Apa itu Konsultasi Pra-Operasi Anak Lanjutan?

Konsultasi pra-operasi anak lanjutan adalah janji temu antara dokter bedah dengan pasien untuk membahas prosedur bedah yang akan dijalani oleh pasien berusia di bawah 18 tahun. Konsultasi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran orang tua atau wali pasien yang telah memberikan persetujuan untuk melakukan pembedahan. Selain itu, dokter bedah akan memberikan instruksi mengenai persiapan pembedahan. Di antaranya, permintaan dokter pada pasien untuk berhenti makan maupun minum atau untuk tidak mengkonsumsi obat yang sedang digunakan beberapa jam sebelum pembedahan dilakukan. Orang tua atau wali pasien juga akan diberikan daftar barang apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit, informasi waktu berlangsung pembedahan, dan waktu yang dibutuhkan anak untuk tinggal di rumah sakit setelah prosedur selesai.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pra-Operasi Anak Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi pra-operasi anak lanjutan perlu dilakukan oleh pasien bayi hingga remaja (0-12 tahun) yang akan menjalani pembedahan, baik menjalani bedah terbuka maupun bedah minimal invasif. Setelah tanggal pembedahan dipastikan, dokter bedah akan menjadwalkan kunjungan lanjutan yang perlu dihadiri oleh setidaknya salah satu orang tua atau wali pasien.

Selama kunjungan lanjutan ini berlangsung, dokter akan menjelaskan beberapa hal berikut:

  • Manfaat dari prosedur
  • Kemungkinan resiko
  • Instruksi persiapan anak untuk menjalani prosedur
  • Pedoman makan dan minum sebelum pembedahan dilakukan
  • Apa yang dapat dirasakan selama periode pemulihan
  • Apa saja yang harus dibawa ke rumah sakit pada tanggal pembedahan
  • Cara menangani rasa sakit setelah pembedahan
    Pada akhir konsultasi, pasien dan keluarga akan memiliki gambaran jelas mengenai prosedur dan cara kerjanya. Dokter juga akan menerangkan cara-cara yang dilakukan untuk mempersiapkan pembedahan.

Konsultasi lanjutan pra-operasi anak biasanya dijadwalkan sekitar satu minggu sebelum pembedahan dilakukan. Konsultasi ini dapat dilakukan di kantor maupun klinik dokter bedah atau di rumah sakit, dan berlangsung sekitar 1 jam untuk membahas seluruh informasi atau pertanyaan. Pasien juga dapat meminta dokter untuk mengikutsertakan ahli anestesi dalam konsultasi ini.

Beberapa contoh pertanyaan yang dapat diajukan oleh orang tua dan wali pasien selama melakukan kunjungan dokter bedah di antaranya adalah:

  • Berapa lama pembedahan berlangsung?
  • Bolehkah anak saya makan atau minum sebelum pembedahan dilakukan?
  • Apakah anak saya dapat diberikan sesuatu untuk membantunya tetap tenang sebelum pembedahan? Apakah saya masih dapat menemui dokter bedah sebelum pembedahan?
  • Kapan saya dapat melihat anak saya setelah pembedahan?
  • Bolehkah saya menemani anak saya hingga ia bangun?
  • Berapa lama masa pemulihan berlangsung?
  • Siapa yang akan memberikan obat bius dan jenis obat bius apa yang diberikan?
  • Bagaimana kondisi anak saya setelah bangun?
  • Apa yang dapat saya perkirakan dan siapkan ketika anak saya sudah mulai pulih dari prosedur ini?
    Pada saat menjalani konsultasi ini, pasien biasanya sudah dijadwalkan untuk menjalani pembedahan. Namun dokter bedah dapat meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan yang diperlukan sebelum tanggal pembedahan.

Orang tua juga dapat meminta dokter untuk menjadwalkan pengenalan prosedur pembedahan untuk pasien anak-anak. Pengenalan ini diikuti oleh pasien, orang tua atau wali, serta saudara pasien. Pengenalan ini dijadwalkan seminggu sebelum prosedur dan dilakukan dengan berkeliling di sekitar rumah sakit dan berinteraksi dengan staf medis. Tujuan dari pemberian pengenalan pra-operasi ini oleh staf medis, untuk membuat pasien merasa nyaman sebelum, ketika, dan setelah menjalani prosedur. Pengenalan ini juga terbukti dapat membantu pasien mengatasi rasa takutnya saat berada di rumah sakit.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pra-Operasi Anak Lanjutan

Konsultasi pra-operasi anak lanjutan berperan penting dalam mencegah resiko dan komplikasi yang dapat diakibatkan oleh prosedur pembedahan, yang meliputi:

  • Infeksi
  • Pendarahan
  • Penggumpalan darah
  • Alergi obat bius
  • Atrofi otot
  • Kelelahan
    Pembedahan pada anak juga memiliki pertimbangan serta tantangan khusus yang perlu dibahas serta ditemukan solusinya sebelum pembedahan dijadwalkan. Pertimbangan ini dapat berbeda tergantung pada usia pasien.

Pasien bayi dan balita mungkin merasa tidak nyaman jika dipisahkan dengan orang tuanya, sehingga dokter perlu menemunkan cara untuk menenangkan pasiennya. Dokter dapat mencoba untuk menjadi akrab dengan pasien, seperti dengan membawakan mainan, selimut, atau dot yang disukai anak.

Pasien berusia 2-6 tahun, atau anak-anak, mungkin lebih sulit untuk ditangani karena sudah mengerti apa yang sedang terjadi. Dengan demikian, orang tua atau wali pasien perlu menjelaskan prosedur apa yang sedang dihadapi, berapa lama harus tinggal di rumah sakit, apa yang diharapkan, dan siapa yang akan menjaga mereka. Dokter serta staf medis juga perlu menjalin kedekatan dengan pasien agar pasien dapat merasa tenang menjalani prosedur pembedahan.

Pasien berusia 6-12 tahun serta remaja mungkin memiliki beberapa pertanyaan mengenai prosedur ini. Oleh karena itu, pasien akan diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaannya yang perlu ditanggapi dengan serius.

Konsultasi pra-operasi anak lanjutan merupakan waktu terbaik untuk membahas tantangan ini dan menemukan solusinya, sehingga prosedur pembedahan dapat berjalan sesuai rencana sesuai dengan tanggal yang dijadwalkan.



Rujukan:

  • Chung DH. Pediatric surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 13.

  • Neumayer L, Vargo D. Principles of preoperative and operative surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 11.

Bagikan informasi ini: