Apa itu Perawatan Imunodefisiensi Lanjutan?

Perawatan imunodefisiensi lanjutan adalah serangkaian janji temu dengan dokter spesialis imunologi atau spesialis lainnya, yang bertujuan untuk mengobati infeksi, menangani penyakit, dan memantau pengobatan yang sedang dijalani pasien.

Pasien dengan gangguan imunodefisiensi atau kerusakan sistem kekebalan tubuh, harus menemui dokter spesialis imunologi secara rutin. Perawatan lanjutan umumnya dijadwalkan satu kali dalam dua minggu, tetapi biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, prognosis dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Bagi pasien dengan gangguan yang dianggap tidak membahayakan nyawa, perawatan diwajibkan untuk memantau perkembangan kondisi.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Imunodefisiensi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan imunodefisiensi lanjutan direkomendasi bagi pasien yang terdiagnosis mengidap gangguan atau penyakit imunodefisiensi, baik primer maupun sekunder.

Gangguan imunodefisiensi primer ditandai dengan ketidakhadiran atau kekurangan kekebalan karena kelainan genetik yang biasanya dimulai sejak seorang bayi lahir ke dunia. Penyakit sistem kekebalan yang paling terkenal adalah imunodefisiensi variabel umum (CVID), imunodefisiensi kombinasi berat (SCID) atau disebut juga sebagai alymphocytosis.

Sedangkan gangguan imunodefisiensi sekunder merupakan hasil dari sistem kekebalan yang rusak karena kemunculan atau serbuan ancaman yang beresiko terhadap nyawa pasien, seperti virus atau zat kimia beracun. Imunodefisiensi sekunder terjadi ketika virus bersembunyi dari sistem kekebalan atau menyamar dengan cepat sehingga sistem kekebalan tubuh tidak dapat segera mematikannya. AIDS adalah salah satu penyakit imunodefisiensi sekunder yang paling sering ditemukan.

Sistem kekebalan tubuh bekerja sebagai pertahanan alami dalam melawan bakter jahati, virus, dan zat beracun. Jika sistem kekebalan terancam bahaya, maka pemilik tubuh menjadi rentan terhadap berbagai macam infeksi, bahkan tidak jarang yang ngancam nyawa. Perawatan imunodefisiensi lanjutan tidak hanya ditujukan untuk memantau kondisi pasien, tetapi yang paling utama adalah membantu pasien dalam meningkatkan kualitas hidup mereka, bahkan menghindari kematian.

Cara Kerja Perawatan Imunodefisiensi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan imunodefisiensi lanjutan dapat berupa prosedur rawat inap atau rawat jalan. Pasien harus mengikuti rawat inap jika ia mengalami infeksi. Rawat inap diperlukan apabila tubuh pasien tidak lagi memiliki sistem pertahanan atau rusak, agar efek pengobatan dapat terus dipantau dan pasien diasingkan demi menghindari ancaman lainnya.

Perawatan dilaksanakan oleh spesialis imunologi, yang dapat berkolaborasi dengan spesialis lain. Hal ini diatur berdasarkan kondisi dan pengobatan yang akan dilaksanakan. Contohnya, pasien yang terdiagnosis pneumonia perlu mengunjungi spesialis imunologi dan dokter paru-paru atau spesialis pulmunologi.

Spesialis imunologi akan memeriksa rekam medis pasien. Kemudian, pemeriksaan fisik dan darah serta pemindaian akan dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit, mengenali potensi gangguan kesehatan, dan mendapatkan penilaian yang lebih akurat mengenai kesehatan pasien.

Gangguan imunodefisiensi tertentu memerlukan pengobatan teratur, yang dapat dilaksanakan saat sesi perawatan lanjutan. Misalnya, pasien yang mengidap CVID dapat diberi infusi atau penggantian plasma darah. Perawatan lanjutan juga merupakan waktu yang tepat untuk mengetahui kualitas pengobatan. Jika tubuh pasien kebal terhadap pengobatan, maka dokter dapat segera membuat penyesuaian.

Umumnya, satu sesi perawatan berlangsung kurang atau lebih dari satu jam apabila dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Imunodefisiensi Lanjutan

Pengobatan yang berbeda yang dilakukan saat sesi perawatan lanjutan, tidak memberi jaminan bahwa penyakit dapat disembuhkan. Pengobatan juga tidak dapat mencegah infeksi yang kambuh apalagi kematian. Di samping itu, jadwal kunjungan rutin pada spesialis yang berbeda tentu membutuhkan banyak waktu sehingga membuat pasien kelelahan.

Pasien anak maupun dewasa biasanya tidak ingin menjalani perawatan imunodefisiensi lanjutan, terutama jika mereka harus mengikuti pemeriksaan dan pengobatan. Pasien anak seringkali rewel saat mengikuti prosedur perawatan, hal ini membuat janji temu berlangsung lebih lama.

Rujukan:

  • Ballow M. Primary immunodeficiency diseases. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:bab 258.
Bagikan informasi ini: