Apa itu Tindak Lanjut Pasca Operasi Rekonstruktif?

Semua pasien yang menjalani operasi rekonstruksi wajah perlu menjalani tindak lanjut dengan dokter bedahnya untuk memastikan keamanan, memantau proses penyembuhan dan rehabilitasi pasien. Jika terjadi komplikasi, tindak lanjut ini akan memastikan komplikasi ditangani segera dan dengan benar.

Siapa yang Perlu Menjalani Tindak Lanjut Pasca Bedah Rekonstruktif dan Hasil yang Diharapkan

Semua pasien yang menjalani operasi rekonstruksi wajah sangat disarankan untuk melakukan konsultasi lanjutan, sebab perawatan pasca operasi adalah bagian penting dari keseluruhan proses karena membantu memastikan bahwa:

  • Hasil yang diinginkan pasien tercapai
  • Pasien pulih sepenuhnya
  • Obat, jika diresepkan, bekerja seperti yang diharapkan
  • Tidak ada komplikasi atau efek samping dari obat
  • Semua komplikasi ditangani segera dan benar


Konsultasi lanjutan dijadwalkan setelah memar dan pembengkakan mereda adalah yang paling penting, karena spesialis bedah dan pasien dapat mengamati hasil operasi dan membandingkannya dengan hasil yang diinginkan pasien. Selain itu, karena semua operasi memiliki resiko infeksipasien biasanya diberikan antibiotik sebagai tindakan pencegahan. Namun, mereka harus dipantau karena potensi efek samping dari obat tersebut.

Cara Kerja Tindak Lanjut Pasca Operasi Rekonstruktif

Tindak lanjut pasca operasi rekonstruktif dilakukan di kantor dokter bedah atau klinik, dan dapat berlangsung selama sekitar 30 menit. Hal ini biasanya dijadwalkan:

  • Sehari setelah prosedur
  • Satu minggu setelah prosedur
  • Satu bulan setelah prosedur atau setelah memar dan pembengkakan awal mereda


Selama tindak lanjut, spesialis bedah akan mulai dengan menanyakan pasien bagaimana perasaannya dan apakah ia merasakan gejala apapun untuk menilai seberapa baik proses pemulihannya. Meskipun nyeri, memar dan bengkak sangat umum, dan biasanya membaik setelah 7-10 hari. Gejala umum lainnya yang mungkin muncul meliputi:

  • Area di sekitar mata terasa kencang
  • Radang tenggorokan
  • Mual
  • Pembengkakan asimetris pada wajah
  • Kelainan pada kulit
  • Gumpalan pada jaringan kulit dasar
  • Mati rasa di beberapa bagian wajah
  • Kesemutan
  • Pandangan sedikit kabur
  • Mata kering


Gejala lain di luar dari yang disebutkan di atas juga perlu dilaporkan ke dokter.

Jika komplikasi terjadi dan dibahas selama konsultasi lanjutan pertama, spesialis bedah akan menjadwalkan konsultasi lanjutan bagi pasien dalam jangka panjang hingga benar-benar pulih. Jika pasien menunjukkan gejala yang tidak biasa, dokter biasanya akan meminta pasien melakukan konsultasi segera bahkan tanpa membuat janji temu terlebih dulu.

Umumnya pada bulan pertama spesialis bedah tidak menjadwalkan tindak lanjut di bulan pertama. Namun, pasien dapat memintanya, jika merasa khawatir tentang efek jangka panjang dari prosedur, seperti jaringan parut serta perubahan hasil, yang mungkin disebabkan oleh melonggarnya kulit. Pasien juga dapat memutuskan untuk menjalani operasi lainnya, untuk memperbaiki perubahan-perubahan tersebut.

Paling lama, kesembuhan total pasca operasi rekonstruktif adalah satu tahun.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Tindak Lanjut Pasca Operasi Rekonstruktif

Tujuan utama dari tindak lanjut pasca operasi rekonstruktif adalah untuk menjaga pasien dari kemungkinan komplikasi yang berkaitan dengan prosedur tersebut. Jika pasien tidak datang untuk menjalani tindak lanjut pasca operasi, maka risiko pasien mengalami komplikasi meningkat, seperti:

  • Infeksi
  • Penumpukan cairan di bawah kulit
  • Hematoma
  • Pendarahan berlebihan
  • Kulit pecah-pecah
  • Kerusakan saraf, yang dapat berupa sementara atau permanen
  • Infeksi
  • Trombosis vena dalam
  • [Emboli paru] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/emboli-paru)
  • Jaringan parut
  • Kerusakan 0rgan
  • Komplikasi yang timbul dari penggunaan anestesi selama prosedur, seperti reaksi alergi, [pneumonia] (http://www.docdoc.com/info/condition/pneumonia) dan anafilaksis
  • Ketidakpuasan dengan penampilan yang didapatkan dari operasi


Dalam beberapa kasus, pasien memutuskan untuk menjalani prosedur lainnya setelah mencapai benar-benar pulih untuk mencapai tujuan mereka. Untuk mencegah risiko kesehatan yang serius, spesualis bedah menyarankan mereka untuk menunggu setidaknya empat bulan setelah prosedur sebelum menjalani yang baru. Kunjungan tindak lanjut ke dokter bedah setelah empat bulan akan membantu memastikan bahwa pasien siap untuk operasi lain.

Rujukan:

  • American Society of Ophthalmic and Reconstructive Surgery. Available at: www.asoprs.org/i4a/pages/index.cfm?pageid=3659.
Bagikan informasi ini: