Gambaran Umum

Masa nifas, biasanya berlangsung pada enam minggu pertama pasca melahirkan, ini merupakan tahapan kritis bagi kesehatan fisik dan mental sang ibu. Sebab sang ibu mengalami banyak perubahan fisik dan mental saat mengandung bayi dan mengalami stres saat melahirkan. Sehingga, kembali ke kondisi semula dapat membuat sang ibu tertekan. Sang ibu juga mendapatkan tekanan tambahan, karena perlu merawat bayinya yang baru lahir.

Pada masa nifas, wanita rentan terhadap beragam gangguan, seperti depresi masa nifas dan infeksi, terutama bagi mereka yang menjalani insisi vagina dan operasi caesar. Oleh karena itu, dokter menyarankan sang ibu melakukan kunjungan masa nifas atau konsultasi 4-6 minggu setelah melahirkan.

Tujuan dari konsultasi ini adalah menilai kondisi fisik dan mental sang ibu dan melihat bagaimana ia menghadapi situasi ini. Dokter juga akan membantu sang ibu menurunkan berat badan dan memberikan saran untuk mencapai berat badan ideal dengan asupan nutrisi yang tepat serta olahraga.

Siapa yang Perlu Menjalani Kunjungan Masa Nifas & Hasil yang Diharapkan

Penting bagi wanita yang baru melahirkan untuk melakukan kunjungan masa nifas, bahkan jika ia merasa baik-baik saja dan tidak menunjukkan tanda-tanda lelah secara mental atau depresi. Dalam beberapa kasus, wanita tidak menunjukkan gejala apapun dan menyangkal gejala yang dirasakan atau terlihat. Jika kondisi tidak diketahui, kemungkinan besar akan semakin buruk dan sulit ditangani nantinya.

Kunjungan masa nifas dapat berlangsung 30 menit hingga beberapa jam, tergantung hasil temuan dokter. Jika dokter merasa sang ibu memerlukan pemeriksaan lebih lanjut atau pengobatan, maka ia akan diminta kembali untuk konsultasi lanjutan atau dirujuk ke dokter spesialis.

Cara Kerja Kunjungan Masa Nifas

Biasanya, kunjungan masa nifas diawali dengan wawancara pendek. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti bagaimana keadaan sang ibu dan apakah ia merasakan suatu gejala. Tujuan dari wawancara ini tidak hanya mencari tahu masalah fisik yang mungkin diderita sang ibu, tapi juga untuk menilai keadaan mentalnya. Dokter dapat melihat jika sang ibu mengalami kelelahan mental dan meresepkan obat atau memberikan saran untuk menghadapi kondisinya tanpa mengonsumsi obat-obatan apapun.

Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika sang ibu menjalani episiotomi saat melahirkan, lukanya akan diperiksa untuk memastikannya sembuh dengan benar. Pasien yang melahirkan dengan tindakan caesar, biasanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan dua minggu setelah melahirkan. Namun, dokter tetap akan memeriksa lukanya saat kunjungan masa nifas.

Dalam pemeriksaan fisik, panggul sang ibu akan diperiksa untuk memastikan uterus, serviks, dan ovarium kembali ke kondisi normal sebelum hamil. Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda infeksi atau meminta sang ibu menjalani pap smear jika ada yang terlihat tidak normal.

Pemeriksaan payudara biasanya juga dilakukan, sebab payudara mengalami banyak perubahan saat kehamilan dan pasca-melahirkan. Jika dokter menemukan perubahan yang tidak normal, pasien akan diminta melakukan tes lanjutan agar masalahnya dapat diatasi dengan segera.

Kesehatan mental sang ibu sama pentingnya dengan kesehatan fisik, oleh karena itu dokter akan memeriksa adakah tanda-tanda deprsi. Jika dokter merasa sang ibu menunjukkan tanda tersebut, biasanya akan dirujuk ke spesialis depresi masa nifas atau diminta mencari tenaga bantuan selama masa nifas, seperti pengurus bayi. Dalam kebanyakan kasus, depresi terjadi karena sang ibu merasa kewalahan dengan kondisi baru ini dan yang ia butuhkan hanyalah sedikit bantuan dalam mengurus bayinya.

Jika dokter tidak menemukan kelainan pada fisik atau mental saat kunjungan masa nifas. Dokter akan memberitahu bahwa sang ibu dapat kembali menjalani aktivitasnya, termasuk olahraga dan aktivitas sosial.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Kunjungan Masa Nifas

Kunjungan masa nifas tidak akan menimbulkan komplikasi atau resiko, kecuali dokter menemukan kelainan pada fisik atau mental yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan. Jika demikian, komplikasi dan resiko dapat terjadi pada pemeriksaan atau perawatan.

Penting untuk memberi tahu dokter, jika Anda merasakan masalah apapun, termasuk masalah di rumah yang dapat menambahkan tekanan fisik, mental, dan emosional. Masalah apapun meski terlihat kecil dapat memengaruhi pikiran sang ibu, saat masa nifas. Dokter mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah atau merujuk Anda ke spesialis, yang dapat memberikan saran tepat.

Masalah yang umum terjadi selama masa nifas, antara lain:

  • Infeksi, termasuk infeksi pada bekas sayatan dan infeksi ginjal
  • Payudara membengkak
  • Pembuluh darah tersumbat
  • Keputihan
  • Kerontokan rambut
  • Stretch marks
  • Inkontinensia
  • Rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual
  • Berkurangnya gairah seksual
  • Pendarahan masa nifas yang mengakibatkan pendarahan berlebih


Jika Anda mengalami salah satu masalah di atas, pastikan Anda memberitahukannya pada dokter saat kunjungan masa nifas. Namun, jika kondisinya memburuk dan sudah menganggu aktivitas sehari-hari, Anda perlu mencari bantuan medis dengan segera,

Anda juga perlu mencari bantuan jika menunjukkan gejala depresi, antara lain merasa sedih terus menerus atau memiliki keinginan bunuh diri. Tanda lainnya adalah tidak peduli terhadap aktivitas sehari-hari, teman, atau tanggung jawab apapun. Anda juga perlu mencari bantuan, jika merasa benci terhadap bayi dan keluarga Anda.

Rujukan:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (2010). Screening for depression during and after pregnancy. ACOG Committee Opinion No. 453. Washington, DC: American College of Obstetricians and Gynecologists.

  • American College of Obstetricians and Gynecologists (2008, reaffirmed 2009). Use of psychiatric medications during pregnancy and lactation. ACOG Practice Bulletin No. 92. Obstetrics and Gynecology, 111(4): 1001-1020.

Bagikan informasi ini: