Apa itu Konsultasi Gastroentologi Lanjutan?

Konsultasi gastroentologi lanjutan adalah janji temu yang dijadwalkan setelah pengobatan untuk masalah atau penyakit pada sistem pencernaan, selesai.

Gastroentologi adalah bidang kedokteran yang menangani masalah atau penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Saluran pencernaan atau gastrointestinal di bagi menjadi dua, atas dan bawah.

Saluran pencernaan atas di mulai dari mulut hingga usus dua belas jari. Sementara, saluran pencernaan bawah terdiri dari usus kecil, usus besar, rektum, dan anus. Penyakit gastrointestinal dapat menyerang sebuah organ, sebagian kecil dari saluran pencernaan, atau sebagian besar saluran pencernaan, seperti dalam kasus penyakit Crohn.

Pada tingkat tertentu, gastroenterology termasuk hati dan kandung kemih karena keduanya mengeluarkan dan menyimpan empedu, yang penting untuk memecahkan lemah dalam makanan.

Dokter yang menspesialisasikan diri dalam bidang ini disebut spesialis gastroentologi. Selain memberikan diagnosis, spesialis gastroentologi juga dapat meninjau perkembangan penyakit atau progres pengobatan yang dijalani pasien melalui tes dan pemeriksaan, seperti endoskopi. Ia juga dapat mengobati, mengendalikan gejala, dan memberikan konseling bagi pasien yang memiliki masalah sistem pencernaan. Banyak juga spesialis gastroentologi yang memiliki spesialisasi di bidang kedokteran lain, misalnya bedah.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Gastroentologi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi gastroentologi lanjutan direkomendasikan, jika mereka:

  • Mengalami komplikasi pasca pengobatan dan pemeriksaan – Beberapa pemeriksaan sistem pencernaan memiliki risiko komplikasi. Misalnya, kolonoskopi dapat menimbulkan pusing, mual, atau perdarahan pada rektum, juga infeksi. Konsultasi lanjutan memberikan kesempatan bagi dokter untuk memeriksa kondisi pasien, sehingga jika memang terjadi komplikasi bisa ditangani lebih awal. Selain itu, konsultasi ini dapat dimanfaatkan untuk menilai apakah pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang diharapkan atau sebaliknya.

  • Menderita penyakit progresif atau kronis – Beberapa masalah gastrointestinal kronis dan progresif seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn, kemungkinan besar memburuk seiring berjalannya waktu bahkan jika sudah diobati. Oleh karena itu, konsultasi lanjutan perlu dilakukan untuk mengikuti perkembangan penyakit, menangani gejala dan efek yang muncul, dan mencari cara untuk menunda perkembangannya.

  • Memiliki penyakit yang mungkin datang kembali – Mereka yang menderita kanker usus memiliki resiko penyakit yang kembali lagi, meskipun sudah diobati, atau bahkan menyebar. Konsultasi lanjutan memungkinkan dokter untuk menemukan tanda-tanda kembali kanker, lebih dini.

  • Beresiko tinggi menderita penyakit gastrointestinal – Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit gastrointestinal, seperti genetik, pola makan, kondisi kesehatan keseluruhan, usia, lingkungan, dan gaya hidup. Tergantung derajat pemaparan terhadap risiko, dokter mungkin menjadwalkan konsultasi lanjutan setelah pasien menjalani konsultasi pertama atau pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan resiko dan menangani gejala, jika memang berkembang.

Cara Kerja Konsultasi Gastroenterologi Lanjutan

Pembicaraan awal mengenai perlunya pasien menjalani konsultasi lanjutan dilakukan saat (1) dokter sedang merumuskan rencana pengobatan, (2) segera setelah konsultasi awal selesai, dan (3) setelah tes/pemeriksaan sistem pencernaan.

Konsultasi lanjutan memiliki jangka waktu atau frekuensi yang berbeda-beda, berdasarkan masalah yang sedang diobati, metode pengobatan atau tes yang dilakukan, kesehatan, usia, gejala, dan keparahan penyakit pasien.

Misalnya, pasien yang telah diobati karena kanker usus perlu melakukan konsultasi lanjutan dan tes tiap tiga hingga enam bulan sekali, di tahun pertama, untuk memonitor jika penyakit muncul kembali atau menyebar. Tes yang dilakukan termasuk pemeriksaan fisik, CT Scan, rectosigmoidoscopy dan CEA.

Dalam kasus lain, satu kali konsultasi lanjutan biasanya cukup, terutama jika sudah tidak ada gejala yang muncul, masalahnya ringan, atau pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Biasanya, konsultasi lanjutan memakan waktu 30 – 45 menit. Sesi pertama umumnya lebih lama.

Pasien diminta menjadwalkan konsultasi lanjutan dengan spesialis gastroenterologi di klinik atau rumah sakit, kecuali kondisi pasien memburuk atau dianggap sebagai keadaan gawat darurat. Jika mengikuti jadwal, pasien akan diingatkan saat waktu konsultasi sudah dekat.

Saat tiba di klinik atau rumah sakit, pasien perlu menjalani pemeriksaan awal dan wawancara. Lalu, staf klinik akan memberikan rekam medis dan informasi kesehatan pasien lainnya kepada dokter.

Pada konsultasi lanjutan, spesialis gastroenterologi akan melakukan evaluasi melalui pemeriksaan fisik (atau tes lainnya), membandingkan hasil sebelumnya dan saat ini, serta memberikan rekomendasi berdasarkan pemeriksaan fisik atau hasil tes. Dokter juga mungkin memberikan konseling untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan penanganan pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Gastroenterologi Lanjutan

Beberapa tes tidak hanya memakan waktu, namun kadang menyakitkan dan terasa tidak nyaman bagi pasien. Sehingga, pasien kadang tidak melakukan konsultasi lanjutan karena tidak ingin menjalani tes tersebut dan berisiko mengalami komplikasi minor.

Rujukan:

  • American Gastroenterology Association
Bagikan informasi ini: