Apa itu Konsultasi Kardiologi Lanjutan?

Konsultasi kardiologi lanjutan biasanya dijadwalkan sebagai bagian dari program pengobatan jantung lanjutan atau untuk menentukan seberapa luas/parah masalah jantung yang dialami, dan jenis pengobatan yang tepat.

Kebanyakan masalah jantung tidak ada obatnya dan ditangani untuk mencegahnya semakin memburuk. Bahkan meskipun pasien dianjurkan menjalani transplantasi jantung untuk mengatasi masalahnya, ia tetap perlu menjalani konsultasi lanjutan dengan rutin untuk memantau kondisi jantung barunya. Oleh karena itu, siapapun yang didiagnosa dengan penyakit atau masalah jantung perlu melakukan kunjungan rutin ke spesialis jantung, bahkan untuk seumur hidupnya.

Konsultasi lanjutan setelah konsultasi awal biasanya masih bagian dari proses diagnosa awal. Biasanya pada konsultasi lanjutan ini, pasien akan diminta melakukan tes tambahan untuk memastikan diagnosa yang telah dibuat pada konsultasi awal dan merumuskan rencana pengobatan.

Berhasil konsultasi lanjutan biasanya terlihat pada pengobatan dan penanganan dari kondisi jantung tersebut. Dengan pengawasan yang ketat, pasien dengan masalah jantung dapat meningkatkan kualitas hidup mereka bahkan jika kondisi mereka tidak dapat disembuhkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Kardiologi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Jantung adalah salah satu otot tubuh yang paling penting, bukan hanya karena fungsinya, tapi juga karena sulit untuk memperbaiki, jika mengalami kerusakam sekali saja. Dalam beberapa kasus, penggantian jantung mungkin menjadi satu-satunya solusi.

Untungnya, sebagian besar penyakit atau masalah jantung berkembang dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya beberapa tahun. Oleh sebab itu, dapat dideteksi sejak tahap awal. Akan tetapi, terdeteksi sejak tahap awal tidak menjamin kondisi jantung tersebut dapat disembuhkan. Paling tidak yang bisa dilakukan adalah mencegah kondisi makin parah dengan menggunakan obat-obatan tertentu, merubah gaya hidup dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

Siapa saja yang telah didiagnosis dengan salah satu penyakit atau masalah jantung yang tercantum di bawah ini perlu melakukan kunjungan lanjutan dengan rutin. Di antaranya:


Mereka yang memakai alat pacu jantung dan dipulangkan dari rumah sakit setelah operasi atau prosedur yang melibatkan jantung juga harus menjadwalkan konsultasi kardiologi lanjutan.

Hasil yang diharapkan dari konsultasi lanjutan berbeda-beda berdasarkan kondisi pasien dan tujuan pengobatan. Misalnya, jika pasien telah menjalani semua tes yang diperlukan selama konsultasi sebelumnya, maka kemungkinan besar bahwa spesialis jantung akan memberikan diagnosis dan merekomendasikan janis pengobatan pada konsultasi lanjutan.

Namun, jika tujuannya untuk memantau kondisi pasien dan ditemukan bahwa kondisi memburuk, dokter mungkin perlu menyesuaikan rencana pengobatan atau bahkan meminta pasien untuk dirawat di rumah sakit agar dapat dipantau dengan ketat dan segera diobati.

Cara Kerja Konsultasi Kardiologi Lanjutan

Cara kerja konsultasi kardiologi lanjutan berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien, tujuan dan tingkat keparahan kondisi pasien. Namun, biasanya konsultasi kardiologi lanjutan mencakup:

  • Mendapatkan dokumen atau dokumentasi yang diperlukan, seperti rekam medis pasien dan informasi asuransi
  • Wawancara pasien dan melakukan pemeriksaan fisik
  • Lakukan tes diagnostik jika diperlukan
  • Mendiskusikan temuan dengan pasien
  • Menjadwalkan konsultasi lanjutan, jika diperlukan


Selama konsultasi mungkin tes diagnostik yang perlu dilakukan, namun tergantung pada kondisi pasien. Beberapa pasien memerlukan pemeriksaan jantung untuk menentukan efektivitas dari rencana perawatan yang sedang dijalani olehnya. Pemeriksaan ini bisa memakan waktu antara 30 menit sampai satu jam termasuk persiapan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Kardiologi Lanjutan

Konsultasi kardiologi lanjutan jarang melibatkan tindakan invasif. Namun, beberapa tes mungkin sedikit invasif, seperti kateterisasi jantung. Dalam tes khusus ini melibatkan sebuah kateter akan disisipkan ke arteri dan diarahkan ke jantung untuk mendapatkan gambar dari bilik jantung.

Prosedur lain, seperti EKG, CT scan dan [echocardiogram] (https://www.docdoc.com/info/procedure/ekokardiogram) adalah tindakan pemeriksaan non-invasif dan tidak terlalu berisiko dengan kemungkinan komplikasi yang rendah.

Tindakan invasif, seperti yang dijelaskan di atas memiliki risiko yang terkait yang harus dibicarakan dengan dokter sebelum menjalaninya.

Rujukan:

  • American Heart Association and American College of Cardiology Foundation endorsed by the World Heart Federation and the Preventive Cardiovascular Nurses Association. J Am Coll Cardiol. 2011;58:2432-46.
Bagikan informasi ini: