Definisi dan Deskripsi Singkat

Konsultasi prostodonsialanjutan merupakan kunjungan ke spesialis prostodonsiayang dijadwalkan setelah perawatan prostodonsiaselesai dilakukan. Dokter spesialis prostodonsiaadalah dokter gigi yang memiliki keahlian khusus dalam perbaikan dan penggantian gigi yang rusak, patah, atau terasa sakit. Mereka berfokus untuk memastikan gigi pasien masih berfungsi dengan normal dan di waktu yang bersamaan, masih sedap dipandang. Karena tujuan tersebut, keseluruhan rencana perawatan pasien yang juga melibatkan spesialis – spesialis gigi lainnya. Dalam banyak kasus, hal ini membuat mereka sebagai dokter gigi terbaik untuk pasien yang mempunyai berbagai masalah kesehatan pada gigi.

Konsultasi prostodonsialanjutan merupakan bagian penting dalam proses perawatan untuk memperbaiki atau mengganti gigi. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa perawatan yang telah dijalani mencapai hasil yang diinginkan dan juga untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi. Jika terjadi komplikasi, maka konsultasi lanjutan ini akan mempermudah dokter gigi untuk melihat masalah yang terjadi secara tepat.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi ProstodonsiaLanjutan dan Hasil yang Diharapkan

Semua pasien yang baru saja menjalani perawatan prostodonsiadiwajibkan untuk melakukan konsultasi lanjutan yang telah dijadwalkan. Hal ini sangat direkomendasikan karena pertemuan ini mempunyai dampak besar pada hasil jangka panjang perawatan yang sudah dilakukan oleh pasien. Di akhir kunjungan, baik dokter gigi dan pasien harus memastikan bahwa perawatan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan hasil yang diharapkan, serta tidak menyebabkan komplikasi apapun.

Perawatan prostodonsiadan konsultasi lanjutan bisa membantu mereka yang mengalami kerusakan gigi, karena:

  • Penuaan
  • Cedera
  • Trauma
  • Sakit pada gigi


Sebagai tambahan, spesialis prostodonsiajuga dapat menolong pasien yang tugas untuk mendapatkan kembali giginya karena:

  • Cacat pada wajah ang diakibatkan oleh faktor genetis seperti sumbing
  • Gangguan tidur
  • Penyakit Temporomandibular
  • Perawatan prostetik pada Maxillofacial
  • Kanker mulut


Untuk memperbaiki atau menggantikan gigi yang telah hilang atau rusak, spesialis prostodonsiajuga dapat menawarkan pasien pilihan yang berbeda, yaitu:

  • Pemasangan mahkota tiruan
  • Pemasangan bridge yang berfungsi sebagai penghubung apabila terdapat satu atau beberapa gigi yang tanggal
  • Gigi tiruan lengkap
  • Gigi tiruan sebagian
  • Pemasangan dental bonding
  • Dental veneer
  • Bleaching atau pemutihan gigi
  • Pemasangan implan gigi

Cara Kerja Konsultasi Prostodonsia Lanjutan

Konsultasi prostodonsia lanjutan dilakukan di klinik atau ruang dokter gigi dan biasanya berlangsung kurang dari 30 menit. Kunjungan ini biasanya dijadwalkan satu atau dua minggu setelah perawatan selesai. Selama kunjungan, dokter gigi akan:

  • Memeriksa stabilitas gigi pasien
  • Memeriksa kekuatan gigitan pasien
  • Memeriksa kembali hasil perawatan
  • Memeriksa adanya gejala dari komplikasi
  • Menghitung tulang yang keropos


Jika tidak terdapat gejala dari komplikasi, dokter spesialis prostodonsia akan mengizinkan pasien untuk pulang ke rumah dengan memberikan saran mengenai bagaimana cara merawat gigi yang tepat, apa yang harus dihindari, dan kapan pasien harus kembali untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dengan menjalankan prosedur tersebut, pasien akan terbantu untuk mempertahankan kesehatan gigi jangka panjang. Dokter gigi juga mungkin akan mengambil beberapa gambar dari hasil perawatan untuk dokumentasi dan untuk membandingkan foto hasil perawatan dengan foto sebelum perawatan. Beberapa dokter gigi juga akan menjadwalkan panoramic x-ray pada gigi sekitar enam bulan dari waktu selesainya perawatan.

Tetapi, jika terdapat beberapa masalah dengan gigi, dokter gigi akan meresepkan perawatan lanjutan atau membuat penyesuaian yang tepat, pada umumnya hal ini dialami oleh pasien yang memasang gigi tiruan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Prostodonsia Lanjutan

Selama konsultasi lanjutan dengan spesialis prostodonsia, ia akan memeriksa apakah pasien mengalami komplikasi, seperti:

  • Infeksi
  • Pendarahan
  • Pembengkakan pada rahang, gusi, atau wajah
  • Nyeri
  • Demam
  • Adanya atau keluarnya nanah


Karena pada umumnya pasien berisiko terkena infeksi, maka dokter gigi akan meresepkan antibiotik, terlebih jika pasien mempunyai beberapa masalah kesehatan yang dapat menurunkan kemampuan pasien dalam melawan penyakit.

Untuk menghindari komplikasi yang berhubungan dengan perawatan prostodonsia, pasien perlu memilih dokter yang tepat. Profesi dokter gigi ini tidak hanya menjalani empat tahun untuk sekolah kedokteran gigi tetapi meeka juga menghabiskan tiga tahun untuk mendapatkan pelatihan dalam bidang prostodonsia.

Rujukan:

  • The American Prosthodontic Society
Bagikan informasi ini: