Apa itu Perawatan Pasca Transfusi Darah?

Perawatan pasca transfusi darah adalah janji temu dengan dokter, khususnya spesialis darah, setelah tubuh pasien menerima transfusi darah.

Walaupun pendarahan sesekali, seperti menstruasi, termasuk hal yang lumrah, namun pendarahan dalam jumlah banyak merupakan masalah serius yang dapat menyebabkan kegagalan organ tubuh. Gangguan kesehatan, seperti penyakit hati dan sumsum tulang, serta kanker dan anemia dapat mengurangi jumlah darah di dalam tubuh. Ini dapat memperburuk kesehatan pasien, maka pada kondisi ini, transfusi darah menjadi salah satu solusi perawatan yang tepat.

Siapa yang Perlu Menjalani Perawatan Pasca Transfusi Darah dan Hasil yang Diharapakan

Kondisi yang membuat pasien membutuhkan transfusi darah, antara lain:

  • Pembedahan – Salah satu risiko utama dari prosedur bedah adalah perdarahan internal dan eksternal. Keduanya dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Untuk itu, dokter bedah selalu menyediakan transfusi darah bagi pasien selama prosedur bedah bedah berlangsung atau pasca bedah.
  • Trauma – Berbagai jenis cedera yang disebabkan oleh trauma dapat membuat perdarahan berat. Transfusi darah akan membantu membuat tubuh pasien tetap stabil saat ia dalam situasi darurat.
  • Kehamilan – Transfusi darah untuk kehamilan termasuk jarang, namun akan diperlukan apabila wanita hamil mengidap anemia berat yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dan pendarahan berat.
  • Gangguan darah – Kondisi ini termasuk hemofilia, aplastik anemia, thalasemia, infeksi hati, penyakit kanker dan ginjal yang memengaruhi produksi sel darah sehat atau membuat pasien kehilangan banyak darah dalam waktu yang cukup lama.


Perawatan pasca transfusi darah biasanya dilaksanakan untuk memantau komplikasi dan risiko yang muncul. Walaupun risiko termasuk kecil, namun merupakan kondisi yang sangat serius dan dapat mengancam nyawa pasien. Contohnya, apabila pasien mendapat transfusi dari golongan darah yang yang tidak tepat, tubuh pasien akan menolak dan menyerang darah tersebut. Terlebih lagi jika sumber darah meragukan, hal ini terjadi apabila tidak ada pengawasan ketat, pasien akan terinfeksi virus dengan penyakit menular, seperti HIV dan hepatitis.

Cara Kerja Perawatan Pasca Transfusi Darah

Perawatan pasca transfusi darah harus sudah didiskusikan sebelum prosedur berjalan. Hal ini sangatlah penting, terutama untuk pasien yang akan segera menjalani operasi atau transplantasi dan apabila pasien dalam usia anak, orang tua, atau ibu hamil. Konsultasi menjadi lebih penting jika jumlah darah yang tersedia terbatas atau sumbernya tidak terpercaya.

Perawatan ini dimulai dalam 24 jam pasca transfusi karena terdapat kemungkinan komplikasi, seperti demam, kedinginan, reaksi alergi, keracunan zat besi, dan penyebaran penyakit menular biasanya muncul dalam kurun waktu ini.

Jika komplikasi muncul, dokter akan memberhentikan prosedur transfusi darah dan memeriksa pasien berdasarkan gejala yang ia alami, efek jangka panjang dan pendek dari transfusi, usia, dan kondisi gangguan kesehatan yang telah ada. Pasien akan diberikan obat sebagai penanganan pertama, sementara dokter akan mengidentifikasi penyebab komplikasi. Tim medis pasien akan bekerja sama dengan bank darah dan layanan penyedia darah lainnya seperti Palang Merah, khususnya jika masalah berupa penerimaan darah yang terkontaminasi.

Didasarkan pada pemeriksaan dan pengobatan, pasien hanya perlu mengikuti satu sesi perawatan. Pasien yang memerlukan transfusi darah rutin, akan selalu dalam pengawasan untuk mencegah adanya kontaminasi dan kelebihan zat besi.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perawatan Pasca Transfusi Darah

Beberapa tanda dan gejala komplikasi, seperti demam dan kedinginan tidak selalu disebabkan oleh transfusi darah, namun hal ini dapat menghambat intervensi medis. Bahaya terbesar adalah pasien tidak akan mendapat perawatan dan perhatian medis dengan segera. Sehingga ketika komplikasi muncul, kondisinya dalam keadaan yang sudah memburuk.

Rujukan:

  • Cushing MM, Ness PM. Principles of red blood cell transfusion. In: Hoffman R, Benz EJ Jr, Silberstein LE, et al., eds. Hematology: Basic Principles and Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2013:bab 112.

  • Hall BA, Chantigian RC. Blood products, transfusion, and fluid therapy. In: Hall BA, Chantigian RC. Anesthesia: A Comprehensive Review. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier; 2015:bab 5.

Bagikan informasi ini: