Apa itu Perawatan Neuropsikiatri Lanjutan?

Perawatan neuropsikiatri lanjutan adalah janji temu antara pasien yang telah menyelesaikan pengobatan dengan dokter spesialis yang mempunyai latar belakang pendidikan neurologi dan psikiatri (seperti spesialis neurologi gangguan perilaku).

Neuropsikiatri adalah bidang ilmu yang luas dan rumit yang terdiri dari dua cabang ilmu, yaitu: neurologi yang menangani sistem saraf, khususnya otak, dan [psikiatri] (https://www.docdoc.com/id/id/info/specialty/psikiater), ilmu kedokteran yang mempelajari gangguan kejiwaan. Neuropsikiatri dianggap sub-disiplin dari psikiatri dan dokter spesialis pada bidang ini memiliki ilmu yang tinggi mengenai fungsi otak, seperti korteks otak besar.

Neuropsikiatri berkonsentrasi memahami dan menangani tingkah laku serta kaitannya dengan kondisi saraf manusia. Singkatnya, neuropsikiatri ditujukan untuk menganalisis, memperkirakan, menentukan, merawat serta mengobatai beragam perubahan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan kejiwan yang berasal dari gangguan sistem saraf, seperti epilepsi, stroke, atau [cedera otak traumatik] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/luka-cedera-otak). Karena hal ini, neuropsikiatri disebut sebagai neurologi gangguan perilaku.

Penelitian di tahun 2008 membuktikan, sedikitnya 30% dari pasien yang terkena serangan stroke menjadi depresi karena ia mengidap stroke. Depresi dapat menurunkan kualitas hidup pasien serta memicu keinginan untuk menyakiti diri, bahkan bunuh diri. Neuropsikiatri sangat berguna dalam menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh gangguan sistem saraf sehingga dokter dapat memberikan intervensi medis.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Neuropsikiatri Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Perawatan neuropsikiatri lanjutan dilakukan pada pasien yang telah mengikuti pengobatan atau terapi khusus perubahan perilaku akibat gangguan sistem saraf. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pasien yang mengidap penyakit atau cedera sistem saraf akan mengikuti pengobatan neuropsikiatri, karena tidak ada atau tidak terlihat perubahan tingkah laku. Apabila ada, pasien akan menjalani berbagai macam intervensi medis, yang meliputi pengobatan, bimbingan konseling, terapi kejiwaan, atau [psikoterapi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/psikoterapi).

Tujuan konsultasi lanjutan adalah untuk memeriksa keberhasilan pengobatan yang telah diselesaikan pasien, atau apabila pasien memerlukan pengobatan jenis lain, mempertimbangkan bagian-bagian yang perlu penyesuaian. Jika pasien masih dalam masa pengobatan, konsultasi lanjutan akan berguna dalam menentukan apakah pengobatan sudah dapat dihentikan atau dosis harus diubah (misal, ditambah atau dikurangi). Dokter spesialis neuropsikiatri dapat mengawasi efek obat pada kesehatan dan kejiwaan pasien.

Saat perawatan, dokter akan mengevaluasi gejala dan mengenali gejala memburuk atau yang akan muncul. Pada kondisi ini, perawatan lanjutan berperan untuk mengatur atau mencegah gangguan di masa mendatang yang mengancam kesehatan pasien

Cara Kerja Perawatan Neuropsikiatri Lanjutan

Perawatan lanjutan adalah bagian penting dalam rencana pengobatan pasien neuropsikiatri. Namun sebelum konsultasi berlangsung, pasien diharuskan membuat perjanjian, di mana ia harus ikut serta dalam intervensi kejiwaan yang disarankan oleh dokter spesialis neuropsikiatri.

Setelah itu, dokter akan memberi informasi jadwal perawatan lanjutan pada pasien. Sesi lanjutan ini didasarkan oleh berbagai macam faktor, seperti usia, perkembangan pasien, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, dan partisipasi pasien. Perawatan dapat berjalan satu kali hingga berkali-kali dalam rentang waktu beberapa minggu, bulan atau bahkan tahunan apabila pasien mengalami [Alzheimer] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penyakit-alzheimer/) atau penyakit Parkinson.

Saat perawatan berlangsung, dokter akan:

  • Memeriksa hasil dan rekomendasi yang dibuat pada konsultasi sebelumnya.
  • Meklakukan pemeriksaan yang berbeda untuk mengevaluasi hasil serta rekomendasi yang diharapkan.
  • Mewawancarai pasien untuk mengetahui adanya perubahan pada penyakit sistem saraf, tingkah laku, atau keduanya.
  • Merekomendasi intervensi medis bila diperlukan (seperti, merujuk pasien stroke yang kesulitan berbicara pada dokter patologi kemampuan bicara)
  • Bekerja sama dengan anggota tim perawatan kesehatan lainnya, seperti ahli terapi, ahli neurologi, atau ahli terapi fisik
  • Memberikan petunjuk mengenai cara meningkatkan kemampuan adaptasi pada pasien, sesuai dengan batas ilmu dan bidang keahlian dokter spesialis neuropsikiatri.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Neuropsikiatri Lanjutan

Bidang neuropsikiatri termasuk ilmu yang rumit, karena sulit untuk menemukan spesialis neuropsikiatri yang mampu menyediakan konsultasi, khususnya konsultasi lanjutan. Selain itu, perawatan lanjutan kemungkinan akan mengalami kegagalan karena terjadi kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi antara dokter dan pasien. Proses perawatan dapat dipermudah dengan menerapkan teknologi baru, seperti perangkat lunak rekam medis yang mampu mengirimkan jadwal perawatan pada ponsel pasien secara otomatis.

Rujukan:

  • American Neuropsychiatric Association
Bagikan informasi ini: