Apa itu Perawatan Bedah Kepala Lanjutan?

Pembedahan pada kepala dan leher merupakan prosedur yang rumit dan membutuhkan banyak pemeriksaan lanjutan untuk perawatan dan penanganan yang baik. Selain dilakukan oleh dokter layanan primer, perawatan bedah kepala lanjutan juga dilakukan oleh dokter spesialis yang memiliki keahlian khusus dalam bagian tubuh yang dipengaruhi oleh pembedahan.

Perawatan lanjutan sangatlah penting dalam proses pemulihan dan untuk memastikan penyakit tidak akan kambuh kembali. Mengembalikan fungsi dan mobilitas dari tubuh pasien merupakan prioritas utama bagi pasien dan dokter.

Ada 5 aspek pasca operasi yang harus diperhatikan oleh dokter atau spesialis setelah pembedahan, yaitu:

  • Mendeteksi apakah pembedahan tidak dapat mengatasi penyakit pasien, atau dalam kasus kanker otak, kepala, atau leher, apakah kanker telah tumbuh kembali atau menyebar ke bagian tubuh lainnya;

  • Meninjau hasil prosedur pembedahan

  • Mendeteksi komplikasi yang muncul akibat pembedahan, dan memberikan pengobatan untuk komplikasi tersebut;

  • Memberikan panduan tentang cara menjaga kesehatan, atau merujuk pasien untuk mengikuti rehabilitasi dan konseling resiko; serta

  • Memberikan dukungan emosional bagi pasien yang mengalami gangguan psikis atau cacat fisik setelah menjalani pembedahan dan pengobatan.

Pada kepala dan leher terdapat organ dan sistem yang vital bagi tubuh. Sistem dan organ vital ini dapat mengalami gangguan akibat pembedahan, sehingga keduanya harus diperiksa secara rutin setelah pembedahan supaya pasien dapat pulih sepenuhnya.

Kemungkinan komplikasi dan efek samping yang dapat mengganggu kesehatan pasien juga akan terus diawasi supaya tidak menghambat proses pemulihan.

Selain memberikan obat-obatan dan terapi lanjutan untuk memaksimalkan hasil dari pembedahan kepala, dokter yang melakukan perawatan lanjutan juga akan memberikan panduan tentang perawatan yang dapat dilakukan di rumah pada pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Bedah Kepala Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Semua pasien yang telah menjalani pembedahan pada otak, kepala, atau leher harus rajin mengikuti perawatan dan konsultasi lanjutan yang disarankan oleh dokter layanan primer atau spesialis. Hasil yang diharapkan dari perawatan lanjutan adalah mendeteksi dan mengobati komplikasi sejak dini, memaksimalkan manfaat dari pembedahan, memberikan bantuan medis dan emosional pada pasien serta menjaga kesehatan pasien setelah pembedahan.

Cara Kerja Perawatan Bedah Kepala Lanjutan

Jeda waktu antara pembedahan dan konsultasi lanjutan yang pertama akan berbeda bagi setiap pasien, tergantung pada jenis pembedahan, kesehatan pasien dan kemungkinan resiko, serta komplikasi dan efek samping yang diperkirakan oleh dokter. Sebagai contoh, pasien yang telah menjalani pembedahan untuk kanker otak, kepala, atau leher harus menjalani perawatan lanjutan setiap bulan pada tahun pertama setelah pembedahan, setiap dua bulan sekali pada tahun kedua, dan setiap empat bulan sekali pada tahun ketiga. Hal ini dilakukan supaya dokter dapat rutin mencari tanda kambuhnya kanker serta mencegah komplikasi yang dapat disebabkan oleh kanker di kemudian hari.

Konsultasi biasanya diawali dengan meninjau riwayat kesehatan pasien, rincian dari pembedahan yang baru saja dijalani serta apa yang dirasakan dan dikeluhkan oleh pasien setelah pembedahan. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pada beberapa kasus, dokter juga dapat meminta tes laboratorium dan prosedur pencitraan untuk memeriksa area pembedahan dan bagian tubuh di sekitarnya.

Pasien yang telah menjalani bedah tumor otak akan membutuhkan pemeriksaan fisik khusus untuk mencari gangguan yang biasanya terjadi setelah pembedahan otak. Pasien harus menemui spesialis bedah saraf atau spesialis saraf untuk menjalani pemeriksaan fisik dan pemindaian otak (misalnya magnetic resonance imaging / MRI). Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi adalah:

  • Hilangnya penglihatan
  • Tubuh terasa lemas
  • Gangguan keseimbangan
  • Hilang ingatan
  • Kesulitan melakukan aktivitas yang rumit dan mengambil keputusan
  • Kesulitan berbicara atau menyusun kata-kata


Pada kasus bedah otak, otak memiliki kemampuan untuk pulih dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, ada beberapa pasien yang menderita penyakit lain yang menghambat proses pemulihan ini.

Hal lain yang akan dibicarakan saat perawatan bedah kepala lanjutan adalah rehabilitasi. Setelah mendengarkan keluhan pasien, dokter akan merujuk pasien untuk menjalani perawatan lanjutan di fasilitas rehabilitasi atau pusat terapi rawat jalan. Pasien juga dapat memilih untuk melakukan terapi di rumah. Pada terapi rumah, terapis akan datang ke rumah pasien dua hingga tiga kali setiap minggunya.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Perawatan Bedah Kepala Lanjutan

Perawatan lanjutan untuk bedah kepala merupakan prosedur yang aman dan bermanfaat bagi pasien. Namun, resiko dan komplikasi dari pembedahan dapat mengganggu kesehatan pasien jika ia tidak rutin menemui dokter spesialis atau dokter layanan primernya.

Rujukan:

  • Gasco J, Mohanty A, Hanbali F, Patterson JT. Neurosurgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 68.
Bagikan informasi ini: