Apa itu Konsultasi Lanjutan Pasca Bedah Kardiotoraks Anak?

Konsultasi lanjutan pasca bedah kardiotoraks pediatri adalah janji temu dengan dokter bedah pasca pembedahan. Hal ini merupakan bagian dari perawatan anak pasca bedah.

Pediatri adalah cabang kedokteran yang berfokus dalam menangani pasien di bawah usia 21 tahun, termasuk bayi yang baru lahir. Prosedur bedah kardiotoraks yang dilakukan pada pasien muda, biasanya berhubungan dengan cacat genetik yang memengaruhi jantung.

Jantung adalah salah satu organ tubuh paling kuat yang bertanggung jawab untuk memompa darah setiap saat, sepanjang hidup seseorang. Bilik kanan mengalirkan darah ke paru-paru, sehingga darah bisa diperkaya dengan oksigen. Lalu, dialirkan ke kiri, di mana jantung memompa darah ke arteri dan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Jika jantung mengalami kecacatan, biasanya karena strukturnya. Maka dapat menyebabkan masalah dalam pendistribusian darah, dan menyebabkan jantung berhenti atau yang dikenal dengan istilah “kematian jantung”.

Ada beberapa jenis cacat jantung. Di antaranya lubang septal, stenosis atau penyempitan pada katup jantung, dan tetralogi fallot (masalah jantung di mana terjadi empat abnormalitas secara bersamaan termasuk menyempitnya arter paru-paru). Kebanyakan darah masalah jantung perlu ditangani dengan prosedur bedah invasif.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Lanjutan Pasca Bedah Kardiotoraks Anak & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi lanjutan pasca bedah kardiotoraks anak direkomendasikan bagi:

  • Mereka yang telah menjalani bedah kardiotoraks – Konsultasi lanjutan merupakan bagian dari perawatan pasca bedah untuk memastikan pasien benar-benar pulih dan sesuai dengan ekspektasi dokter.

  • Pasien yang dianggap beresiko tinggi – Bedah kardiotoraks memiliki beberapa resiko dan komplikasi. Seperti, pendarahan, infeksi, sulit bernapas, dan reaksi alergi terhadap obat-obatan yang dikonsumsi. Penting untuk meminimalisir resiko yang telah disebutkan. Sebab, menurut penelitian yang dilakukan di Finlandia, sebagian besar dari 6.000 pasien yang menjalani bedah untuk memperbaiki penyakit jantung kongenital meninggal akibat komplikasi.

  • Individu yang mendapatkan rujukan dari dokternya – Ada beberapa kasus, di mana pasien kembali menemui dokter untuk menjalani konsultasi lanjutan. Dan beberapa dokter terkadang membutuhkan keahlian khusus dari dokter bedah untuk memberikan diagnosis yang lebih tepat atau pilih pengobatan yang lebih baik bagi pasien.

  • Pasien yang membutuhkan persetujuan – Banyak anak yang telah menjalani pembedahan dapat melakukan aktivitas fisik. Namun, sebelum mereka melakukannya, pasien perlu mendapatkan persetujuan dari dokter untuk memastikan bahwa mereka bugar untuk menjalani aktivitas tersebut. Begitupun, saat anak perlu mengunjungi dokter gigi. Karena, jika tidak dalam kondisi bugar, prosedur pengobatan gigi dapat mengancam nyawa.

Konsultasi lanjutan perlu dilakukan, sebab:

  • Tanggapan anak-anak terhadap prosedur bedah berbeda dengan orang dewasa.
  • Komplikasi yang dapat muncul pasca pembedahan.
  • Beberapa anak membutuhkan perawatan kangka panjang.

Cara Kerja Konsultasi Lanjutan Pasca Bedah Kardiotoraks Anak

Konsultasi lanjutan dapat dilakukan setelah pasien pulang dari rumah sakit. Dokter dan orang tua pasien dapat mendiskusikan jadwal konsultasi, program dan perawatan pasca bedah yang perlu dilakukan. Misalnya, dokter menunjukkan kepada orang tua pasien, bagaimana cara menangani luka pasca bedah atau mengamati jika ada tanda-tanda infeksi yang muncul. Dokter juga akan membicarakan jenis aktivitas yang perlu dihindari oleh anak, sampai ia benar-benar pulih.

Jadwal konsultasi lanjutan tergantung pada beberapa faktor dan program perawatan yang direncanakan. Biasanya, konsultasi lanjutan pertama akan dilakukan antara 10 – 14 hari setelah pasien pulang dari rumah sakit. Umumnya, pasien perlu menjalani pemeriksaan fisik dan wawancara. Pada tahap ini, pasien dan orang tua dapat mengutarakan kekhawatirannya, seperti jika ada rasa nyeri, tidak nyaman, sulit bernapas, atau demam. Tergantung seberapa parah kekhawatiran pasien, dokter spesialis bedah mungkin meminta pasien menjalani tes tambahan, termasuk pemindaian seperti rontgen dan MRI.

Sementara untuk perawatan pasca bedah lanjutan, biasanya dokter anak akan dilibatkan. Dokter anak akan berkerjsama dengan dokter bedah kardiotoraks, jika yang menjalani pembedahan adalah anak di bawah usia 21 tahun. Bergabungnya dokter anak bertujuan untuk membantu pasien mengatasi masa pasca bedah, tidak hanya penyembuhan tapi untuk jangka panjang. Ini dilakukan, karena pasien lebih sering bertemu dokter anak, sehingga dokter anak lebih familiar terhadap kondisi pasien. Oleh karenanya, dokter anak dapat mengetahui masalah yang muncul akibat pembedahan.

Pasien mungkin perlu bertemu dengan dokter bedah kardiotoraks paling tidak setahun dua kali dalam beberapa tahun, tapi ini tergantung kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Lanjutan Pasca Bedah Kardiotoraks

Beberapa anak mungkin tidak menyukai kunjungan ke dokter secara rutin, dan sikap mereka dapat mempersulit penyedia layanan kesehatan profesional untuk menyediakan perawatan pasca bedah dengan tepat. Cara untuk mengatasinya adalah berkoordinasi dengan orang tua, sehingga anak dapat memahami bahwa konsultasi lanjutan merupakan hal yang penting.

Rujukan:

  • Chung DH. Paediatric surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 13.

  • Neumayer L, Vargo D. Principles of preoperative and operative surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 11.

Bagikan informasi ini: