Apa itu Konsultasi Patologi Lanjutan?

Konsultasi patologi lanjutan adalah janji temu spesialis patologi dengan dokter yang menangani pasien. Konsultasi ini dijadwalkan apabila terdapat kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium pasien. Spesialis patologi adalah ahli medis yang mempelajari dan membuat diagnosis penyakit. Mereka termasuk dalam tim pengobatan pasien karena mereka bertanggung jawab untuk menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium, sampel biopsi dan cairan tubuh agar tercipta diagnosis yang akurat. Umumnya, spesialis patologi bekerja di belakang layar dan bekerja sama dengan dokter yang mendiagnosis penyakit dan menangani pasien. Mereka jarang bertemu pasien, kecuali pada kondisi tertentu.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Patologi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Patologi sendiri dibagi menjadi beberapa cabang, berdasarkan pada lokasi yang mengalami masalah kesehatan dan karakteristik lainnya, antara lain:

  • Sitopatologi – Mempelajari dan mendiagnosis penyakit seluler (umumnya adalah kanker), penyakit menular dan kondisi peradangan.

  • Dermapatologi – Mempelajari dan mendiagnosis penyakit kulit dan biasanya menggunakan biopsi kulit sebagai teknik diagnosis utama.

  • Patologi forensik – Cabang patologi yang menentukan penyebab kematian dengan melakukan pemeriksaan pada mayat (post-mortem examination), disebut juga sebagai otopsi.

  • Histopatologi – Cabang yang mempelajari dan menganalisis sampel jaringan yang diambil dari tubuh pasien.

  • Neuropatologi – Cabang patologi yang mempelajari dan mendiagnosis penyakit yang memengaruhi atau berasal dari jaringan sistem saraf.

  • Patologi paru – Mempelajari kondisi dan penyakit yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan rongga pleura. Penyakit ini dintaranya infeksi, radang dan fibrosis.

  • Patologi ginjal – Cabang patologi yang melakukan diagnosis pada penyakit ginjal.

  • Hemapatologi – Merupakan cabang yang mempelajari penyakit sel darah dan organ yang memproduksi sel darah, seperti sumsum tulang, limpa, kelenjar timus, dan jaringan limfatik.

  • Patologi [mulut dan maksiofasial] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/dokter-bedah-mulut-rahang-dan-wajah) – Cabang yang menangani pemeriksaan penyakit mulut dan struktur wajah ini, merupakan sub-spesialisasi patologi dan kedokteran gigi. Pemeriksaan dilakukan pada kondisi gigi, lidah, kelenjar ludah, dan jaringan lunak serta tulang pada area mulut dan wajah. Cabang patologi ini berperan penting dalam mendiagnosa kondisi yang memengaruhi telinga, hidung, tenggorokan dan kemampuan berbicara.

Jika spesialis patologi telah berhasil mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter yang menangani pasien akan meminta pasien melakukan kunjungan lanjutan untuk membahas hasil diagnosis dan pilihan pengobatan yang tepat.

Cara Kerja Konsultasi Patologi Lanjutan

Jika pasien mengunjungi dokter karena merasakan gejala tertentu, dokter meminta pasien untuk mengikuti pemeriksaan laboratorium dan prosedur diagnostik agar dapat menghasilkan diagnosis yang tepat.

Pemeriksaan yang dimaksud biasanya berupa:

  • Biopsi – Analisis sampel jaringan yang diambil dari bagian tubuh pasien.
  • Analisis tinja (test stool)
  • Analisis air seni (urianalisis) – Pemeriksaan yang dilaksanakan secara rutin untuk mengetahui adanya infeksi, kemungkinan dehidrasi, hati dan ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, dan kadar glukosa serta ketone.
  • Kadar gula darah – Pemeriksaan yang dilakukan apabila terdapat gejala diabetes.
  • Kultur darah – Pemeriksaan yang dilakukan apabila terdapat infeksi atau saat pasien sedang dalam prosedur pengobatan antibiotik.
  • Pemeriksaan fungsi hati
  • Enzim jantung - Prosedur yang dilakukan ketika terdapat kerusakan pada otot jantung. Prosedur ini dilakukan untuk mengukur kadar CPK (Creatin Posfo Kirase) dan troponin.
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan cairan serebrospinal
  • Pemeriksaan specimen sputum – Prosedur untuk memeriksa infeksi pada tenggorokan, jalan udara atas dan paru-paru.
  • Menekan atau menggosok luka dengan perlahan (wound swabs)
  • Memeriksa pengentalan darah
  • Pemeriksaan elektrolit – Pemeriksaan pada urea dan kreatinin, kadar garam pada tubuh dan fungsi ginjal. Prosedur ini dapat mendeteksi ketidakseimbangan cairan tubuh.


Tidak ada perbedaan prosedur antara pasien rawat jalan, maupun rawat inap. Namun pasien yang dirawat di rumah sakit atau yang harus menjalani pemeriksaan rutin, memerlukan pemasangan jarum infus untuk menghindari penggunaan jarum berulang.

Setelah pemeriksaan selesai, spesialis patologi akan mempelajari dan melakukan analisis hasil pemeriksaan. Apabila diagnosis telah siap, spesialis patologi akan melakukan konsultasi lanjutan.

Saat konsultasi lanjutan, dokter pasien dan spesialis patologi akan membahas dan memeriksa hasil dan mereka akan membuat laporan diagnosis. Diagnosis akan disampaikan pada pasien, bersamaan dengan rekomendasi pengobatan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Patologi Lanjutan

Sebagian besar pemeriksaan yang dilaksanakan oleh spesialis patologi merupakan prosedur yang aman bagi pasien dan hanya menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman.

Ada kemungkinan kecil bahwa hasil pemeriksaan patologi menjadi tidak akurat. Oleh karena itu, tata cara dan pengambilan sampel harus dilakukan dengan teliti melalui prosedur khusus. Apabila spesialis patologi atau dokter merasa tidak yakin dengan hasil tes, maka pemeriksaan dapat diulang atau dirubah untuk mendapat informasi yang memperkuat hasil tes. Beberapa pemeriksaan berbeda akan dilaksanakan untuk memastikan pasien mendapat diagnosis akurat, yang merupakan dasar perumusan rencana pengobatan.

Jika diagnosis dianggap sudah tepat, pasien boleh meminta opini kedua dari dokter yang berbeda dan ia akan menjalani prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh spesialis patologiberbeda.

Rujukan:

  • College of American Pathologists
Bagikan informasi ini: