Apa Itu Kawat Gigi?

Pemasangan kawat gigi mengacu pada proses pemasangan kawat ortodontik atau kawat gigi melalui pencetakan, pemasangan, dan pengikatan kawat logam dan karet elastis. Banyaknya tindakan seperti operasi mungkin perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tergantung pada kondisi gigi dan rahang pasien.

Disebut juga sebagai dental cases, kawat gigi atau kawat gigi ortodontik merupakan peralatan untuk mulut yang digunakan untuk memindahkan gigi secara perlahan sehingga gigi sejajar serta mengatasi masalah maloklusi (kontak abnormal antara gigi rahang atas dan gigi rahang bawah) pada prosesnya.

Kawat gigi dan kawat gigi lepasan seringkali disalahartikan karena memiliki fungsi dasar yang serupa: yaitu untuk memindahkan gigi pada posisi idealnya. Namun, kawat gigi lepasan dianjurkan ketika hanya dibutuhkan sedikit perpindahan (seperti pada kasus celah kecil di antara gigi). Kawat gigi lepasan juga dikenakan setelah kawat gigi dilepas untuk memastikan gigi tetap berada pada posisi yang telah diatur.

Terdapat beragam jenis kawat gigi. Kawat gigi tradisional terdiri dari kawat logam yang diikatkan pada setiap bracket yang terpasang sementara pada bagian depan gigi. Kawat ini bersifat sangat lentur karena dapat mengerut dan lurus dengan sendirinya, sehingga memaksa gigi untuk bergerak dengan perlahan selama perawatan hingga posisi yang diinginkan tercapai. Sementara itu, kawat gigi lingual adalah kawat gigi yang ditempatkan di gigi bagian dalam sehingga tidak terlihat.

Di sisi lain, kawat gigi keramik menggabungkan logam dan perata gigi yang memiliki warna yang sama dengan gigi sehingga tidak mudah terlihat. Salah satu jenis modernya disebut perata gigi tanpa warna seperti Invisalign, yang tentunya transparan.

Karena pemasangan kawat gigi dapat menjadi tindakan yang rumit, sebaiknya tindakan ini dilakukan oleh dokter gigi yang telah menerima pelatihan dan pendidikan yang lebih canggih daripada dokter gigi umum.

Siapa yang Membutuhkan & Hasil dari Kawat Gigi

Kawat gigi sangat dianjurkan bagi orang yang memiliki gigi yang sehat namun tidak sejajar.

Tujuan utama dari perata gigi ortodontik adalah untuk membuat gigi pindah hingga sejajar.

Menggigit dan mengunyah merupakan aktivitas yang paling penting dalam proses pencernaan, yang dimulai di mulut. Ketika seseorang menggigit dan mengunyah makanan, air liurnya bercampur dengan makanan tersebut, membantu memecah komponen menjadi sari pati dan lemak. Mengunyah dan menggigit juga merangsang produksi asam lambung dalam perut yang kemudian akan benar-benar menghancurkan makanan. Maka dari itu, menggigit dan mengunyah dengan benar memastkikan makanan dicerna dengan baik. Hal ini mencegah penumpukan gas di dalam usus, yang terjadi ketika makanan tidak sepenuhnya tercerna.

Bagaimanapun, salah satu alasan gigitan dan kunyahan yang tidak baik ialah tidak sejajarnya gigi. Kondisi yang dinamakan maloklusi ini berarti gigi bagian atas dan bawah tidak sejajar dengan benar. Tingkatan kondisinya ini dimulai dari celah kecil atau besar di antara gigi hingga kasus di mana beberapa posisi gigi lebih ke dalam atau ke luar. Untuk mengatasi masalah inilah kemudian kawat gigi digunakan.

Kawat gigi juga dipasang oleh pasien untuk alasan keindahan. Orang yang memiliki gigi bercelah atau bengkok dapat mengembalikan senyum indahnya dengan menggunakan kawat gigi.

Proses pemasangan kawat gigi mungkin membosankan, memakan waktu lama, dan tidak nyaman bergantung pada kawat gigi pilihan Anda. Biasanya diperlukan waktu sekitar satu atau dua jam untuk menyelesaikannya, utamanya jika bracket dan kawat tradisional yang digunakan.

Kawat gigi tidak segera memberikan hasil yang diinginkan. Perawatan dapat berlangsung antara enam bulan sampai satu tahun tergantung pada parahnya kondisi gigi. Pasien biasanya diminta untuk membuat kunjungan lanjutan, yang jangka waktunya berkisar setiap 3 minggu atau setiap bulan untuk pengaturan kawat gigi serta pemantauan.

Bagaimana Cara Kerja Kawat Gigi?

Sebelum dokter gigi ahli ortodontis menganjurkan pemakaian kawat gigi atau perata gigi jenis apapun, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan termasuk penggunaan sinar-X untuk melihat dengan jelas kondisi gigi keseluruhan, terutama kesejajarannya. Sinar-X juga dapat menentukan apakah ada kondisi gigi yang mengganggu yang perlu ditangani terlebih dahulu sebelum proses pemasangan dimulai. Bentuk rahang juga akan diperiksa dan dipertimbangkan. Jika diperlukan, pencabutan gigi akan dilakukan untuk memberikan beberapa ruang, yang memungkinkan gerakan gigi menjadi lebih baik dan halus. Pasien mungkin juga menjalani operasi rahang untuk memperbaiki struktur wajahnya.

Secara umum, pemasangan kawat gigi dimulai dengan proses pencetakan. Dokter gigi ahli ortodontis akan mengambil cetakan gigi, yang digunakan sebagai dasar menciptakan kawat gigi, serta dalam pembentukan rencana perawatan lengkap. Untuk perata gigi tanpa warna, semua pemeriksaan akan dikirimkan ke laboratorium pribadi, yang menciptakan tampilan 3D dari gerakan gigi selama perawatan berlangsung. Dokter gigi kemudian akan menyetujui gambar, dan laboratorium akan membuat perata gigi untuk Anda.

Kawat gigi siap dipasang setelah selesai dibuat. Kawat dirancang untuk merespon panas alami tubuh pasien. Kerumitan tindakan terletak pada pengikatan kawat. Sangat penting bagi kawat untuk diikat dengan benar karena gerakan kawat sangat menentukan keberhasilan tindakan. Karet elastis juga biasanya digunakan untuk menjaga kawat tetap stabil. Lem gigi khusus kemudian digunakan untuk memastikan kawat gigi tidak bergerak.

Kemungkinan Risiko dan Komplikasi

Komplikasi jarang terjadi pada tindakan ortodontik karena pengawasan profesional yang ketat dan kecanggihan teknologi. Selain itu, risiko dan komplikasi dapat dicegah dengan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi dan dokter gigi ahli ortodontis sebagai bagian dari rencana perawatan. Dengan melakukan hal ini, tanda kemungkinan risiko dan komplikasi apapun dapat diketahui sejak awal. Dokter ahli ortodontis juga akan mengevaluasi kondisi gigi, gusi, dan mulut sebelum Anda dianjurkan untuk memasang kawat gigi. Namun demikian, masalah masih bisa terjadi. Hal ini termasuk rusaknya struktur akar, yaitu proses yang dikenal sebagai resorpsi akar. Beberapa orang juga memiliki reaksi alergi terhadap kawat logam, yang mungkin menyebabkan nyeri atau radang gusi. Pasien juga mungkin memiliki ruam pada sekitar mulutnya. Tindakan tertentu dapat menyebabkan resesi atau hilangnya jaringan gusi, sehingga memperlihatkan akar gigi dalam proses penggunaan kawat gigi. Kondisi ini dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Dengan alasan ini, sangatlah penting untuk memasang kawat gigi dengan dokter gigi ahli ortodontis berpengalaman dan memiliki izin, pengalaman bertahun-tahun, dan rekam jejak (track record) yang terpercaya. Penting juga untuk mengikuti instruksi yang diberikan untuk mengurangi kemungkinan munculnya komplikasi.

Rujukan:

  • American Dental Association
  • Kidshealth.org
Bagikan informasi ini: