Apa itu Konsultasi Kanker Saraf Lanjutan?

Setelah pasien penderita kanker saraf menjalani pengobatan, pasien akan dijadwalkan untuk melakukan konsultasi lanjutan dengan dokter ahli kanker. Tujuan dari konsultasi lanjutan ini adalah untuk memantau keampuhan pengobatan pasien dan memastikan tidak muncul komplikasi yang dapat memperparah kondisi kesehatan pasien.

Dokter kanker saraf adalah dokter yang menangani spesialisasi kanker yang menyerang sistem saraf, terutama pada otak. Menurut American Brain Tumor Association, setiap tahunnya ada sekitar 70.000 pasien yang didiagnosis dengan tumor otak primer. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 700.000 orang di Amerika Serikat yang diperkirakan menderita tumor otak.

Saat ini, terdapat 120 jenis tumor otak yang dapat menyerang siapapun. Namun, sebagian besar kasus tumor otak digolongkan sebagai meningioma, yaitu tumor yang menyerang jaringan meningeal otak. Tumor ini adalah tumor jinak. Namun, pada beberapa kasus, tumor otak dapat berubah menjadi ganas atau kanker.

Jika tumor tumbuh menjadi kanker, dokter ahli kanker akan memastikan apakah tumor yang diderita adalah kanker primer atau metastasis (tumor berasal dari bagian tubuh lain dan terkadang disebut sebagai kanker sekunder).

Tumor pada sistem saraf seperti otak digolongkan sebagai kondisi serius bahkan jika tumor ini bersifat tidak ganas maupun kanker. Ini karena tumor jinak dapat menekan otak sehingga menyebabkan pendarahan dan kematian jaringan.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pengobatan yang tepat dan cepat. Pengobatan tumor dapat mencakup kemoterapi, terapi radiasi, dan pembedahan. Setelah pasien selesai menjalani pengobatan, pasien akan dijadwalkan untuk menemui dokter ahli kanker untuk melakukan perawatan lanjutan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Kanker Saraf Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi kanker saraf lanjutan dilakukan untuk:


1. Memantau efek dari pengobatan pada pasien – Selama konsultasi lanjutan, dokter ahli kanker akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah pengobatan yang dilakukan berhasil atau tidak. Pertanyaan tersebut meliputi:

  • Apakah tumor menyusut?
  • Apakah tumor berhenti tumbuh atau hanya tertunda?
  • Apakah gejala semakin parah?
  • Apakah timbul resiko dan komplikasi setelah pengobatan?


2. Mencegah atau mendeteksi kekambuhan atau penyebaran tumor – Konsultasi lanjutan juga perlu dilakukan untuk menentukan apakah kanker pasien kambuh. Tingkat kekambuhan penyakit kanker akan bergantung pada jenis kanker, pengobatan yang diterima, dan beberapa faktor lainnya. Tumor yang telah diobati memiliki kecenderungan untuk kambuh menjadi tumor yang lebih ganas dan lebih mengancam hidup pasien daripada tumor sebelumnya. Oleh karena itu, kekambuhan penyakit ini harus ditangani sedini mungkin, atau dicegah selama mungkin.


3. Menentukan apakah pasien dalam remisi – Remisi mengacu pada kondisi di mana tidak ditemukannya tanda maupun gejala kanker pada pasien, meskipun sudah menjalani beberapa tes tertentu. Seringkali, kondisi ini membuat dokter dan pasien kebingungan, sehingga menganggap pasien sudah sembuh. Namun, saat ini, banyak dokter ahli yang menyatakan bahwa pasien tidak sembuh karena belum ada cara pasti untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker yang tersisa dalam tubuh pasien.


4. Membantu pasien mendapatkan perawatan paliatif – Perawatan paliatif mengacu pada pengelolaan gejala pasien. Umumnya, pasien dianjurkan untuk menjalani perawatan paliatif jika penyakit yang diderita sudah mencapai tahap terminal stadium akhir.

Cara Kerja Konsultasi Kanker Saraf Lanjutan

Konsultasi kanker saraf lanjutan dimulai segera setelah konsultasi pertama dan pengobatan pasien selesai. Sebelum konsultasi ini, pasien dipastikan sudah selesai menjalani pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, dan pengobatan lainnya. Namun, ada kemungkinan pasien masih mengonsumsi obat yang diresepkan.

Konsultasi lanjutan dilakukan tidak hanya sekali namun beberapa kali dengan jeda tertentu. Untuk pasien yang telah menjalani bedah otak, konsultasi akan lebih sering dilakukan, terutama jika terdapat komplikasi. Namun, jika pasien telah pulih dan tidak mengalami efek samping, konsultasi dapat dikurangi menjadi sekitar setiap 6 bulan sekali.

Prosedur konsultasi dapat berbeda bagi setiap pasien, tergantung pada kemajuan pemulihan dan keadaan khusus pasien. Dokter ahli kanker dapat:

  • Menyarankan pengobatan lainnya atau pengobatan baru (jika rencana pengobatan saat ini tidak bekerja sesuai yang diharapkan)
  • Merujuk pasien untuk menjalani perawatan paliatif jika kondisi pasien sudah mencapai stadium akhir atau tidak dapat diobati
  • Menangani kasus pasien bersama dengan tim kesehatan lain, yang mungkin termasuk dokter ahli bedah, ahli radiologi, ahli psikologi saraf, dan terapis okupasi serta fisik untuk membantu pasien meningkatkan peluang bertahan hidup dari penyakitnya
  • Memantau efek pengobatan pada kesehatan fisik dan mental pasien
  • Meninjau riwayat kesehatan sebelumnya dan memperbaruinya jika diperlukan
  • Menganjurkan uji klinis dan membantu pasien selama penerapannya


Konsultasi lanjutan dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik. Setiap sesi konsultasi berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Kanker Saraf Lanjutan

Konsultasi lanjutan dapat berlangsung lama dan mungkin sulit dilakukan oleh pasien kanker saraf terutama jika pasien memiliki gejala parah atau tinggal jauh dari klinik. Dokter ahli kanker saraf dapat menggunakan teknologi yang memungkinkan konsultasi untuk dilakukan dari jarak jauh, seperti melalui video konferensi atau VOIP (telepon melalui internet).

Rujukan:

  • Society for Neuro-Oncology
Bagikan informasi ini: