Apa itu Konsultasi Bedah Wajah Lanjutan?

Seperti prosedur bedah lainnya, bedah wajah membutuhkan serangkaian sesi konsultasi lanjutan dengan dokter bedah setelah prosedur pembedahan selesai. Sebagai bagian dari pengobatan dan perawatan pasca bedah keseluruhan, konsultasi lanjutan dilakukan untuk berbagai alasan termasuk untuk memantau serta mengurangi kemungkinan resiko dan komplikasi.

Bedah wajah adalah prosedur pembedahan yang dilakukan pada satu atau beberapa bagian wajah, terutama untuk tujuan kecantikan atau rekonstruksi wajah. Bedah rekonstruksi wajah melibatkan pemulihan kembali tampilan serta fungsi dari bagian wajah yang rusak akibat kecelakaan, cacat bawaan, atau penyakit. Salah satu contoh prosedur bedah wajah adalah pencangkokan kulit yang dilakukan pada pasien luka bakar. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil jaringan kulit sehat dari donor dan ditransplantasikan di daerah wajah.

Di sisi lain, bedah kecantikan dilakukan untuk meningkatkan penampilan atau kecantikan bagian wajah tertentu yang mungkin telah berubah akibat usia, penumpukan lemak, atau cacat fisik yang tidak mengganggu fungsi organ dalam. Tidak seperti bedah rekonstruksi, bedah kecantikan merupakan prosedur elektif atau tidak wajib.

Saat ini, kedua jenis bedah wajah tersebut dapat dilakukan dengan teknik minim invasif, suatu teknik bedah yang membutuhkan sayatan yang lebih kecil serta waktu pemulihan dan istirahat yang lebih singkat.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Wajah Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi dan perawatan lanjutan merupakan bagian dari rencana pengobatan dan pengelolaan pasca bedah pasien. Oleh karena itu, pasien yang menjalani bedah wajah juga perlu menjalani konsultasi lanjutan.

Konsultasi lanjutan diperlukan untuk:

  • Memantau kemungkinan resiko dan komplikasi yang timbul setelah pembedahan – Semua prosedur bedah, bahkan bedah minimal invasif, memiliki beragam kemungkinan resiko. Resiko ini termasuk infeksi, pendarahan, memar, dan bagian tubuh tidak dapat digerakkan. Beberapa komplikasi dapat hilang dengan sendirinya, namun untuk memastikan keselamatan pasien, dokter akan memantau kesehatan pasien dengan hati-hati.

  • Evaluasi keberhasilan prosedur bedah – Ada berbagai cara untuk menentukan apakah prosedur bedah yang dilakukan berhasil atau tidak, yaitu dengan melihat: Apakah pasien merasa senang dengan hasil bedah? Apakah bedah tidak menimbulkan komplikasi? Apakah hasil bedah sesuai dengan harapan? Berdasarkan evaluasi ini, dokter bedah dan pasien dapat mendiskusikannya untuk mengetahui apakah pasien perlu menjalani bedah lanjutan, cara mengurangi komplikasi, meningkatkan hasil akhir bedah, atau untuk menjadwalkan perawatan maupun konsultasi lanjutan.

  • Menentukan apakah pasien sudah dapat kembali menjalani aktivitasnya – Pasien yang bekerja mungkin perlu mendapatkan surat keterangan sehat dari dokter bedah. Pasien juga perlu mengetahui apakah dirinya dapat kembali melanjutkan pekerjaan rutin pasca bedah, tidak dapat melanjutkan pekerjaan sementara atau selamanya, atau perlu mengubah cara kerja.

  • Untuk mengetahui apakah pasien memerlukan bantuan dari ahli kesehatan lainnya – Jika pembedahan menimbulkan komplikasi atau hasil yang di luar kemampuan seorang dokter bedah, pasien akan dirujuk kepada dokter ahli lain.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Wajah Lanjutan

Jadwal konsultasi bedah wajah lanjutan dapat sangat beragam tergantung pada kondisi pasien. Umumnya, jika prosedur bedah menggunakan teknik invasif atau resikonya tinggi, dokter bedah akan menjadwalkan konsultasi dalam waktu 1 atau 2 hari setelah prosedur selesai. Setelah itu, pasien mungkin cukup untuk mengunjungi dokter bedah selama seminggu sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, setahun dua kali, dan kemudian satu tahun sekali.

Namun, jika tidak ada komplikasi yang muncul dan hasil prosedur bedah wajah sesuai dengan keinginan dokter dan pasien, konsultasi lanjutan dapat dikurangi satu atau dua kali, terutama jika pasien merasa sangat sehat.

Selama konsultasi lanjutan, dokter bedah dapat melakukan:

  • Melepaskan jahitan, serta tabung drainase
  • Memeriksa luka dan menutupinya bila diperlukan
  • Mencari tanda-tanda komplikasi
  • Menentukan apakah pasien dapat menghentikan pengobatan, melanjutkan, atau mengubahnya
  • Mengevaluasi hasil bedah wajah, termasuk kepuasan pasien
  • Mengidentifikasi perubahan keadaan emosional atau psikologis pasien setelah bedah wajah selesai dan membuat rujukan kepada psikiater bila diperlukan
  • Memberikan nasihat kepada pasien tentang cara untuk merawat dan menjaga hasil prosedur bedah wajah
  • Memastikan apakah pasien mungkin memerlukan pembedahan tambahan, baik dalam waktu dekat atau dI kemudian hari
  • Merujuk pasien kepada dokter ahli lainnya atau dokter yang dapat mempercepat maupun meningkatkan hasil pemulihan, serta kualitas hidup pasien setelah bedah wajah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Wajah Lanjutan

Konsultasi maupun perawatan lanjutan merupakan hal yang wajib bagi pasien yang telah menjalani prosedur pembedahan. Namun, tidak semua pasien memiliki komitmen yang sama untuk menjalani konsultasi. Pasien mungkin telah pindah ke daerah lain, tidak senang dengan hasil prosedur pembedahan, atau didiagnosis dengan penyakit yang menyebabkan pasien tidak dapat menemui dokter bedah. Jika terjadi, klinik dokter bedah perlu mengetahui penyebab dan mengatasinya.

Rujukan:

  • McGrath MH, Pomerantz J. Plastic surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 69.
Bagikan informasi ini: