Apa itu Konsultasi Ginekologi Lanjutan?

Di usia tertentu, wanita akan memerlukan perawatan ginekologi untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi mereka. Demi mendapa perawatan yang terbaik, mereka biasanya melakukan konsultasi lanjutan pada ahli ginekologi (spesialis kandungan kebidanan).

Sistem reproduksi wanita bertanggung jawab atas pembuahan serta kehamilan. Sistem reproduksi terdiri dari:

  • Indung telur – Kelenjar kecil berbentuk seperti almond, terletak di setiap sisi rahim. Indung telur menyimpan sel telur (yang dibuahi saat hubungan seksual).

  • Saluran telur (tuba falopi) – Tabung berbentuk gulungan ini menempel di tepian indung telur, menghubungkannya dengan rahim atau kandungan. Saluran ini berfungsi sebagai jalan masuk sel telur menuju rahim saat pembuahan.

  • Rahim – Rahim adalah organ reproduksi yang menyimpan embrio yang akan berkembang menjadi janin. Rahim mempunyai lubang yang dapat membesar seiring dengan pertumbuhan bayi didalamnya. Di sekitar rahim terdapat lapisan yang disebut endometrium. Saat masa subur, endometrium akan menjadi tebal karena mempersiapkan rahim untuk pembuahan.

  • Leher rahim – Berupa kanal panjang yang tipis dan berfungsi menghubungkan ujung rahim dengan vagina.

  • Vagina – Sebagian organ ini terletak di daerah tubuh luar. Vagina memiliki banyak fungsi, termasuk jalan keluar bagi bayi, air seni, dan darah menstruasi.

Sebagian berasumsi bahwa kelenjar susu atau payudara memiliki hubungan, bahkan dianggap sebagai salah satu bagian sistem reproduksi wanita. Hormon yang dilepaskan oleh indung telur dapat memengaruhi fisiologis dan aktifitas payudara. Payudara berperan penting dalam menyediakan makanan untuk bayi.

Keberadaan bermacam organ tubuh serta hubungannya dengan metabolisme dan hormon, lingkungan dan gaya hidup pasien, dapat menyebabkan perkembangan penyakit tertentu. Kondisi ini memerlukan penanganan ahli ginekologi, baik sebagai tindakan pencegahan, pengobatan maupun penanganan penyakit dengan segera.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Ginekologi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi ginekologi lanjutan dilaksanakan ketika pasien di vonis mengidap penyakit yang memengaruhi organ reproduksi. Penyakit ini dapat berupa kondisi bawaan, kanker, infeksi atau [penyakit menular seksual] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penyakit-menular-seksual-pms). Kemunculan penyakit dapat dipicu oleh kesuburan dan kehamilan. Saat konsultasi, pasien harus mengikuti pengobatan yang dapat berupa pembedahan hingga konsumsi obat dan berbagai macam terapi.

Tujuan konsultasi lanjutan adalah (1) memeriksa komplikasi dan risiko yang berhubungan dengan pengobatan, (2) memeriksa keampuhan pengobatan, (3) menangani atau mencegah komplikasi, dan (4) memastikan apakah pasien membutuhkan metode pengobatan tambahan yang berguna untuk menangani penyakit secara efektif.

Konsultasi lanjutan akan tetap dilaksanakan walaupun pasien tidak mengikuti pengobatan apapun. Hal ini terjadi jika:

  • Pasien sudah lama menyelesaikan pengobatan, sehingga konsultasi lanjutan ditujukan untuk mendeteksi penyakit yang kambuh (seperti kanker atau infeksi).

  • Apabila hasil tes ginekologi menunjukkan adanya ketidaknormalan yang memerlukan pengamatan rutin selama beberapa waktu.

Cara Kerja Konsultasi Ginekologi Lanjutan

Jadwal konsultasi ginekologi lanjutan akan dibahas pada konsultasi awal dan merupakan bagian dari perawatan pasca pengobatan. Metode yang dilakukan pada konsultasi lanjutan akan berbeda, tergantung pada penyakit, kesehatan pasien, usia, hasil tes, dan reaksi tubuh pasien terhadap pengobatan. Misalnya, pasien yang terdiagnosa mengidap kanker ginekologi stadium akhir, seperti kanker serviks atau kanker rahim harus dipantau setiap tiga bulan sekali selama tahun pertama dan satu kali pada tahun berikutnya.

Sementara itu, wanita yang terkena infeksi jamur perlu mengikuti satu sesi konsultasi lanjutan untuk memastikan infeksi telah tiada. Apabila seorang wanita terdiagnosis mengidap sindroma ovarium polikistik (PCOS), ia harus mengikuti konsultasi selama beberapa waktu untuk melihat perkembangan dan potensi penyakit lain, seperti kemandulan.

Pada kondisi tertentu, dokter spesialis kandungan kebidanan akan bekerjasama dengan dokter spesialis lain, seperti ahli endokrinologi (untuk menjaga keseimbangan hormon pasien), ahli bedah, ahli radilogi (apabila pasien menjalani radioterapi), atau spesialis penurunan berat badan, karena obesitas dapat memengaruhi kesehatan reproduksi dan prosedur penurunan berat badan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus pasien.

Tugas spesialis kandungan kebidanan saat konsultasi berlangsung adalah:

  • Melakukan pemeriksaan teliti terhadap rekam medis, termasuk efek pengobatan pada tubuh pasien
  • Meminta pasien mengikuti pemeriksaan lanjutan
  • Melakukan wawancara umum mengenai kesehatan pasien, termasuk gejala yang dirasakan
  • Memberi bimbingan konseling untuk mengetahui metode pencegahan atau penanganan yang lebih baik
  • Membuat rujukan pada dokter spesialis lain
  • Merekomendasi pengobatan tambahan, saat atau bila diperlukan

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Ginekologi Lanjutan

Banyak pasien yang kerap mengalami kesulitan mengikuti jadwal konsultasi lanjutan karena berbagai alasan, di antaranya tidak tertarik untuk datang, terjadi kesalahpahaman, tidak percaya dengan kemampuan dokter, hubungan yang kurang baik antara dokter dan pasien, lokasi klinik yang jauh, kondisi pasien memburuk sehingga tidak mampu untuk datang, kematian, dan terlalu cemas untuk mengetahui hasil setelah konsultasi.

Rujukan:

  • Freund K. Approach to women's health. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011: bab 245.
Bagikan informasi ini: