Apa itu Konsultasi Optometri Lanjutan?

Ahli optometri adalah ahli medis yang bertugas melakukan pemeriksaan mata untuk mendiagnosis gangguan ketajaman penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, presbiopia dan astigmatisma. Ahli optometri, yang memiliki gelar dokter dalam bidang optometri, akan memberi resep dan memilih lensa korektif (kacamata dan lensa kontak) yang sesuai untuk menangani gangguan penglihatan pasien. Di beberapa negara, ahli optometri memiliki lisensi dan telah terlatih untuk mendiagnosis, mengobati dan mengendalikan penyakit mata. Pada kebanyakan kasus, mereka juga dapat memberikan obat-obatan untuk berbagai penyakit mata.

Biasanya, seseorang akan menemui ahli optometri saat ia mulai mengalami gangguan penglihatan, misalnya:

  • Penglihatan buram
  • Kesulitan memfokuskan penglihatan di benda yang dekat atau jauh
  • Sakit kepala karena mata tegang
  • Tidak dapat melihat dengan jelas saat gelap atau malam hari
  • Pusing saat melihat benda yang bergerak
  • Hanya bisa membaca dari jarak jauh
  • Mata kering atau gatal

    Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Optometri Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Saat ini, hampir semua orang selalu menghabiskan waktu di depan komputer, baik di rumah, sekolah, atau tempat kerja. Sehingga, mata akan bekerja terlalu keras. Akibatnya, mata akan menjadi tegang dan mengalami gangguan, bahkan sejak usia muda. Di beberapa sekolah, para murid harus menjalani tes penglihatan. Bila dirasa perlu, mereka akan diminta untuk menemui ahli optometri untuk mendapatkan pengobatan. Orang dewasa sebaiknya menemui ahli optometri setidaknya sekali setiap tahun, terutama jika ia memiliki riwayat penyakit mata di keluarganya.

Namun, orang yang penglihatannya 20/20 pun juga harus menjalani pemeriksaan mata. Ahli optometri dapat mendeteksi pertanda dari suatu penyakit, misalnya tekanan darah tinggi, glukoma, dan diabetes. Pemeriksaan mata juga dapat mengawasi perubahan pada penglihatan dan kesehatan mata. Penyesuaian kacamata dan lensa kontak juga bisa langsung dilakukan saat dibutuhkan.

Cara Kerja Konsultasi Optometri Lanjutan

Konsultasi optometri lanjutan biasanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Prosedurnya adalah:

  • Ahli optometri akan meminta riwayat kesehatan pasien, terutama jika pasien rentan terkena penyakit mata. Walaupun gangguan kesehatan yang terdahulu sudah diketahui, sebaiknya pasien memberikan informasi tambahan jika kondisinya telah membaik atau memburuk. Ahli optometri dapat menggunakan informasi ini untuk mulai mendiagnosis masalah.
  • Kemudian, ahli optometri akan melakukan beberapa tes penglihatan, yang dapat berupa:
  • Tes ketajaman penglihatan berdasarkan jarak. Dengan grafik huruf yang standar, tes ini dapat mengetahui kemampuan melihat pasien dari jarak jauh. Lalu, grafik huruf genggam akan digunakan untuk mengetahui kemampuan membaca dari dekat.
  • Tes buta warna
  • Tes menutup mata – Pada tes ini, pasien akan diminta untuk menutup salah satu mata, sedangkan mata satunya akan difokuskan ke suatu benda. Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan mata terfokus pada suatu benda.
  • Tes retinoskopi – Ahli optometri akan menggunakan grafik huruf untuk memberikan resep kacamata.
  • Tes refraksi – Ini adalah tes yang lebih akurat untuk mengetahui resep kacamata pasien. Dengan autorefraktor, ukuran lensa dapat diketahui secara otomatis. Pasien hanya perlu meletakkan dagunya di alat ini dan melihat ke suatu target, sehingga ahli optometri dapat menentukan resep kacamata.
  • Ahli optomeri akan menggunakan lampu celah (slit lamp) untuk mengevaluasi kondisi mata. Lampu ini dapat memancarkan sinar untuk memperjelas mata, sehingga ahli optometri dapat melihat struktur mata dengan jelas. Banyak penyakit yang dapat dideteksi dengan tes ini. Misalnya, degenerasi makular dan katarak.
  • Glukoma dapat dideteksi dengan tes tonometri. Udara akan disemprotkan ke mata yang terbuka untuk mengukur tekanan intraokular.
  • Ahli optometri juga dapat memberikan obat tetes mata agar pupil membesar. Dengan begitu, struktur mata dapat diperiksa dengan lebih mudah. Obat tetes mata akan bekerja setelah 20 menit dan efeknya dapat bertahan selama beberapa jam. Sebaiknya pasien didampingi oleh teman atau saudaranya, karena mata pasien akan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya dan sulit terfokus.
  • Pemasangan lensa kontak biasanya dilakukan di hari lain, terutama jika pupil membesar. Proses pemasangan (pemeriksaan mata dan pemilihan lensa kontak) akan dilakukan oleh ahli optometri yang sama, supaya tes mata tidak perlu diulang lagi.
  • Pasien yang didapati menderita penyakit mata kemungkinan akan dirujuk ke dokter mata.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Optometri Lanjutan

Tes mata yang dilakukan saat konsultasi optometri lanjutan adalah tes yang tidak invasif, sehingga tidak berisiko. Namun, proses membesarkan pupil akan menyebabkan mata menjadi sensitif terhadap cahaya selama beberapa jam. Hal ini dapat menyebabkan pasien sulit melihat. Pasien dapat terbantu dengan memakai kacamata hitam, namun sebaiknya ia tidak mengemudi sampai penglihatannya kembali normal.

Rujukan

  • American Optometric Association: "Comprehensive Eye and Vision Examination."
  • Prevent Blindness America: "How Often Should I Have an Eye Exam?"
Bagikan informasi ini: