Apa itu Perawatan Psikiatri Lanjutan?

Perawatan psikiatri lanjutan adalah kunjungan ke psikiater atau pelayanan kejiwaan lainnya setelah konsultasi dan perawatan utama. Psikiatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, perawatan, dan pencegahan gangguan jiwa. Seorang ahli psikiatri disebut psikiater, bisa jadi merupakan seorang dokter sosial, ahli terapi, atau dokter umum. Karena psikiater adalah cabang ilmu multidisipliner. Contohnya, pasien yang menderita kanker harus menemui ahli bedah onkologi yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit kanker. Sedangkan pasien yang mengalami depresi atau gangguan kegelisahan dengan potensi berkembang menjadi gangguan jiwa serius, maka harus dirujuk ke psikiater untuk mendapatkan perawatan kejiwaan. Gangguan-gangguan kejiwaan yang dirangkum pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yaitu pedoman gangguan kejiwaan yang disusun dan diterbitkan oleh Asosiasi Psikiatri Amerika (APA). Asosiasi ini, bertanggung jawab atas klasifikasi dan kriteria gangguan kejiwaan di dalam DSM. Bidang psikiatri ini mempunyai sub-spesialis, yaitu: * Psikiatri geriatri untuk lansia * Psikiatri pediatri untuk anak dan remaja Psikiatri forensik bagi tahanan dan individu lain yang berada di lingkungan lebih aman dan terkendali (menyangkut kriminologi dan membangun hubungan antara psikiatri dan hukum) * Psikometri yang mengkaji hubungan antara akal dan tubuh (menyatakan bahwa pikiran mempunyai pengaruh yang besar pada keadaan tubuh, termasuk memperburuk kondisi tubuh) * Neuropsikiatri * Perawatan paliatif (untuk mengurangi tingkat keparahan gejala) * Psikiatri kegawatdaruratan untuk orang-orang yang melakukan percobaan bunuh diri atau overdosis * Psikiatri sosial * Psikiatri olahraga * Psikiatri gangguan mental, seperti demensia

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Psikiatri Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan lanjutan dianjurkan jika: * Pasien melakukan perawatan psikiatri – perawatan yang dimaksud meliputi terapi dan konsumsi obat, keduanya membutuhkan perawatan lanjutan agar lebih efektif. * Pasien dengan penyakit yang memicu gangguan kejiwaan – Kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan, diantaranya pasien yang mengalami gangguan tidur insomnia rentan akan gejala depresi. Di samping itu, penelitian membuktikan bahwa kelebihan berat badan (obesitas) dan hormon tidak seimbang akan memengaruhi stabilitas jiwa, umumnya dipicu oleh aktivitas yang memerlukan hormon. * Pasien yang memiliki learning disability (ketidakmampuan belajar) – Perawatan dan penanganan ketidakmampuan belajar merupakan sub-spesialis psikiatri yang bergelut dengan kecakapan jiwa. Riset membuktikan, orang-orang dengan ketidakmampuan belajar cenderung memiliki masalah keterampilan sosial. * Pasien dengan cedera pada otak – Cedera otak, khususnya dalam keadaan parah, akan berujung pada bermacam gangguan kejiwaan. Faktanya, penelitian di Denmark pada tahun 2014 menyatakan bahwa cedera otak traumatik meningkatkan risiko gangguan jiwa sebanyak 400%. Sedangkan penelitian di Brazil, tahun 2008, mengungkapkan bahwa cedera otak traumatik terutama pada usia 11 -15, meningkatkan risiko skizofrenia hingga 45%. Dalam kondisi ini, tujuan utama perawatan psikiatri lanjutan akan berkonsentrasi mencegah perkembangan dan mengenali gejala-gejala awal sehingga dapat segera ditangani.


Perawatan lanjutan umum, khususnya setelah rawat inap di rumah sakit memiliki banyak manfaat, yaitu pasien tidak perlu keluar-masuk rumah sakit lagi dan meminimalisir kemungkinan buruk lainnya, seperti bunuh diri.

Cara Kerja Perawatan Psikiatri Lanjutan

Prosedur lanjutan ini dilakukan selama beberapa minggu hingga hitungan bulan dan hampir seluruhnya dilakukan oleh psikiater. Prosedur psikiatri lanjutan dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga hitungan bulan. Hampir seluruh tindakannya dilakukan oleh psikiater. Sebab, pasien juga menemui dokter lain selama prosedur berlangsung, salah satunya dokter umum. Ini dilakukan agar masalah pasien memperoleh pendekatan menyeluruh. Pasien dianjurkan mengikuti perawatan lanjutan di tempat yang sama dengan konsultasi/perawatan yang sebelumnya ia jalankan.

Selama masa prosedur, psikiater akan: * Memastikan prosedur berjalan lancar * Memeriksa, jika pasien menunjukkan gejala baru * Menangani tanda-tanda dan gejala yang memburuk * Memberikan obat-obatan jika diperlukan * Memperbarui catatan kesehatan pasien, memeriksa kemungkinan penyakit baru, juga informasi riwayat kesehatan keluarga.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Psikiatri Lanjutan

Sebagian pasien mengalami kesulitan untuk menjalani perawatan lanjutan karena alasan tertentu. Di antaranya faktor geografis (jarak antara pasien dan tempat perawatan), usia, tingkat keparahan penyakit. Hambatan utama biasanya ada pada kualitas hubungan antara pasien dan dokter. Berdasarkan survei, pasien yang memiliki hubungan baik dan merasa nyaman dengan dokternya akan mengikuti anjurannya, salah satunya untuk terus melakukan perawatan lanjutan. Kemungkinan lainnya yang membuat pasien tidak menjalani perawatan lanjutan adalah kurangnya tenaga psikiater. Meskipun, banyak yang mendalami bidang ini, hanya sedikit yang tertarik menjadi praktisi kesehatan. Sehingga, beberapa fasilitas pelayanan kesehatan mental menggunakan teknologi seperti konfrensi video dan telemedicine agar pasien dapat menemui psikiater dengan mudah.

Rujukan

  • American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th ed. Arlington, Va: American Psychiatric Publishing. 2013.
Bagikan informasi ini: