Apa itu Pemeriksaan Kandungan Lanjutan?

Pemeriksaan kandungan lanjutan adalah konsultasi dengan seorang ahli kandungan dan kebidanan atau spesialis perawatan sebelum kelahiran, untuk memeriksa kondisi wanita yang sedang mengandung dan perkembangan janinnya. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan oleh dokter setelahpasien dipastikan hamil, dan dilakukan setiap bulan. Pemeriksaan kandungan lanjutan meliputi pemeriksaan fisik wanita yang sedang mengandung dan pemantauan perkembangan janin. Kunjungan setiap bulannya memiliki peranan penting untuk memastikan bahwa pasien dan bayinya aman dari risiko dan komplikasi selama masa kehamilan.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Kandungan Lanjutan & Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan kandungan lanjutan sangat dianjurkan untuk semua wanita yang mengandung setelah dipastikan hamil. Umumnya pemeriksaan ini dimulai dari sekitar minggu ke-6 dan ke-8 kehamilan, masa di mana hampir semua kasus kehamilan terdeteksi. Ketika pemeriksaan pertama telah dilalui, pemeriksaan berikutnya harus dilakukan kembali dan harus berlanjut hingga masa kehamilan berakhir. Biasanya, pemeriksaan dijadwalkan setiap 4 minggu sekali hingga minggu ke-28 kehamilan. Setelah minggu ke-28, wanita hamil harus mulai mengunjungi dokternya setiap 2 minggu sekali hingga minggu ke-36, dan kemudian 1 minggu sekali hingga masa kehamilan berakhir.

Akan tetapi, ada beberapa wanita yang lebih memiliki risiko terkena komplikasi selama kehamilan. Sehingga, mereka perlu lebih sering mengunjungi dokter. Wanita yang lebih berisiko, antara lain:

  • Kelebihan atau kekurangan berat badan
  • Masih sangat muda
  • Berusia diatas 35 tahun
  • Memiliki riwayat kehamilan berisiko tinggi atau komplikasi
  • Memiliki penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan autoimun, HIV, dan kanker
  • Mengandung bayi kembar dua, kembar tiga, atau lebih (dalam kasus langka).


Tujuan pemeriksaan kandungan lanjutan adalah untuk memastikan baik ibu maupun janin dalam keadaan sehat. Pada tiap kunjungan, kesehatan pasien harus dipastikan, termasuk informasi yang sangat penting seperti berat badan, tingkat tekanan darah, kesehatan janin secara keseluruhan, serta kelanjutan perkembangan janin yang berdasarkan pada ukuran yang seharusnya, posisi, dan detak jantung.

Beberapa pemeriksaan juga dapat dilakukan saat kunjungan, dengan tujuan mengidentifikasi setiap masalah yang dapat mempengaruhi kehamilan.

Cara Kerja Pemeriksaan Kandungan Lanjutan

Setiap kunjungan pemeriksaan kandungan lanjutan umumnya berlangsung sekitar 15 menit. Biasanya, diikuti dengan proses 2-langkah di mana kesehatan ibu dan janin dipantau.

Pemeriksaan Ibu (maternal)

Bagian pertama pemeriksaan melibatkan pengukuran berat badan dan tekanan darah sang ibu, yang kemudian dibandingkan dengan data sang ibu yang diambil pada saat kunjungan awal.

Pada saat-saat tertentu selama kehamilan, beberapa pemeriksaan sebelum-kelahiran juga dapat dilakukan. Termasuk pada:

  • Amniosentesis
  • Profil biofisik
  • Skrining tantangan glukosa
  • Uji toleransi glukosa
  • Vilus korionik
  • Skrining serum maternal
  • Tes tanpa-tekanan
  • Pemeriksaan urin
    Pemeriksaan Janin

Ketika sang ibu telah diperiksa, pemeriksaan fisik pada daerah perut ibu juga dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin, yang berdasarkan pada faktor dibawah ini:

  • Posisi


Posisi janin dapat ditentukan dengan menggunakan teknik pemeriksaan eksternal, seperti manuver Leopold. Teknik ini melibatkan perabaan daerah perut ibu untuk menentukan lokasi janin, yang dimulai dengan kepala janin. Biasanya, dokter akan mulai dari bagian atas rahim, kemudian menuju sisi sebaliknya dan daerah kemaluan pada panggul. Posisi janin di dalam rahim ibu adalah faktor penting untuk dipertimbangkan, karena beberapa posisi janin dapat menyebabkan kesulitan saat proses kelahiran.

  • Detak jantung


Detak jantung bayi terdeteksi diantara minggu ke-10 dan ke-11, dan akan diperiksa secara teratur pada setiap kunjungan berikutnya. Teknik pemantauan eksternal dan internal pun dapat dilakukan. Detak jantung normal pada janin yaitu di antara 120-160 denyut per menit, kemudian meningkat hingga 170 denyut per menit pada minggu ke-10, dan menurun hingga 130 denyut per menit di akhir masa kehamilan. Hal ini merupakan petanda yang baik untuk kesehatan bayi, dan juga dapat menentukan apabila janin dalam keadaan bahaya.

  • USG


Pencitraan dengan USG sangat dibutuhkan pada masa-masa tertentu dalam kehamilan. Umumnya wanita yang sedang mengandung disarankan harus menjalani USG setidaknya satu kali. USG dilakukan dengan meletakkan sebuah alat di atas daerah perut ibu hamil untuk menghasilkan gelombang suara yang akan diproses menjadi gambar, yang kemudian muncul di layar untuk dilihat dokter dan orang tua bayi.

Wanita hamil terkadang harus menjalani USG panggul di tahap awal masa kehamilan. Akan tetapi, beberapa dokter juga melakukan pencitraan USG setiap bulan apabila terdapat alasan khusus, bahkan beberapa ibu juga meminta USG secara khusus untuk mengikuti pertumbuhan janin mereka.

Pencitraan USG yang dijadwalkan setelah 6 bulan masa kehamilan, biasanya dapat memastikan jenis kelamin janin, meskipun ada beberapa teknisi USG yang menggunakan teknik khusus, untuk dapat menentukan jenis kelamin melalui pencitraan yang dilakukan di awal minggu ke-12.

  • Tingkat aktivitas janin


Peralatan pemantauan khusus dapat digunakan untuk menentukan pergerakan dan pertumbuhan bayi. Hal ini merupakan tahap penting lainnya dari kunjungan sebelum-kelahiran, karena peningkatan dan penurunan tingkat aktivitas janin adalah indikator yang kuat untuk menunjukkan kesehatan janin.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Pemeriksaan Kandungan Lanjutan

Kunjungan pemeriksaan kandungan lanjutan tidak menimbulkan risiko apapun untuk sang ibu dan janin. Kenyataannya, pemeriksaan kandungan lanjutan berperan penting dalam mencegah dan mengatasi risiko dan komplikasi apapun, yang dapat muncul selama 9 bulan masa kehamilan. Kemungkinan risiko dan komplikasi, yang biasanya sudah diwaspadai oleh dokter, antara lain:

  • Anemia
  • Infeksi saluran kemih
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelebihan berat badan
  • Infeksi
  • Mual dan muntah
  • Diabetes gestasional


Apabila beberapa komplikasi terdeteksi lebih dini, maka dapat diselesaikan sebelum risikonya semakin besar. Sebagai contoh, bila tekanan darah pasien terlihat meningkat di setiap kunjungan atau terlalu tinggi pada kunjungan tertentu, dokter akan dapat mengatasi masalahnya dengan segera. Demikian pula jika pasien terlihat terlalu banyak mengalami berat badan gestasional, dokter akan memberikan saran gizi untuk mencegah komplikasi yang dapat muncul karena hal tersebut. Selain itu, apabila infeksi terdeteksi, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan yang aman dikonsumsi wanita yang sedang mengandung.

Karena kondisi sensitif wanita hamil, seluruh pemeriksaan fisik yang dilakukan selama pemeriksaan kandungan lanjutan dijamin aman, dan tidak menyebabkan kesulitan ataupun rasa sakit untuk sang ibu maupun sang bayi.

Rujukan:

  • The American Congress of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/
Bagikan informasi ini: