Apa itu Pemeriksaan Diabetes Lanjutan?

Pemeriksaan diabetes lanjutan adalah bagian dari proses manajemen dan perawatan diabetes. Tujuan utamanya adalah memantau perkembangan penyakit sehingga komplikasi bisa diantisipasi, dikendalikan, dan ditangani dengan cepat serta efektif. Menurut Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), paling tidak ada 29 juta orang di Amerika Serikat mengidap diabetes, dan sekitar 8 juta belum terdiagnosa. Diabetes adalah penyakit metabolisme yang dikarakteristikan dengan tidak adanya produksi atau kegagalan tubuh untuk menghasilkan insulin, hormon yang bertanggung jawab mengatur kadar gula darah. Penyakit ini tidak memiliki obat, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius termasuk gagal ginjal, hilangnya penglihatan, dan kerusakan saraf. Namun, dapat dikendalikan dengan pemeriksaan lanjutan dan suntikkan insulin secara rutin.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Diabetes Lanjutan & Hasil yang Diharapkan

Tindakan pemeriksaan lanjut ini idealnya dilakukan oleh orang yang terdiagnosa, dengan: Diabetes tipe 1 – Sebelumnya dikenal dengan juvenile diabetes atau diabetes pada anak remaja. Diabetes tipe 1 merujuk pada ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan insulin. Biasanya terjadi di awal masa kehidupan, saat kecil atau remaja. Meskipun penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini dapat dikendalikan dengan pembedahan seperti pencangkokan pankreas, sementara metode pengobatan klasik adalah suntikan insulin secara rutin. Diabetes tipe 2 – Kadangkala dikenal sebagai lifestyle diabetes. Umum terjadi pada orang-orang yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas, juga mereka yang terdiagnosa dengan hipertensi dan penyakit jantung. Penyakit ini muncul saat tubuh mulai mengembangkan penolakan terhadap insulin. Sehingga tubuh menjadi resisten terhadap hormon dan pankreas tidak lagi menghasilkan insulin yang cukup untuk sel-sel yang berbeda. Akibatnya, kadar gula darah meningkat. Diabetes gestasional – Ini adalah diabetes yang memengaruhi wanita hamil. Tidak ada penyebab pastinya, namun tidak berarti si ibu memiliki diabetes sebelum melahirkan. Biasanya, ini terjadi jauh setelah masa melahirkan. Tapi, selama hamil, penting untuk memantau kadar gula dari si ibu untuk menghindari komplikasi seperti melahirkan dengan kadar insulin berlebih. Pemeriksaan diabetes lanjutan juga dapat dilakukan pada pra-diabetes atau mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi namun belum melewati batas diabetes. Ini juga ideal bagi mereka yang memiliki faktor dengan resiko tinggi, seperti:

Sejarah keluarga dengan diabetes * Obesitas * Penyakit jantung * Obesitas * Hipertensi * Merokok * Sejarah gangguan endokrin
Pemeriksaan lanjutan diabetes biasanya dilakukan dua kali setahun dengan paling tidak satu kali pemeriksaan fisik lengkap tiap tahun.

Cara Kerja Pemeriksaan Diabetes Lanjutan

Saat sudah waktunya menjalani pemeriksaan, pasien dapat mengunjungi penyedia layanan kesehatan, seperti dokter umum atau spesialis diabetes, di rumah sakit atau klinik.

Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang diikuti dengan tanya jawab. Ia mungkin akan bertanya tentang perubahan apapun yang dirasakan pasien sejak kunjungan terakhirnya, seperti perubahan penglihatan, sering mati rasa pada bagian tubuh tertentu, atau luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Ia juga akan menanyakan tentang: * Aktivitas fisik * Pola makan * Sejarah episode hipoglikemik * Obat-obat yang dikonsumsi * Pengobatan lainnya
Ini juga waktu terbaik bagi pasien untuk menanyakan kekhawatirannya. Dokter lalu akan meminta serangkaian pemeriksaan untuk memantau atau untuk mendapatkan jawaban pasti atas kekhawatiran pasien. Pemeriksaan ini termasuk puasa glukosa darah dan urinanalisis. Dokter juga akan memeriksa tekanan darah, kreatinin, glomerular filtration rate (GFR), dan fungsi hati. Tergantung hasilnya, dokter akan memberikan rekomendasi untuk mencegah komplikasi, dan memperkenalkan atau merubah rencana perawatan, atau mempertimbangan rujukan ke spesialis lain. Dokter juga menggunakan waktu pemeriksaan lanjutan untuk mengedukasi pasien tentang perawatan diri dan manajemen diabetes.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Lanjutan Diabetes

Beberapa orang, terutama yang kurang mendapatkan pendidikan tepat tentang penyakit, biasanya mengabaikan pemeriksaan lanjutan hingga komplikasi terjadi.

Rujukan:

  • American Diabetes Association. Standards of medical care in diabetes -- 2014. Diabetes Care. 2014;37 Suppl 1:S14-S80. PMID 24357209 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24357209.

  • Buse JB, Polonsky KS, Burant CF. Type 2 diabetes mellitus. In: Melmed S, Polonsky KS, Larsen PR, Kronenberg HM, eds. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011: chap 31.

Bagikan informasi ini: