjutan?

Konsultasi lanjutan adalah bagian penting dari perawatan pasca-operasi untuk pasien yang menjalani bedah dada, untuk mengobati berbagai kondisi, seperti kanker atau tumor ganas pada otot, tulang dan struktur lainnya dari dinding dada.

Dinding dada berfungsi sebagai pelindung organ tubuh paling vital. Setiap masalah yang memengaruhinya dapat menyebabkan konsekuensi serius, seperti menganggu pernapasan dan memuci masalah pada sistem peredaran darah. Dinding dada

terdiri dari 12 tulang rusuk terhubung ke struktur yang fleksibel kerangka yang membentuk daerah bahu, otot internal dan eksternal, pembuluh darah, tulang rawan, saraf, jaringan lemak dan jaringan ikat lunak lainnya. Struktur ini kadang-rentan terhadap serangan masalah atau risiko kesehatan baik karena penyakit atau trauma. Sehingga, operasi dinding dada dilakukan sebagai salah satu bentuk pengobatan paling efektif untuk mengatasi kondisi ini. Meskipun, bedah dada memiliki risiko dalam tingkat tertentu.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Dada Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah dada lanjutan biasanya merupakan pemeriksaan pertama dijadwalkan oleh dokter bedah, segera setelah pasien telah dipulangkan dari rumah sakit atau kunjungan rutin yang dimulai setelah pembedahan hingga 24 setelahnya. Jika kunjungan rutin, umumnya dilakukan per enam bulan sekali. Konsultasi lanjutan ini diperuntukkan bagi mereka yang menjalani pembedahan untuk mengatasi kondisi berikut:

  • Tumor dinding dada
  • Kanker paru-paru
  • Mesothelioma
  • Kanker esofagus
  • Efusi pleura ganas
  • Sarkoma
  • Limfoma
  • Thymoma
  • Kanker metastatik yang telah menyebar ke paru-paru atau dinding dada
  • Cacat dinding dada baik bawaan dan diperoleh
  • Cedera dinding dada
  • Gangguan saluran pernapasan
  • Pektus Ekskavatum
  • Hyperhydrosis


Konsultasi lanjutan sangat penting terlepas dari jenis bedah, umumnya termasuk:

  • Reseksi dinding dada – Bedah ini mengangkat bagian dinding dada yang ditumbuhi oleh tumor, termasuk jaringan sehat di sekitarnya. Dalam kebanyakan kasus, bedah dapat menghilangkan tumor sepenuhnya, tetapi pasien biasanya masih harus menjalani kemoterapi atau terapi radiasi untuk memastikan semua sel kanker hancur.

  • Rekonstruksi dinding dada - Ini dilakukan ketika ada cacat pada dinding dada, baik bawaan atau diperoleh. Cacat bawaan disebabkan oleh kelainan perkembangan yang muncul saat lahir. Sementara cacat diperoleh mungkin karena trauma/cedera atau dampak dari kanker atau juga reseksi. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk merekonstruksi dinding dada, sehingga kembali ke bentuk dan fungsi aslinya.

  • Transplantasi paru – Tindakan ini hanya akan dilakukan pada penyakit paru-paru dan stadium akhir kanker paru-paru parah. Paru-paru pasien akan diganti dengan organ donor, yang diperoleh pada pasien yang mengalami kematian otak sehingga hidup dengan alat-alat penopang. Untuk mengganti paru-paru, bedah dada terbuka diperlukan yang panjang dan juga rumit. Sebelum pembedahan, pasien akan menjalani beberapa tes dan mungkin harus menunggu sampai paru-paru donor dengan jaringan yang kompatibel ditemukan. Setelah operasi, pasien akan membutuhkan terapi imunosupresi terus menerus untuk mencegah penolakan tubuh terhadap paru-paru donor. Oleh sebab itu, pasie membutuhkan konsultasi serta perawatan lanjutan secara rutin.


Tujuan dari konsultasi lanjutan adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengevaluasi hasil pembedahan baru-baru ini
  • Untuk memantau kondisi pasien setelah prosedur
  • Untuk memeriksa efek samping pasca-operasi
  • Untuk menangani efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi pasien, untuk mengobati kondisi


Di sisi lain, konsultasi dan perawatan lanjutan dalam jangka panjang, diharapkan dapat:

  • Untuk memeriksa apakah penyakit pasien muncul kembali, terutama dalam kasus kanker
  • Untuk menangani efek samping yang muncul belakangan
  • Untuk memastikan konsumsi obat-obatan secara aman
  • Untuk membantu pasien menjaga kesehatan pasca-operasi

    Cara Kerja Konsultasi Bedah Dada Lanjutan

Konsultasi bedah dada lanjutan umumnya melibatkan langkah-langkah di bawah ini:

  • Mengulas riwayat medis pasien
  • Menilai gejala yang dirasakan sebelumnya dan saat ini
  • Deteksi gejala baru
  • Mengevaluasi obat yang dikonsumsi dan efeknya, jika memang diresepkan oleh dokter
  • Pemeriksaan fisik


Selain itu, dokter kadang merekomendasikan tes khusus, seperti:

  • Pengujian fungsi paru
  • Elektrokardiogram
  • Mamografi
  • Pemeriksaan Tiroid
  • Pemindaian, seperti sinar-x dan CT scan
  • Tes darah
  • Biopsi


Tes-tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kekambuhan atau memastikan kecurigaan dokter, bahwa penyakit pasien telah kembali.

Meskipun sebagian besar konsultasi lanjutan cenderung mengikuti pola tertentu, waktu dan penjadwalan kunjungan tergantung pada rencana perawatan lanjutan yang perlu dijalani pasien. Biasanya dilakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan serta kondisi pasien. Rencana perawatan juga akan mempertimbangkan preferensi pasien sendiri. Dengan demikian, beberapa pasien mungkin diminta untuk kembali ke kantor dokter setahun sekali, sementara beberapa mungkin akan dijadwalkan untuk konsultasi lanjutan lebih sering, misalnya setiap dua bulan atau lebih. Bisa juga agak jarang, misalnya setiap dua tahun sekali.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Dada Lanjutan

Konsultasi bedah dada lanjutan adalah kunjungan rutin aman. Kecuali, pasien diminta menjalani pemeriksaan tertentu. Meskipun begitu, risikonya masih sangat rendah. Risiko yang lebih besar datang jika pasien melupakan janji konsultasi lanjutannya, karena pasca-operasi dapat mengembangkan komplikasi dan penyakit juga dapat datang kembali. Karena bedah yang dilakukan adalah bedah dada terbuka kompleks, sehingga komplikasi berikut mungkin terjadi:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Kehilangan darah
  • Bekuan darah
  • Nyeri


Kambuh mungkin terjadi pada kasus kanker, meskipun beberapa pasien mungkin lebih rentan daripada yang lain. Menjalani konsultasi lanjutan, memungkinkan dokter untuk mendeteksi kekambuhan atau komplikasi lebih dini, sehingga data ditangani dan pasien bisa pulih sepenuhnya.

Rujukan:

  • Mason, R. Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine, 5th edition, Saunders, 2010.

  • Johnson DH, Blot WJ, Carbone DP, et al. Cancer of the lung: non-small cell lung cancer and small cell lung cancer. In: Abeloff MD, Armitage JO, Niederhuber JE, et al, eds. Abeloff's Clinical Oncology. 4th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2008:chap 76.

Bagikan informasi ini: