Apa itu Perawatan Penyakit Tropis Lanjutan?

Perawatan penyakit tropis lanjutan adalah pertemuan antara pasien dengan dokter spesialis penyakit tropis, pasca pengobatan. Perawatan dapat dilakukan selama beberapa minggu atau tahun, tergantung pada penyakit yang diderita.

Ilmu kedokteran tropis tidak memiliki definisi yang pasti, terutama di Inggris Raya. Namun, istilah ini merujuk pada cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit menular yang banyak ditemukan di daerah tropis.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Tropical Diseases and Public Health menyatakan bahwa ada banyak penyakit yang unik dan banyak ditemukan di daerah tropis. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, di daerah tropis banyak negara berkembang atau miskin, yang berarti mereka tidak memiliki infrastruktur kesehatan yang memadai untuk mencegah, mendeteksi, mengobati, dan menangani penyakit ini. Kondisi ini mempermudah penyakit yang disebabkan oleh patogen (misalnya virus) ini untuk menyebar. Selain itu, negara-negara ini juga dikenal karena populasi dan kepadatan penduduk yang tinggi. Semakin banyak orang yang berkumpul di satu tempat, semakin mudah penyakit menyebar.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa daerah tropis memiliki iklim yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai infeksi. Jika patogen atau parasit ini dipindahkan ke iklim lain yang suhunya jauh lebih rendah, kemungkinan mereka akan mati.

Kedokteran tropis merupakan ilmu yang penting karena infeksi adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Saat ini, perdagangan dan perjalanan internasional telah sangat diminati dan mudah dilakukan, sehingga penyakit tropis dapat berpindah ke daerah non-tropis.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Penyakit Tropis Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan penyakit tropis lanjutan sebaiknya diikuti oleh:

  • Pasien yang pernah mendapatkan pengobatan untuk penyakit menular – Infeksi dapat terjadi karena banyak hal. Namun, kedokteran tropis berfokus pada pasien yang pernah bepergian ke negara tropis atau pernah melakukan kontak dengan orang tersebut sebelum mengalami gejala dan didiagnosis.

  • Pasien yang pernah diawasi karena gejala tertentu – Penyakit menular tropis dapat menyebabkan pertanda dan gejala yang mirip dengan penyakit yang lebih umum, misalnya flu. Gejalanya dapat berupa nyeri otot, demam, dan kelelahan. Perawatan lanjutan biasanya dilakukan setelah pasien diberi obat untuk meredakan gejala atau untuk memeriksa apakah obat telah bekerja dan kondisi pasien telah membaik.

  • Orang yang pernah terkena wabah – Tidak semua penyakit menular akan menyebabkan wabah, namun dokter dapat lebih berhati-hati saat hal ini terjadi.

  • Orang yang pernah pergi ke luar negeri – Walaupun tidak wajib, seseorang dapat diminta untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah kembali dari negara tropis di mana ada infeksi tertent yang sering terjadi. Apabila dibutuhkan, dokter akan melakukan perawatan lanjutan.

  • Mereka yang memiliki kecenderungan genetik – Beberapa jenis profil genetik dapat menyebabkan beberapa orang lebih rentan terkena infeksi dan penyakit tropis lain. Perawatan lanjutan dapat dilakukan untuk mengobati, menangani, mendeteksi, memeriksa, dan mencegah penyakit tersebut.

Hasil yang bisa diharapkan dari perawatan penyakit tropis lanjutan adalah:

  • Penyakit dapat ditangani dengan lebih efisien dan efektif
  • Penyebaran penyakit dapat diperlambat
  • Penyakit pasien dapat disembuhkan sepenuhnya
  • Pasien dapat mengendalikan efek jangka panjang dari penyakit

Cara Kerja Perawatan Penyakit Tropis Lanjutan

Dokter akan memberikan informasi pada pasien tentang perawatan penyakit tropis lanjutan, termasuk jadwalnya. Dokter yang akan menangani pasien adalah dokter spesialis penyakit tropis, yang telah sangat terlatih dan berpengalaman dalam bidang kedokteran tropis. Biasanya, pasien harus lebih sering menemui dokter pada masa awal pengobatan. Seiring berjalannya waktu, frekuensi perawatan akan dikurangi jika kondisi pasien telah membaik. Tergantung pada jenis penyakit dan reaksi tubuh pada pengobatan, pasien dapat pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan penyakit tropis lanjutan selama beberapa minggu atau bulan.

Perawatan penyakit tropis lanjutan dapat dilakukan sebagai tindakan rawat inap atau rawat jalan. Namun jika pasien tidak menginap di rumah sakit, bukan berarti pengobatan telah selesai. Sebagai contoh, pasien TB (tuberkulosis) dapat terus meminum antibiotik setelah pulang ke rumah.

Saat perawatan penyakit tropis lanjutan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien. Dokter juga bisa memperbarui riwayat kesehatan jika dirasa perlu. Informasi yang ditambahkan dapat mencakup obat yang sedang dikonsumsi atau sudah tidak dikonsumsi, pertanda dan gejala baru, peningkatan atau penurunan kondisi yang dirasakan pasien, serta hasil tes yang baru dan analisisnya. Dokter juga dapat menanyakan perubahan pada riwayat kesehatan keluarga, misalnya apakah ada infeksi atau penyakit baru yang diderita.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Penyakit Tropis Lanjutan

Salah satu tantangan terbesar dari perawatan penyakit tropis lanjutan adalah memastikan pasien dapat menjaga komitmennya. Perawatan lanjutan akan membutuhkan waktu dan uang, walaupun pasien memiliki asuransi. Kedua hal ini dapat menyebabkan pasien berhenti menjalani perawatan penyakit tropis lanjutan.

Ini merupakan masalah yang serius karena beberapa penyakit dapat memburuk atau menimbulkan gangguan kesehatan baru jika pasien tidak menjalani perawatan lanjutan. Sebagai contoh, pasien TB yang tidak mengikuti perawatan lanjutan akan berisiko mengalami resistansi obat antimikrobial, yang dapat mengancam nyawanya. Mereka juga dapat menyebarkan TB ke orang lain atau tidak dapat menangani efek jangka panjang dari penyakit dengan baik.

Cara yang lebih praktis dan mudah untuk menghindari masalah ini adalah komunikasi yang baik antara dokter dan pasien. Dokter harus dapat menekankan pentingnya perawatan penyakit tropis lanjutan. Dokter juga harus bisa meyakinkan pasien bahwa walaupun berisiko, tindakan ini dapat sangat menolong mereka.

Rujukan:

  • Fairley JK, John CC. Health advice for children traveling internationally. In: Kliegman RM, Behrman RE, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 168.

  • World Health Organization. Country list: Yellow fever vaccination requirements and recommendations. Accessed February 9, 2014.

Bagikan informasi ini: