Apa itu Konsultasi Hematologi Lanjutan?

Pasien yang memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan darah dan telah melakukan konsultasi awal biasanya memerlukan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis hematologi, yaitu dokter dengan keahlian khusus untuk mendiagnosa dan mengobati gangguan darah. Tujuan utama dari konsultasi lanjutan adalah untuk memantau kemajuan pasien setelah pengobatan, menilai apakah terjadi komplikasi, serta mencegah komplikasi dan penyebarannya.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Hematologi Lanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi hematologi lanjutan dijadwalkan bagi mereka, jika :

  • Telah didiagnosis dengan gangguan atau penyakit yang berhubungan dengan darah saat konsultasi pertama. Konsultasi lanjutan akan berfokus untuk memulai pengobatan.
  • Pasien harus menjalani pemeriksaan setelah konsultasi awal, spesialis hematologi akan memanggil pasien dalam untuk tindak lanjut. Seperti membahas hasil tes dan mungkin, diagnosis.
  • Pasien sedang menjalani pengobatan untuk gangguan darah dan spesialis hematologi yang ingin memantau perkembangan dari hasil pengobatan. Dalam kasus tersebut, pasien perlu datang untuk pemeriksaan lanjutan pada tahap perbeda saat proses penyembuhan.
    Konsultasi lanjutan juga penting bagi pasien akan menjalani operasi besar atau prosedur lainnya. Seperti kemoterapi atau radioterapi, prosedur pengobatan utama yang digunakan bagi pasien yang menderita leukemia, limfoma, atau myeloma. Ketiganya merupakan kanker darah. Melalui konsultasi lanjutan, hematologi dapat mengevaluasi hasil dari setiap tahap pengobatan, dan jika diperlukan akan melakukan penyesuaian.

Selain konsultasi, tindakan hematologi lanjutan termasuk perawatan jangka panjang bagi pasien yang telah sembuh, tetapi perlu dipantau terus menerus. Ini dilakukan karena beberapa perawatan yang digunakan untuk mengobati gangguan darah membawa risiko dampak kesehatan jangka panjang. Perawatan berkelanjutan memungkinkan dokter untuk mengatasi menangani dampaknya, juga mendeteksi tanda-tanda awal kambuh sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan.

Jika pasien didiagnosis dengan gangguan darah, konsultasi hematologi lanjutan akan menjadi bagian utama dari rencana perawatan medis.

Cara Kerja Konsultasi Hematologi Lanjutan

Proses konsultasi hematologi lanjutan bisa berbeda-beda, tergantung tujuan yang ditentukan pasien dan dokter.

Jika dokter menjadwalkan pembahasan hasil tes diagnostik dan pilihan pengobatan, maka total waktu yang dihabiskan hanya 20 sampai 30 menit. Pasien juga tidak perlu menjalani tes diagnostik lanjutan. Kemudian, pasien akan dipersilakan pulang untuk mempertimbangkan metode pengobatan yang akan dipilih berdasarkan informasi yang telah diberikan oleh dokter.

Jika pasien telah menjalani pengobatan. Dokter biasanya akan menjadwalkan pemeriksaan sekitar satu atau dua minggu setelah pengobatan dimulai. Ini dilakukan untuk mengamati hasil pengobatan, dan dapat mengatasi efek samping yang mungkin muncul.

Jika pasien menjalani terapi, ia akan diminta untuk melakukan konsultasi dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 – 4 bulan sekali. Ini dilakukan untuk memastikan setiap sesi pengobatan memberikan hasil yang diharapkan. Konsultasi biasanya dimulai dengan penilaian kondisi pasien dibandingkan dengan keadaan kesehatan sebelumnya, untuk mengetahui adanya perbaikan atau perubahan lainnya. Dokter juga akan menanyakan gejala lama dan baru yang mungkin dialami pasien.

Untuk jangka panjang konsultasi lanjutan dapat terus berjalan hingga 10 tahun, terutama jika melibatkan tindakan seperti kemoterapi atau radioterapi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Hematologi Lanjutan

Ada berbagai jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan yang berhubungan dengan darah. Seperti [perdarahan] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/pendarahan) dan penyakit pembekuan darah, keduanya memiliki risiko masing-masing. Namun tindak lanjut tepat, risiko ini dapat dicegah saat pasien mencari pengobatan untuk penyakitnya.

Berikut ini adalah pilihan pengobatan paling umum untuk penyakit yang berhubungan dengan darah. Namun, perlu diingat setiap pilihan pengobatan membawa beberapa efek samping.

  • Suplemen zat besi – Kekurangan zat besi atau [anemia] (http://www.docdoc.com/info/condition/anemia) dan penyakit darah lainnya disebabkan oleh rendahnya sel darah merah. Kondisi-kondisi ini dapat diobati dengan resep untuk suplemen zat besi. Namun, suplemen ini datang dengan efek samping. Di antaranya sembelit dan dapat menyebabkan overdosis zat besi, sehingga pasien mungkin mengalami diare, mual dan perut yang kram tajam. Dengan demikian, zat besi harus diberikan pada dosis yang tepat untuk mencegah efek samping, dan penggunaannya harus diawasi oleh seorang tenaga medis profesional.

  • Transfusi darah - Transfusi darah harus dipantau secara ketat, karena beberapa orang mungkin mengembangkan reaksi alergi terhadap darah baru.

  • Terapi penggantian faktor - Terapi pengganti Factor menempatkan pasien pada risiko inhibitor, yang dapat membuat faktor yang membantu pembekuan darah tidak efektif. Pasien juga berisiko terinfeksi virus dari plasma yang terkonsentrasi, namun hal ini cukup langka.

  • Transfusi plasma beku - Ini dapat menyebabkan sejumlah efek samping yang serius jika tidak dikelola dengan baik. Ini termasuk demam, gatal-gatal atau urtikaria, dan dalam kasus yang parah, anafilaksis yaitu reaksi alergi yang mengancam jiwa.

  • Pembedahan - Risiko umum menjalani operasi, seperti pendarahan dan infeksi, juga berlaku bagi pasien yang menjalani perawatan bedah untuk gangguan darah.

  • Kemoterapi dan radioterapi - Kedua pilihan pengobatan ini dapat menyebabkan reaksi segera atau efek samping tertunda, sehingga sangat penting bagi pasien untuk mendatangi konsultasi lanjutan, bahkan setelah pengobatan selesai. Efek samping ini termasuk rasa sakit, mual, muntah, kelelahan dan pasien lebih rentan terhadap infeksi.

    Rujukan:

  • American Society of Hematology

Bagikan informasi ini: