Apa itu Konsultasi Bedah Leher Lanjutan?

Pasien yang telah menjalani bedah leher biasanya akan dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi lanjutan untuk meninjau hasil bedah dan memeriksa adanya komplikasi atau tidak. Sehingga, jika terjadi komplikasi dapat segera ditangani.

Bedah leher dapat dilakukan karena berbagai alasan. Salah satu tujuan utama dari bedah leher adalah menangani gangguan pada cervical spine, atau bagian paling atas dari tulang belakang yang berada di area leher.

Namun menurut dokter bedah tulang belakang, bedah leher hanya boleh dilakukan apabila penyebab nyeri telah diketahui. Hal ini berarti bedah leher tidak boleh dilakukan untuk mencari penyebab nyeri. Selain itu, pembedahan ini merupakan prosedur elektif dan hanya dilakukan jika pengobatan non-bedah, seperti yoga dan kiropraktik, tidak berhasil.

Bedah leher biasanya dianjurkan untuk memperbaiki cacat fisik, menangani nyeri kronis, atau mengobati saraf yang terjepit.

Bedah leher juga dapat menolong pasien yang mengalami gangguan pada laring, tenggorokan, atau leher. Misalnya, adanya pertumbuhan tumor atau massa. Pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat tumor dan melakukan biopsi untuk mengetahui apakah sampel jaringan bersifat ganas atau jinak.

Walaupun telah banyak kemajuan dalam bidang bedah leher, termasuk metode minim invasif, prosedur ini tetap memiliki resiko dan komplikasi yang membutuhkan perawatan pasca-operasi.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Leher Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah leher lanjutan wajib diikuti oleh semua pasien yang telah menjalani pembedahan leher, baik dengan teknik invasif atau minim invasif. Saat pembedahan, dokter bedah selalu berusaha untuk mengendalikan atau mencegah resiko dan komplikasi. Namun pada kasus tertentu, pasien dapat mengalami masalah dalam beberapa hari atau bulan setelah pembedahan. Sehingga, konsultasi lanjutan harus dilakukan untuk mendeteksi masalah tersebut sedini mungkin. Dengan begitu, dokter dapat segera melakukan penanganan dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius.

Konsultasi lanjutan juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kambuhnya penyakit . Contohnya adalah kanker leher yang memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi, terutama jika dideteksi sejak dini. Namun, ada kemungkinan kanker dapat tumbuh kembali. Bahkan, setidaknya 30% kanker leher dapat tumbuh kembali, sedangkan 20% dapat menjadi kanker metastatik, yang berarti kanker telah menyebar ke organ lain sebelum terdeteksi.

Konsultasi lanjutan juga dapat menjadi sarana konseling bagi pasien yang perlu mengubah gaya hidupnya agar tetap sehat setelah pembedahan. Misalnya, pasien dapat diminta untuk berhenti merokok setelah pembedahan atau didiagnosis terkena kanker leher.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Leher Lanjutan

Konsultasi lanjutan sudah akan dibicarakan sejak sebelum pembedahan, karena dokter bedah diharapkan telah menjelaskan semua informasi tentang pembedahan sejak awal.

Konsultasi lanjutan biasanya akan langsung dimulai setelah pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dokter akan mengatur jadwal konsultasi sebelum pasien pulang, dengan mempertimbangkan tujuan konsultasi.

Konsultasi lanjutan pertama akan dilakukan sekitar satu minggu setelah pembedahan. Tujuan utamanya adalah untuk memeriksa apakah ada komplikasi pada area pembedahan. Misalnya, jika tenggorokan pasien berlubang karena kotak suara atau laringnya telah diangkat, dokter akan mencari pertanda infeksi dan mengganti perban. Dokter juga akan memberikan saran tentang aktivitas yang tidak boleh dilakukan untuk sementara waktu serta cara menjaga kebersihan area pembedahan.

Seiring pulihnya tubuh pasien, frekuensi konsultasi lanjutan dapat dikurangi, hanya sekali setiap satu atau tiga bulan. Konsultasi ini akan terus berlanjut selama beberapa tahun, terutama jika tujuannya adalah mencegah, mengurangi, atau menangani kambuhnya penyakit.

Saat konsultasi lanjutan, dokter bedah dapat melakukan tes tertentu untuk memeriksa apakah ada masalah dengan pembedahan atau proses penyembuhan. Ia juga akan bekerjasama dengan dokter lain yang menangani pasien, misalnya spesialis kanker, untuk memastikan pasien dapat beradaptasi dengan pembedahan dan penyakitnya.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Leher Lanjutan

Ada kemungkinan pasien menganggap konsultasi lanjutan tidak terlalu penting. Hal ini akan menyebabkan pasien tidak rutin melakukan konsultasi, atau malah sama sekali tidak berkonsultasi. Pasien yang seperti ini kemungkinan berasumsi bahwa mereka telah sembuh sepenuhnya dan tidak membutuhkan pengawasan dokter, atau mereka merasa telah mengetahui hal yang harus dilakukan. Alasan lain adalah jarak dan kesulitan bergerak.

Dokter yang melakukan konsultasi lanjutan harus mencari cara untuk mempermudah pengawasan dan komunikasi dengan pasien. Dokter dapat menggunakan alat bantu seperti aplikasi smartphone atau konferensi video untuk melakukan konsultasi lanjutan. Walaupun begitu, sebaiknya dokter tetap langsung menemui pasien karena pasien dapat memerlukan pemeriksaan fisik dan tes lain.

Rujukan:

  • Pfaff JA, Moore GP. Otolaryngology. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, eds. Rosen's Emergency Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2014:chap 72.
Bagikan informasi ini: