Apa itu Konsultasi Bedah Mata Lanjutan?

Konsultasi bedah mata lanjutan merupakan bagian dari perawatan pasca bedah yang diberikan oleh dokter bedah mata atau dokter ahli mata lainnya setelah pasien menjalani bedah mata yang dilakukan untuk memperbaiki gangguan pada mata atau bagian-bagian mata. Meskipun masalah mata ringan dapat diobati dan ditangani oleh beragam dokter ahli termasuk dokter umum dan [ahli optometri]https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/optometrist), bedah mata hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis mata. Dokter spesialis mata adalah dokter yang telah menyelesaikan 4 tahun pendidikan kedokteran mata dengan sekitar 3 tahun mempelajari spesialisasi mata serta 1 tahun untuk sub bidang spesialisasi mata. Selain itu, spesialis mata juga telah menyelesaikan program pelatihan bedah di rumah sakit dan fellowship serta mendapatkan sertifikasi dokter spesialis dari dewan kesehatan. Karena gangguan atau masalah pada mata sangat beragam dan rumit, spesialis mata terbagi menjadi banyak sub-bidang seperti ahli penyakit kornea, kelainan refraksi, bedah laser mata, dan penyakit mata yang berkaitan usia seperti presbiopi dan degenerasi makular.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, bidang kedokteran bedah mata telah berkembang pesat dan menjadi lebih canggih sehingga banyak tindakan bedah mata yang dapat dilakukan pada pasien rawat jalan dengan waktu tunggu dan pemulihan yang tergolong sangat cepat. Namun demikian, karena mata adalah salah satu organ tubuh yang paling sensitif, pasien perlu mengikuti seluruh konsultasi dengan teratur dan tepat waktu segera setelah menjalani prosedur bedah mata dan beberapa minggu hingga tahun setelahnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Mata Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Salah satu tujuan utama dari konsultasi bedah mata lanjutan adalah untuk memantau kemungkinan resiko dan komplikasi akibat pembedahan, yang dapat termasuk perdarahan, pembengkakan, dan infeksi. Meskipun jarang terjadi, pasien mungkin mengalami pandangan kabur dan bahkan kebutaan. Komplikasi terkait prosedur pembedahan dapat muncul dengan cepat dan dalam beberapa kasus, dapat berkembang dengan cepat pula. Oleh karena itu, konsultasi lanjutan dapat menjadi semakin lama. Konsultasi lanjutan juga diperlukan untuk memeriksa hasil prosedur bedah mata. Umumnya, dokter bedah mata yang memiliki keahlian dan terlatih dalam bidangnya akan memberikan hasil bedah yang baik dan memuaskan. Namun, ada juga kasus yang hasilnya tidak memuaskan. Selama konsultasi lanjutan berlangsung, dokter bedah dapat memutuskan apakah pasien perlu menjalani pembedahan kembali atau pengobatan dalam bentuk lainnya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Jika pengobatan maupun penanganan yang perlu dilakukan di luar kemampuan atau keahliannya, dokter bedah mata dapat merujuk pasien untuk menemui dokter ahli lainnya. Selain itu, konsultasi lanjutan dapat membantu dokter untuk memeriksa kesehatan mata pasien secara keseluruhan, terutama jika pasien memiliki penyakit mata yang dapat berkembang dengan cepat maupun penyakit mata kronis, atau faktor resiko yang tidak dapat diubah seperti usia dan kondisi seperti diabetes.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Mata Lanjutan

Sebelum pembedahan, dokter bedah mata sudah akan memberitahu pasien mengenai konsultasi bedah mata lanjutan dan mengapa konsultasi lanjutan sangat penting dalam perawatan pasca bedah. Jika prosedur yang dilakukan tergolong rumit atau beresiko, dokter bedah akan melakukan janji temu dengan pasien dalam waktu 24-48 jam setelah bedah untuk memeriksa apakah muncul komplikasi seperti infeksi. Kemudian, dokter bedah akan menentukan kapan pasien dapat diperbolehkan pulang. Jika bedah mata yang dilakukan cukup sederhana, pasien dapat dipulangkan dalam 1-2 hari. Kemudian, dokter bedah dapat meminta pasien kembali dalam beberapa hari hingga seminggu. Dalam beberapa bulan pertama, janji temu atau konsultasi antara dokter bedah dan pasien akan lebih sering dilakukan. Konsultasi ini biasanya diadakan seminggu sekali selama bulan pertama dan kemudian tiga bulan sekali. Perawatan dan konsultasi lanjutan dapat berlangsung hingga satu tahun, tergantung pada kemajuan pasien dan tingkat keparahan kondisinya. Pasien yang mengalami komplikasi bedah atau beresiko tinggi (misalnya, pasien manula dan pasien yang menderita diabetes) dapat dijadwalkan lebih sering untuk menemui dokter. Selama konsultasi bedah mata lanjutan berlangsung, dokter bedah akan: * Melakukan beragam tes mata untuk menentukan apakah terdapat masalah penglihatan atau komplikasi. Tes ini juga dapat dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis kondisi yang memburuk atau kondisi baru. * Menganjurkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut jika diperlukan * Memberitahu pasien cara meningkatkan dan mempercepat masa pemulihan * Memberikan informasi kepada pasien mengenai cara perawatan mata yang lebih baik * Menjelaskan hasil pemeriksaan dan harapan dokter
Konsultasi lanjutan dapat berlangsung sekitar 30 menit hingga 1 jam. Biasanya, jika tidak terdapat perbedaan antara hasil konsultasi sebelumnya dan konsultasi lanjutan yang sedang dijalani, proses konsultasi ini dapat berlangsung lebih cepat. Untuk memberikan layanan konsultasi yang mudah, cepat, dan berjalan mulus, catatan kesehatan pasien perlu selalu diperbarui dan pasien perlu didukung untuk terus mengikuti diskusi dengan menceritakan kekhawatirannya mengenai gangguan pada mata.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Mata Lanjutan

Jika pasien merasa hasil bedah matanya cukup baik dan tidak memiliki masalah maupun komplikasi apapun, pasien mungkin memutuskan untuk tidak melakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini dapat menjadi masalah karena dokter bedah tidak dapat melacak kemajuan kesehatan mata pasien. Dengan demikian, dokter bedah perlu menekankan kepada pasien bahwa prosedur bedah hanya menangani penyakit atau kondisi yang diderita dan tidak mencegah munculnya kembali penyakit yang sama atau berbeda. Dengan menjalani konsultasi lanjutan, dokter bedah memiliki kesempatan untuk memantau kesehatan mata pasien, mengenali masalah yang ada, dan menangani masalah pasien sebelum masalah tersebut menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat diobati.

Rujukan: * American Academy of Ophthalmology Retina Panel. Preferred Practice Pattern Guidelines. Diabetic retinopathy. 2012. Available at: www.aao.org/ppp.

Bagikan informasi ini: