Apa itu Radioterapi Lanjutan?

Radioterapi lanjutan adalah janji temu antara pasien dan tim medis, yang biasanya terdiri dari ahli onkologi dan radiographer, untuk menilai respon pasien terhadap pengobatan yang diberikan. Selain itu, efek samping jangka pendek dan panjang yang mungkin dirasakan pasien juga dievaluasi.

Radioterapi adalah salah satu cara pengobatan kanker paling umum, dengan menggunakan bahan-bahan radioaktif. Seperti, x-ray untuk menghancurkan DNA dari sel kanker supaya tidak menyebar. Radioterapi dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam. Jika dari luar, mesin atau elektron yang digunakan. Jika dari dalam, bahan radioaktif biasanya berbentuk cairan, akan dimasukkan ke dalam tubuh.

Seperti pengobatan kanker lainnya, radioterapi menimbulkan efek samping sedang hingga parah. Termasuk merusak sel yang normal. Namun, radioterapi tetap diberikan karena para ahli percaya bahwa sel normal lebih cepat memulihkan diri dibanding sel kanker. Apalagi, saat ini teknik baru dirancang untuk mengurangi resiko tersebut.

Siapa yang Perlu Menjalani Radioterapi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Radioterapi lanjutan selalu menjadi bagian perawatan lanjutan pasca-pengobatan kanker.

Kanker adalah penyakit yang tidak dapat diprediksi, meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai dalam pengobatan, pemeriksaan, pengedalian, dan pencegahan kanker. Kadang kanker dapat kembali lagi, bahkan setelah pasien sembuh bertahun-tahun. Tergantung dari kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, usia, penyakit lainnya, riwayat kesehatan, dan genetik.

Reaksi tiap pasien terhadap kanker berbeda-beda. Sebagian dapat kembali menjalani aktivitas normal setelah pengobatan selesai. Namun, lainnya mengalami berbagai efek samping, seperti:

  • Perubahan tekstur, kualitas, dan warna kulit
  • Kerusakan rambut permanen pada area yang diobati
  • Rusaknya pembuluh darah
  • Kemandulan
  • Limfedema, atau cairan yang menumpuk pada limfa karena saluran pengering tersumbat
  • Inkontinensia urin
  • Pendarahan pada tubuh
  • Kesulitan untuk menelan
  • Napas pendek


Perubahan ini dapat berlangsung permanen, jangka panjang, atau sementara.

Radioterapi lanjutan dilakukan dengan tujuan: * Menentukan tingkat kesuksesan radioterapi dalam mengendalikan dan mengobati penyakit * Menilai apakah radioterapi perlu dilanjutkan atau tidak * Mengetahui apakah pasien masih ideal untuk menjalani prosedur ini * Mengidentifikasi efek samping yang timbul karena menjalani radioterapi * Mengevaluasi kesehatan pasien secara keseluruhan setelah pengobatan, termasuk kondisi mental * Membantu pasien mengatasi efek samping yang muncul * Memberikan saran untuk mengatasi efek pengobatan dan penyakit kanker * Mengantisipasi efek samping yang mungkin muncul dan mengimplementasikan tindakan pencegahan

Cara Kerja Radioterapi Lanjutan

Tiap pasien kanker akan bekerja dengan tim medis yang terdiri dari ahli onkologi, radiographer (petugas yang mengoperasikan mesin radioterapi dan membantu merencanakan pengobatan), dan ahli bedah.

Setelah radioterapi selesai, pasien perlu menjalani perawatan lanjutan. Pada masa ini, pasien akan menemui dokter dan membicarakan tentang:

  • Gejala yang dirasakan pasien
  • Perubahan fisik yang dialami pasien, seperti perubahan warna kulit atau rambut
  • Nyeri, bahkan yang terasa di luar area pengobatan
  • Obat-obatan yang dikonsumsi dan efek sampingnya bagi kesehatan dan kehidupan pasien


Selama perawatan lanjutan, pasien akan menjalani serangkaian tes untuk menilai efek dari pengobatan lainnya. Jika dokter mencurigai bahwa kankernya muncul kembali atau pengobatannya tidak efektif, rencana pengobatan akan disesuaikan dengan hati-hati.

Dokter juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi mental pasien saat menjalani radioterapi lanjutan. Kanker memengaruhi tiap aspek kehidupan seseorang, termasuk menurunkan kepercayaan diri dan optimisme. Efek samping yang muncul dapat membuat seseorang depresi dan cemas. Berdasarkan data dari National Cancer Institute, sekitar 25% pasien kanker mengalami depresi dan kecemasan saat didiagnosa. Meskipun, tidak selalu terjadi, namun gangguan ini dapat memicu penderita kanker untuk bunuh diri.

Jadwal untuk radioterapi lanjutan berbeda-beda. Awalnya, hanya berjarak satu minggu dari satu janji temu ke janji temu lainnya. Nantinya, jarak antara janji temu makin lama, misalnya tiap tiga hingga enam bulan. Lalu, menjadi satu tahun sekali atau dua kali, sampai pasien dinyatakan bebas kanker dan efek sampingnya berhasil dikendalikan.

Umumnya, saat radioterapi lanjutan berlangsung dokter akan membicarakan hasil observasi, kekhawatiran, dan informasi lainnya dengan pasien dan keluarga, apalagi jika pasien mengalami efek samping dari pengobatan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Radioterapi Lanjutan

Konsultasi atau lanjutan dapat membuat pasien lebih produktif dan sangat membantu, jika ia mau bekerjasama dengan dokter spesialis yang menanganinya. Sebab, jika ia menyimpan gejala yang dirasakan dan tidak melakukan konsultasi, maka masalah akan menjadi besar. Seperti kegagalan untuk mengendalikan penyakit dan mendeteksi kanker yang kembali muncul.

Radioterapi lanjutan tidak hanya diskusi antara pasien dan dokter, tapi juga serangkaian tes. Kadang tes-tes ini menghabiskan banyak waktu, menyakitkan, dan melelahkan bagi pasien. Juga, meningkatkan stres dan kecemasan pasien karena menunggu hasilnya.

Ada kemungkinan pasien berhenti menemui dokter, karena jangka waktu yang makin lama antara tiap kunjungan.

Rujukan:

  • Zemen EM, Schreiber EC, Tepper JE. Basics of radiation therapy. In: Niederhuber JE, Armitage JO, Doroshow JH, et al., eds. Abeloff's Clinical Oncology. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2013:chap 27.

  • National Cancer Institute. Radiation therapy and you: support for people who have cancer. Available at: http://www.cancer.gov/cancertopics/coping/radiation-therapy-and-you.

Bagikan informasi ini: