Apa itu Konsultasi Pra-Operasi Lanjutan?

Konsultasi pra-operasi lanjutan adalah janji temu antara dokter bedah dan pasien, yang hendak menjalani suatu prosedur pembedahan. Pada konsultasi ini, pasien memiliki kesempatan untuk mendiskusikan cara kerja prosedur pembedahan secara rinci. Konsultasi pra-operasi lanjutan adalah hal pertama yang dibutuhkan pasien, setelah menyetujui prosedur pembedahan yang direkomendasikan dokter, dan konsultasi ini dianggap sebagai bagian penting dari persiapan pra-operasi. Tujuan dari konsultasi ini adalah memberikan informasi kepada pasien tentang hasil yang akan diperoleh dari prosedur pembedahan, cara kerja pembedahan, resiko dan komplikasi yang mungkin muncul dari prosedur yang dijalani. Konsultasi ini juga bisa dimanfaatkan guna memastikan bahwa pasien adalah kandidat yang tepat untuk menjalani prosedur pembedahan yang telah direncanakan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Pra-Operasi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Seluruh pasien yang akan melakukan pembedahan perlu mengunjungi dokter ahli bedah untuk melakukan konsultasi pra-operasi lanjutan. Beberapa jenis pembedahan atau operasi yang membutuhkan konsultasi lanjutan di antaranya:

  • Operasi bariatrik
  • Operasi payudara
  • Operasi usus besar dan anus, seperti pengobatan operasi kanker usus besar
  • Operasi hormon, seperti operasi kelenjar gondok
  • Operasi kebidanan
  • Operasi kepala dan leher
  • Operasi tangan
  • Operasi saraf, seperti bedah pemotongan tumor otak dan operasi aneurisma otak
  • Operasi ortopedi, seperti operasi lutut terbuka, operasi bahu, atau operasi tulang belakang
  • Operasi mata
  • Operasi anak
  • Operasi plastik dan rekonstruksi
  • Operasi rawat jalan – Prosedur ini adalah prosedur yang tidak memerlukan pasien untuk tinggal di rumah sakit. Contoh operasi ini adalah termasuk artroskopi, biopsi, operasi katarak, sunat, operasi reseksi, dan operasi pengangkatan amandel.
    Prosedur di bawah ini dilakukan pada seluruh pasien operasi tanpa melihat jenis operasinya, prosedur tersebut meliputi:

  • Operasi laparoskopi atau minimal invasif – Operasi ini memiliki banyak nama lain, seperti operasi lubang kunci atau operasi endoskopi. Operasi ini merupakan teknik bedah modern yang dilakukan dengan hanya menggunakan luka atau sayatan kecil buatan dan memasukkan tabung kecil. Tabung ini melekat pada peralatan, alat, dan sekop nedah, yang membuat dokter ahli bedah dapat melihat daerah yang dibedah tanpa perlu melakukan operasi terbuka. Penggunaan teknik laparoskopi dalam operasi dapat mengurangi resiko secara drastis dalam berbagai prosedur operasi dan mengurangi tingkat pendarahan, luka, dan rasa tidak nyaman yang pasien alami. Prosedur ini juga dapat mengurangi waktu pemulihan pasien.

  • Operasi robotik – Prosedur ini merupakan teknik bedah baru di mana operasi pasien dilakukan melalui robot yang dikendalikan oleh dokter ahli bedah melalui komputer. Teknik ini juga dikenal sebagai teknik operasi dengan bantuan komputer yang bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan ketelitian pada operasi yang akan dilakukan.
    Selama konsultasi pra-operasi lanjutan, dokter akan menjelaskan beragam teknik bedah yang dapat dilakukan dalam prosedur pembedahan, sehingga pasien dapat menentukan pilihan terbaik.

Oleh karena itu, konsultasi pra-operasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui alasan dan metode yang akan digunakan selama pembedahan berlangsung.

Cara Kerja Konsultasi Pra-Operasi Lanjutan

Selama konsultasi ini berlangsung, seluruh rincian penting mengenai pembedahan yang dilakukan akan dibahas. Rincian ini termasuk:

  • Manfaat yang akan diperoleh
  • Kemungkinan resiko dan komplikasi
  • Metode atau teknik bedah yang akan dilakukan
  • Tanggal dan waktu prosedur akan dijalankan
  • Jenis obat bius yang akan digunakan dan siapa yang akan memberikannya pada pasien
  • Instruksi pra-operasi, seperti berapa lama pasien diminta untuk berpuasa makan dan minum sebelum bedah dilakukan
  • Latihan bedah yang mungkin dibutuhkan
  • Masa pemulihan setelah pembedahan
    Pemeriksaan tertentu juga dapat dilakukan selama konsultasi pra-operasi untuk memastikan apakah pasien cocok untuk menjalani prosedur. Pemeriksaan umum ini meliputi:

  • Tes darah

  • Sinar-X dada
  • EKG atau elektrokardiogram
    Sebelum melakukan konsultasi pra-operasi lanjutan, pasien akan diminta untuk mengajukan seluruh pertanyaan mengenai prosedur pembedahan yang akan dilakukan. Pasien juga disarankan untuk memberikan seluruh informasi mengenai kondisi kesehatan mereka, seperti:

  • Alergi yang dimiliki

  • Obat yang sedang dikonsumsi
  • Penggunaan obat bius sebelumnya
  • Reaksi negatif pasien atau keluarga atas penggunaan obat bius sebelumnya
    Pada akhir kunjungan, pasien akan diminta untuk mengisi formulir persetujuan izin hukum kepada dokter yang akan melakukan pembedahan yang sudah dibahas.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Pra-Operasi Lanjutan

Konsultasi pra-operasi lanjutan dapat membantu melindungi pasien dari resiko dan kemungkinan komplikasi akibat pembedahan. Setiap prosedur pembedahan memiliki resiko dan komplikasinya masing-masing, dengan paling umum adalah:

  • Rasa sakit
  • Infeksi
  • Kehilangan darah
  • Pendarahan berlebihan
  • Darah menggumpal
  • Sangat letih
  • Atrofi otot
  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Linglung
  • Mengigau
    Dokter hanya akan melakukan pembedahan, jika terdapat alasan yang kuat. Prosedur pembedahan akan dilakukan dengan menghitung perbandingan antara manfaat dan resikonya. Prosedur pencegahan untuk mencegah resiko dan komplikasi tersebut juga akan dijelaskan kepada pasien selama konsultasi pra-operasi lanjutan.

    Rujukan:

  • American College of Surgeons

Bagikan informasi ini: