Apa itu Konsultasi Kedokteran Olahraga Lanjutan?

Konsultasi kedokteran olahraga lanjutan adalah janji temu dengan dokter spesialis untuk memantau serta mendapatkan pengobatan lanjutan untuk menyembuhkan cedera dan penyakit akibat olahraga.

Konsultasi kedokteran olahraga dilakukan sebagai pengobatan untuk kondisi medis yang berkaitan dengan kegiatan berolahraga atlet. Kondisi medis ini dapat berupa cedera dan penyakit lainnya yang dapat mengganggu daya tahan, kekuatan, kelenturan, serta kesehatan atlet secara menyeluruh dalam jangka panjang. Konsultasi ini tidak hanya menangani kondisi medis yang dimiliki seorang atlet, orang biasa juga dapat memanfaatkan konsultasi ini, jika mengalami masalah kesehatan akibat melakukan beragam kegiatan olahraga.

Meskipun konsep kedokteran olahraga sudah lama ada, bidang kedokteran olahraga belum menjadi perhatian dan diakui sebagai bagian penting dari layanan kesehatan hingga abad ke-20. Dengan berbagai sub-bidang yang ada dalam spesialis kedokteran olahraga, pasien dapat meminta bantuan dokter spesialis yang berbeda untuk melakukan perawatan lanjutan.

Salah satu contoh dari konsultasi ini adalah kinesioterapi, yang membantu pasien untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta pergerakannya setelah cedera, serta fisioterapi, yang membantu pasien memulihkan cedera otot sekitar bahu atau kaki. Pasien juga dapat menemui pelatih atletik, ahli gizi atau pola makan, ahli bedah ortopedi, dan spesialis osteopati.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Kedokteran Olahraga Lanjutan

Konsultasi kedokteran olahraga lanjutan dianjurkan bagi:

  • Pasien yang telah menjalani operasi – Tidak semua jenis cedera olahraga memerlukan operasi. Tegang otot dan keselo dapat sembuh dengan sedndirinya hanya dengan pengobatan rawat jalan yang tepat, seperti kompres air panas atau dingin. Namun, dalam situasi tertentu, operasi adalah satu-satunya pilihan terbaik ketika pasien menderita patah tulang atau cedera traumatis pada organ-organ vital seperti otak. Karena operasi memilki banyak kemungkinan resiko dan komplikasi, perawatan lanjutan sangat disarankan untuk memastikan pasien pulih secepat dan senyaman mungkin.

  • Atlet yang menderita penyakit lainnya – Kondisi medis tertentu dapat menganggu kegiatan berolahraga atlet dan meningkatkan resiko cedera. Kondisi medis ini termasuk diabetes, kanker, penyakit jantung, dan hipertensi. Sebagai contohnya, penderita diabetes dapat mengalami hipoglikemia (kekurangan glukosa dalam aliran darah) karena melakukan aktivitas olahraga dapat mengkonsumsi banyak pasokan energi dalam waktu singkat. Konsultasi perawatan lanjutan dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini sehingga konsultasi, pengelolaan, dan pemantauan yang tepat dapat diberikan kepada pasien. Selain itu, konsultasi perawatan lanjutan juga dapat menjadi konsultasi pencegahan.

  • Anak-anak dan remaja yang melakukan kegiatan olahraga – Menurut Johns Hopkins Hospital, lebih dari 30 juta remaja dan anak-anak beresiko cedera, dan setidaknya 33% penyebabnya berkaitan dengan kegiatan olahraga. Cedera yang dialami dapat berupa keseleo dan tegang otot hingga patah tulang dan cedera otak traumatik. Selain itu, cedera ini dapat mengurangi waktu berolahraga dan menyebabkan efek jangka panjang serius terhadap kesehatan anak dan remaja. Konsultasi perawatan lanjutan dapat perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemulihan pasien, membantu pasien menggerakan keseluruhan atau sebagian besar bagian tubuhnya yang cedera, dan memantau pemulihan pasien.

  • Orang yang beresiko terserang penyakit akibat olahraga – Penyakit tertentu dikaitkan dengan kegiatan berolahraga terus-menerus, terutama olahraga yang membutuhkan kontak fisik. Penyakit ini termasuk penyakit Parkinson dan peradangan otot. Konsultasi perawatan lanjutan dapat membantu dokter mendeteksi perkembangan penyakit ini sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan lebih awal.

  • Pasien yang membutuhkan izin kembali berolahraga – Konsultasi perawatan lanjutan dapat dilakukan untuk membantu pasien mendapatkan izin untuk kembali melanjutkan kegiatan berolahraga.

Cara Kerja Konsultasi Kedokteran Olahraga Lanjutan

Konsultasi kedokteran olahraga lanjutan merupakan salah satu tahap yang harus dilakukan bagi pasien yang akan menjalani operasi dan rehabilitasi. Konsultasi ini bahkan didiskusikan sebelum pengobatan pasien dimulai sebagai langkah untuk mempersiapkan pasien mengjalani pengobatannya yang dapat berlangsung berminggu-minggu hingga bertahun-tahun.

Konsultasi ini juga dimulai segera setelah pengobatan awal selesai. Konsultasi perawatan lanjutan dapat diberikan baik pada pasien rawat inap maupun rawat jalan. Sebagai contohnya, pasien yang menderita patah tulang pada kaki dan kemudian kakinya digips mungkin telah menerima terapi rawat jalan. Bagaimanpun juga, seluruh konsultasi ini dilakukan semata-mata agar pasien dapat kembali menjalani rutinitas berolahraga.

Kunjungan konsultasi perawatan lanjutan dapat dilakukan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan bahkan tahun, tergantung pada perkembangan, komplikasi, dan prognosis pasien. Biasanya, konsultasi ini dilakukan dalam jarak waktu yang berdekatan seperti seminggu sekali. Jika rasa sakit jarang muncul, konsultasi ini dapat dilakukan hingga hanya 2 kali dalam setahun.

Dalam setiap kunjungan konsultasi perawatan lanjutan, pasien biasanya akan diminta untuk mengisi kuesioner khusus untuk memberikan inforamsi berikut kepada dokter, yang meliputi:

  • Kekhawatiran pasien yang ingin dibicarakan selama kunjungan konsultasi lanjutan
  • Rasa tidak nyaman, nyeri, atau gejala yang terjadi bahkan jika pasien merasa hal ini tidak berhubungan dengan cedera olahraga atau kondisi yang ada
  • Tingkat rasa sakit atau tidak nyaman yang dirasakan
  • Seberapa sering rasa sakit atau tidak nyaman pasien muncul
  • Efek dari gejala atau rasa tidak nyaman pada kegiatan yang dilakukan pasien
  • Gejala lain yang di antaranya berhubungan dengan sistem kardiovaskular, saluran pencernaan, dan reproduksi
  • Riwayat kesehatan pasien
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Kesehatan mental pasien


Jawaban pada kuesioner tersebut kemudian akan dibahas secara menyeluruh dengan dokter. Jika diperlukan, dokter dapat meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan untuk menemukan tanda dan gejala yang ada. Hasil tersebut akan didiskusikan pada kunjungan selanjutnya.

Selama konsultasi perawatan lanjutan, dokter dapat mengubah beberapa bagian pengobatan atau rencana pengelolaan, seperti mengubah terapi, pengobatan kesehatan lainnya, hingga pemberian obat.

Kemungkinan Komplikas dan Resiko Konsultasi Kedokteran Olahraga Lanjutan

Konsultasi perawatan lanjutan memerlukan banyak waktu, tenaga, dan uang, yang mungkin bagi beberapa pasien sulit untuk dipenuhi. Oleh karena itu, banyak pasien yang kesulitan untuk mengikuti jadwalnya. Penting bagi dokter dan pasien untuk melakukan konsultasi pada jadwal yang paling tepat. Selain itu, dokter juga perlu berusaha lebih keras untuk meminta pasien menjalani perawatannya, terutama jika pasien mulai merasa jenuh atau tidak berminat untuk melanjutkannya. Baik dokter maupun pasien perlu bekerja sama dalam menjalani perawatan ini agar pasien dapat kembali lebih cepat menjalani rutinitasnya.

Rujukan:

  • Ball JW, Dains JE, Flynn JA, Solomon BS, Stewart RW. Sports participation evaluation. In: Ball JW, Dains JE, Flynn JA, Solomon BS, Stewart RW. Seidel's Guide to Physical Examination. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2015:chap 23.
Bagikan informasi ini: