Nefrologi adalah cabang ilmu kedokteran dan kedokteran anak yang berfokus pada diagnosa, pengobatan, dan penanganan penyakit dan masalah ginjal, termasuk kondisi sistemik (seperti penyakit autoimun dan diabetes) dan masalah sistemik akibat gangguan pada ginjal (seperti hipertensi dan osteodistrofi ginjal).

Dokter ahli nefrologi atau spesialis ginjal bukanlah penyedia layanan kesehatan primer. Ini berarti, pasien biasanya tidak langsung menemui spesialis ginjal, saat mengalami masalah kesehatan. Umumnya, penyedia layanan kesehatan primer seperti [dokter umum] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/dokter-umum) atau keluarga dokter merujuk pasien untuk menemui spesialis ginjal guna menjalani konsultasi awal. Rujukan ini diberikan jika, dokter umum atau keluarga curiga terhadap gejala-gejala yang dialami pasien merupakan tanda adanya masalah yang memengaruhi fungsi ginjal.

Rujukan dibuat setelah hasil tes diagnostik awal, seperti analisis urin yang dapat menunjukkan adanya penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut, [batu ginjal] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/batu-ginjal), gangguan elektrolit atau asa basa dan hipertensi. Dua alasan lain yang menjadi dasar dokter layanan primer merujuk pasien adalah hematuria (adanya darah dalam urin) dan proteinuria (tingkatnya protein dalam urin melebihi batas normal)

Dalam beberapa kasus, konsultasi pertama dengan nephrologist adalah yang terakhir. Tapi, ada juga pasien lainnya secara teratur perlu mengunjungi spesialis ginjal untuk konsultasi lanjutan untuk memantau efektivitas pengobatan atau progres kesembuhan. Jadwal konsultasi lanjutan tergantung pada kondisi pasien, karakteristik metode pengobatan dan kebijakan dokter layanan primer dan spesialis ginjal.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultas Penyakit Ginjal Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Pasien yang mengalami masalah ginjal moderat hingga serius harus mengunjungi ahli saraf untuk serangkaian konsultasi lanjutan. Pasien yang menjalani pengobatan untuk penyakit dan gangguan ginjal juga harus datang untuk berkonsultasi guna memantau kemajuan pengobatan yang dilakukan.

Spesialis ginjal biasanya mengawasi pasien yang menjalani perawatan dan pengobatan berikut:

  • Dialisis atau pembersihan darah klinis melalui pemisahan partikel cair. Dikenal dengan istilah cuci darah. Metode pengobatan mengganti fungsi normal ginjal, dan harus dilakukan di rumah sakit atau klinik di bawah pengawasan spesialis ginjal.
  • Penyakit ginjal kronis melibatkan hilangnya fungsi ginjal progresif selama periode tertentu. Pasien dengan kondisi ini mungkin juga mengidap diabetes atau tekanan darah tinggi, yang harus dipantau oleh dokter layanan primer dan spesialis ginjal.
  • Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik yang memicu perkembangan dan pertumbuhan kista abnormal pada ginjal. Kondisi ini dapat menyerang bayi, anak-anak dan orang dewasa.
  • Batu ginjal atau kalkulus ginjal, yang merupakan bagian padat dari materi yang terbentuk di ginjal karena adanya mineral tertentu dalam urin. Batu-batu ini biasanya keluar dari tubuh melalui urin pasien, tapi dalam beberapa kasus, batunya bisa tumbuh cukup besar sehingga menyumbat ureter, yang kemudian dapat menyebabkan nyeri ringan hingga parah.
  • Kanker ginjal, yang meliputi sel karsinoma transisional dan karsinoma ginjal. Di Amerika Serikat, tingkat kelangsungan hidup pengidap kanker hingga 5 tahun bisa dikatakan cukup tinggi, yaitu 73 persen. Namun, kondisi harus diawasi secara ketat oleh spesialis ginjal melalui konsultasi lanjutan.
  • Transplantasi ginjal bagia pasien yang menderita penyakit ginjal stadium akhir. Setelah prosedur besar ini, pasien harus secara mengunjungi spesialis ginjal secara rutin untuk memantau kecocokan organ donor dengan tubuh pasien, mencegah sistem kekebalan tubuh dari menolak organ donor dan meningkatkan kesehatan pasien secara umum dengan mengikuti pola makan yang dirancang oleh spesialis ginjal pasca operasi.

Cara Kerja Konsultasi Penyakit Ginjal Lanjutan

Penting untuk menyadari batas yang ditetapkan oleh dokter layanan primer atau spesialis ginjal sebelum konsultasi. Seperti pembatasan asupan cairan atau natrium bagi pasien, terutama jika pasien perlu menjalani tes laboratorium atau prosedur diagnostik tertentu.

Konsultasi lanjutan dengan spesialis ginjal dimulai dari pemeriksaan biasa yang dilakukan oleh dokter layanan primer. Dokter akan bertanya tentang tanda-tanda atau gejala penyakit ginjal atau gangguan yang dialami oleh pasien, serta pertanyaan umum tentang kemajuan yang dirasakan pasien pasca pengobatan.

Jika tes laboratorium (seperti darah, urine, dan tes elektrolit) diperintahkan sebelum konsultasi lanjutan, maka spesialis ginjal akan membahas hasilnya dengan pasien saat konsultasi. Diskusi ini mencakup apa arti hasilnya bagi kesehatan pasien dan efektivitas pengobatan yang akan atau telah dijalani pasien. Berdasarkan hasil tersebut, spesialis ginjal dapat membuat rekomendasi tentang perubahan gaya hidup dan kebiasaan, serta resep obat baru atau metode pengobatan untuk meningkatkan kesehatan dan fungsi ginjal pasien.

Tes pencitraan seperti USG ginjal, pyelography intravena, CT scan, MRI, angiografi ginjal, pyelography retrograde, renography diuretik, atau scanning radionuklida mungkin juga dilakukan selama konsultasi tindak lanjut untuk melihat struktur ginjal dan menilai apakah ginjal memberikan respon terhadap pengobatan yang diresepkan dalam konsultasi awal dengan spesialis ginjal.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Penyakit Ginjal Lanjutan

Konsultasi penyakit ginjal baik awal maupun lanjutan merupakan prosedur yang aman, namun risiko dan komplikasi tertentu mungkin timbul jika pasien perlu menjalani tes diagnostik tertentu.

Rujukan:

  • National Kidney Foundation
  • American Kidney Fund
  • International Society of Nephrology
  • American Society of Nephrology
Bagikan informasi ini: