Apa itu Konsultasi Pasca Bedah Tangan?

Tangan adalah bagian tubuh terpenting yang multi-fungsi,yang memiliki beragam fungsi. Di antaranya untuk menggenggam dan memegang berbagai benda, serta menyediakan informasi sistem sensorik yang penting. Apabila pasien mengidap penyakit, cedera, gangguan, atau cacat tangan, maka ia sangat disarankan untuk menemui dokter spesialis atau ahli bedah tangan agar mendapat intervensi bedah dan pengobatan.

Konsultasi lanjutan sudah dijadwalkan sebelum pembedahan, sebab merupakan rangkaian pengobatan bagi masalah kondisi tangan yang dirumuskan dokter. Tujuan dari konsultasi ini adalah:Sebelum prosedur bedah dilaksanakan, dokter harus menjadwalkan dan mendiskusikan konsultasi pasca bedah pada pasien. Tujuan dari konsultasi ini adalah:

  • Memantau proses pemulihan pasien
  • Memastikan tangan dapat berfungsi seperti semula
  • Mengawasi, mencegah, atau menangani komplikasi secepatnya
  • Memastikan prosedur bedah telah berhasil memperbaiki kondisi yang diderita pasien. Jika belum pulih sepenuhnya, dokter akan merekomendasi perawatan baru atau tambahan, seperti terapi atau memberi resep obat.

    Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pasca Bedah Tangan dan Hasil yang Diharapkan

Pasien yang telah menjalani operasi tangan harus mematuhi jadwal konsultasi pasca bedah. Dokter akan mengatur jadwal konsultasi yang umumnya dilakukan dalam 10 hingga 14 hari setelah prosedur bedah selesai.

Hasil yang diharapkan dari perawatan lanjutan ini adalah proses pemulihan yang lebih cepat serta aman bagi pasien dan tangan dapat kembali berfungsi normal.

Cara Kerja Konsultasi Pasca Bedah Tangan

Saat konsultasi pasca bedah tangan berlangsung, dokter akan berkonsentrasi memeriksa tingkat keberhasilan operasi dan perkembangan kondisi pasien. Biasanya, dokter akan memulai konsultasi dengan bertanya tentang perasaan dan kondisi pasien setelah menjalani prosedur operasi dan gejala yang dirasakan atau timbul.

Apabila tangan pasien mendapat perban, jahitan, atau belat, maka dokter perlu menanggalkan semua itu agar luka pasca operasi dapat diperiksa untuk mengetahui adanya tanda atau gejala infeksi serta peradangan. Bagi sebagian pasien, khususnya yang sudah mengikuti prosedur perbaikan [sindrom lorong karpal] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/sindrom-carpal-tunnel), [trigger finger] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/trigger-finger), atau kista ganglion, dokter akan mengatur jadwal konsultasi untuk tiga hari setelah operasi agar dapat mengganti perban pada luka operasi.

Pembengkakan wajar terjadi setelah operasi. Dokter akan menyarankan pasien untuk sering mengangkat tangan setinggi dada untuk meminimalisir bengkak. Cara paling umum untuk melakukan hal ini adalah dengan berbaring terlentang dan letakkan tangan di atas tumpukan bantal. Apabila terjadi peradangan, tempelkan ice pack pada tangan agar bengkak tidak membesar.

Sebaiknya pasien bertanya pada dokter mengenai keamanan menggerakan dan melenturkan jari setelah operasi, untuk mencegah jari menjadi kaku dan mengalami radang.

Beberapa pasien akan mengalami peradangan pada tangan dan jari selama dua minggu setelah prosedur bedah. Jika peradangan terus berlangsung, dokter akan membuka atau mengendurkan perban.

Ketika konsultasi pasca bedah tangan, dokter akan memberi resep obat pereda nyeri. Pasien harus memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi untuk menghindari munculnya efek samping, seperti [sembelit] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/sembelit), gatal-gatal dan mual.

Untuk mengetahui efektivitas intervesi bedah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengunakan [sinar-X] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/sinar-x), untuk memastikan kondisi pasien berkembang sesuai harapan. Pemeriksaan menggunakan sinar-X (rontgen) dapat dilakukan rutin untuk mengenali adanya kondisi yang terulang.

Agar fungsi tangan dapat segera normal, dokter akan merujuk pasien pada ahli terapi yang akan membuat latihan tangan untuk mengembalikan kekuatan, kelenturan, fungsi dan mobilitas persendian tangan dan jari. Beberapa latihan yang diberikan berupa menangkat tangan setinggi kepala dan ke belakang leher, melenturkan jari dengan mencoba berbagai posisi dan memutar pergelangan tangan. Agar pasien termotivasi untuk melakukan latihan ini, dokter dan ahli terapi akan menjelaskan secara seksama mengenai dasar alasan dan tujuan dari setiap latihan.

Ahli terapi tangan memiliki spesialisasi dalam merehabilitasi tangan dan kaki serta tangan bagian atas setelah prosedur operasi Selain merekomendasi latihan untuk tangan dan lengan, ahli terapi juga akan membantu pasien untuk beradaptasi dengan kehidupan pasien pasca operasi, dan memudahkan pasien dalam melewati proses pemulihan dengan memberi informasi mengenai pencegahan dan penanganan bekas luka. Ahli terapi mempunyai wewenang untuk mengeluarkan catatan kesehatan yang akan mengizinkan pasien untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan bekerja.

Pasien harus mengikuti saran dokter selama konsultasi pasca bedah tangan, karena hal ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan bedah tangan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pasca Bedah Tangan

Konsultasi pasca bedah tangan adalah prosedur yang aman, terutama jika dilakukan oleh ahli medis yang memenuhi syarat. Penting bagi pasien untuk mempercayai sesi terapi hanya pada ahli terapi tangan yang mempunyai izin praktik agar hasil latihan tangan menjadi maksimal dan mengurangi risiko cedera tangan yang sedang dilatih dalam masa penyembuhan.

Rujukan

  • Webb CW. Metacarpal fractures. In: Eiff MP, Hatch RL, eds. Fracture Management for Primary Care. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011: bab 4.
Bagikan informasi ini: