Apa itu Konsultasi Menopause Lanjutan?

Menopause adalah kondisi yang menandakan berhentinya siklus menstruasi dan kemungkinan hamil seorang wanita. Sebelum menopause, wanita akan mengalami perimenopause, yaitu saat di mana ia mulai merasakan gejala yang mirip dengan menopause. Perimenopause paling cepat terjadi saat usia 30 tahun. Perimenopause berakhir saat wanita sudah tidak menstruasi selama satu tahun. Ini merupakan awal dari masa menopause.

Masa perimenopause dan menopause dapat menyulitkan wanita. Sehingga, mereka sebaiknya berkonsultasi dengan spesialis kebidanan kandungan atau dokter lain yang ahli dalam menangani kondisi ini, terutama jika pasien mengalami gejala berikut:

  • Hot flashes (sensasi panas pada tubuh)
  • Berkeringat pada malam hari
  • Vagina terasa kering dan gatal
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Mood sering berubah


Setelah konsultasi awal, biasanya pasien akan dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi menopause lanjutan. Tujuannya adalah untuk mengawasi perkembangan atau keberhasilan pengobatan yang diberikan oleh dokter. Pengobatan akan dianggap berhasil apabila dapat mengurangi atau menghentikan rasa tidak nyaman dan gejala lain. Jika tidak, pengobatan akan disesuaikan atau diubah sepenuhnya sampai mendapatkan hasil yang diharapkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Menopause Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Tujuan utama dari konsultasi lanjutan adalah mengawasi perkembangan dari pengobatan yang sedang dijalani pasien. Konsultasi ini dijadwalkan 2-4 minggu setelah pengobatan (yang dapat berupa pemberian obat dan terapi hormon) dimulai. Apabila saat konsultasi tidak ditemukan perkembangan yang signifikan, dokter dapat menggunakan metode pengobatan lain atau mengubah metode yang sekarang. Selain itu, dokter juga akan memeriksa apakah ada efek samping akibat pengobatan.

Wanita yang sedang mengikuti terapi hormon harus menjalani konsultasi lanjutan. Terapi hormon atau terapi penggantian hormon dilakukan dengan menggunakan estrogen dan progesteron untuk mengendalikan gejala menopause, seperti hot flashes dan vagina kering. Namun, terapi ini diketahui dapat menyebabkan kanker payudara dan serangan jantung. Sehingga, pasien yang menjalani terapi hormon harus diawasi.

Konsultasi menopause lanjutan juga harus dilakukan apabila wanita mengalami gejala tambahan setelah konsultasi awal. Gejala ini harus diperiksa dan diobati secepat mungkin.

Selama masa menopause, pasien dapat berubah pikiran tentang pengobatan yang sedang dijalani. Hal ini dapat terjadi karena efek samping, penelitian yang menyebabkan pasien takut akan kemungkinan komplikasi, atau ia ingin mencoba pengobatan lain. Pasien harus mengutarakan kekhawatirannya saat konsultasi lanjutan dan dokter akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Dengan begitu, pasien dapat mengambil keputusan yang tepat.

Cara Kerja Konsultasi Menopause Lanjutan

Konsultasi menopause lanjutan prosesnya cukup sederhana. Tergantung pada tujuannya, konsultasi ini dapat membutuhkan waktu sekitar 30 menit – 1 jam. Untuk mengawali konsultasi, dokter biasanya akan memeriksa catatan dari konsultasi sebelumnya agar ia dapat mengetahui riwayat kesehatan pasien. Lalu, tanda vital pasien akan diukur untuk dibandingkan, misalnya tekanan darah dan berat badan. Hasil tes yang terdahulu juga akan dievaluasi.

Apabila konsultasi bertujuan untuk mengawasi perkembangan pengobatan, pasien dan dokter akan membicarakan apakah pengobatan telah bekerja, tergantung pada seberapa baik gejala ditangani. Saat berdiskusi, pasien dapat memberitahukan perubahan yang dirasakan setelah memulai pengobatan, apakah ada kemajuan atau efek samping. Informasi ini dapat membantu dokter dalam menyesuaikan pengobatan, jika dibutuhkan.

Namun, jika konsultasi lanjutan dijadwalkan karena ada gejala baru, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan pasien untuk menjalani tes tambahan. Biasanya, konsultasi lanjutan selanjutnya akan diperlukan untuk membahas hasil tes serta pengobatan atau penanganan yang paling tepat.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Menopause Lanjutan

Saat konsultasi menopause lanjutan, ada kemungkinan dokter akan menemukan penyakit atau faktor resiko lain yang dapat mencemaskan pasien. Sebaiknya hal ini dibicarakan dengan tenang dan rasional.

Selain itu, apabila pasien telah mencoba berbagai metode pengobatan namun tidak ada yang berhasil, ia dapat menjadi frustrasi dan memutuskan untuk menghentikan pengobatan.

Rujukan:

  • Lobo R. Menopause and care of the mature woman. In: Lentz GM, Lobo RA, Gershenson DM, Katz VL, eds. Comprehensive Gynecology. 6th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2012:chap 14.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists Committee on Gynecologic Practice. ACOG Committee Opinion No. 420, November 2008: hormone therapy and heart disease. Obstet Gynecol. 2008;112:1189-1192.

Bagikan informasi ini: