Apa itu Invisalign?

Invisalign adalah prosedur tindakan ortodonti untuk orang dewasa atau anak yang giginya tidak rata atau miring. Walaupun manfaatnya mirip dengan kawat gigi logam, Invisalign telah merevolusi industri orthodonti dengan menyediakan alternatif yang lebih mudah dipakai dan enak dilihat. Dirancang khusus untuk setiap tahap pengobatan, setiap nampan Invisalign perlahan akan mendorong gigi ke posisi yang tepat, dengan perencanaan yang terperinci dari dokter gigi. Invisalign dapat mengatasi hampir semua kekurangan dari kawat gigi logam, dan kekurangannya sendiri sangatlah sedikit. Dengan berbagai keunggulan, perangkat ortodonti ini menjadi sangat diminati oleh banyak pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemasangan Invisalign dan Hasil yang Diharapkan

Invisalign dapat bermanfaat bagi semua pasien yang membutuhkan perawatan ortodonti. Contohnya adalah mereka yang:

  • Giginya tidak rata, miring, atau terlalu berdempetan
  • Gigi terlalu renggang
  • Memiliki gigitan terbuka, atau gigi depan tidak terkatup saat menggigit
  • Memiliki gigitan tertutup, atau gigi atas menutupi gigi bawah saat menggigit
  • Memiliki gigitan menyilang, atau ada beberapa gigi atas yang tetap di dalam, sedangkan gigi yang lainnya keluar saat menggigit
  • Memiliki maloklusi
  • Gigi atas dan gigi bawah tidak saling bertemu
  • Rahang yang tidak saling bertemu


Berdasarkan tingkat keparahannya, maloklusi dapat dibedakan menjadi tiga jenis:

  • Kelas I – Kasus di mana rahang saling bertemu namun gigi berada pada posisi yang keliru
  • Kelas II – Kasus di mana rahang atas menonjol ke depan atau rahang bawah terlalu ke belakang. Kondisi ini lebih dikenal sebagai "overbite".
  • Kelas III – Jenis maloklusi yang ditandai dengan rahang bawang yang menonjol atau rahang atas yang terlalu ke belakang. Kondisi ini merupakan kebalikan dari kelas II dan dikenal sebagai "underbite".


Pada umumnya, orthodonti bertujuan untuk:

  • Meningkatkan penampilan dentofasial (gigi & wajah) pasien
  • Memperbaiki letak gigi atau rahang
  • Menghilangkan gangguan yang menimbulkan resiko jangka panjang pada gigi
  • Mengembalikan fungsi gigi


Berbeda dari kawat gigi logam, Invisalign dapat memberikan keempat hal tersebut tanpa menyebabkan ketidaknyamanan. Selain itu, pasien juga tidak perlu menggunakan perangkat logam yang tidak enak dilihat.

Cara Kerja Invisalign

Invisalign memiliki fungsi yang sama dengan kawat gigi logam, namun dengan metode yang berbeda. Jika cara kerja kawat gigi adalah dengan menarik gigi ke posisi yang benar dengan menggunakan kawat, lain halnya dengan Invisalign, yang dipasang di permukaan gigi untuk meratakan atau mengubah posisi gigi. Alih-alih menggunakan kawat untuk menarik gigi, Invisalign akan dipasang di permukaan gigi untuk meratakan atau mengubah posisi gigi. Selama masa pengobatan, pasien akan menggunakan beberapa nampan perata yang berbeda. Setiap nampan perata berfungsi untuk mendorong gigi ke posisi yang direncanakan dokter gigi. Biasanya, setiap nampan perata harus digunakan selama sekitar 2 minggu sebelum diganti dengan nampan selanjutnya.

Invisalign memiliki beberapa keunggulan dari kawat gigi tradisional, seperti:

  • Tidak perlu menggunakan perangkat logam yang besar dan tidak enak dilihat, karena Invisalign hampir tidak dapat terlihat
  • Tidak perlu dilakukan pengencangan kawat gigi, suatu proses yang dapat menyebabkan pasien merasa tidak nyaman
  • Perubahan posisi gigi terjadi secara perlahan dan hampir tidak memengaruhi aktivitas harian pasien


Apabila pasien tertarik untuk menjalani pemasangan Invisalign, pertama ia harus mencari penyedia Invisalign di dekat tempat tinggalnya. Hanya dokter gigi atau klinik gigi tertentu yang bisa mendapatkan akreditasi dari Invisalign. Dokter gigi harus menjalani pelatihan khusus dalam penggunaan dan pemasangan Invisalign sebelum diakreditasi.

Setelah menemukan dokter gigi yang dapat memasang Invisalign, pasien dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter gigi tersebut. Saat konsultasi, dokter gigi akan meninjau kondisi gigi pasien, seperti letak gigi dan gangguan gigitan. Hal ini dilakukan untuk merancang rencana pengobatan yang paling efektif bagi pasien. Kemudian, dokter gigi akan membicarakan pilihan pengobatan. Apabila pasien dinilai layak untuk menggunakan Invisalign, dokter gigi akan mencetak gigi pasien. Cetakan gigi dan hasil yang diharapkan dari setiap alat perata akan dikirimkan ke teknisi gigi yang dapat membuat Invisalign. Saat alat perata sudah siap, set yang pertama akan dipasang di gigi pasien.

Setelah Invisalign dipasang, pasien akan diminta untuk kembali setiap dua minggu sekali, supaya dokter gigi dapat mengganti alat perata. Proses ini akan terus berlangsung sampai pengobatan berakhir. Penggunaan Invisalign biasanya membutuhkan waktu yang hampir sama dengan kawat gigi tradisional, namun perangkat ini jauh lebih nyaman dan enak dipandang.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Invisalign

Dengan menggunakan Invisalign, pasien dapat mencegah resiko dan komplikasi akibat maloklusi, gigi yang tidak rata dan gigi yang posisinya keliru. Dengan begitu, kesehatan gigi juga dapat lebih terjaga. Apabila tidak menggunakan perangkat ortodonti, pasien akan lebih berisiko mengalami gangguan gigi dalam jangka panjang. Contohnya, pasien yang giginya miring beresiko terkena karies gigi dan infeksi gusi, karena gigi tersebut akan lebih sulit dibersihkan.

Namun, walaupun memiliki banyak keunggulan dibandingkan perangkat ortodonti tradisional, Invisalign tetap memiliki resiko tersendiri. Contohnya adalah:

  • Kerusakan saraf gigi yang dapat membutuhkan perawatan saluran akar gigi dan prosedur penyembuhan restorasi gigi lainnya
  • Kerusakan tulang gigi
  • Resorpsi akar gigi
  • Kerusakan mahkota gigi dan tambalan gigi
  • Lecet di gusi, pipi, dan bibir
  • Mulut kering
  • Sulit berbicara, terutama pada awal pemakaian Invisalign, namun biasanya akan berhenti dengan sendirinya setelah pasien terbiasa dengan Invisalign
  • Invisalign dapat pecah atau rusak
  • Resiko gangguan sendi temporomandibular yang lebih tinggi
  • Reaksi alergi terhadap material yang digunakan untuk Invisalign
  • Relaps, yaitu kondisi di mana gigi yang telah berubah posisinya kembali ke posisi awal (yang keliru) setelah rangkaian perata yang terakhir dilepas. Hal ini dapat ditangani dengan menggunakan retainer


Keluhan lain yang diajukan oleh pengguna Invisalign adalah perangkat ini tidak dapat mempersingkat masa pengobatan, yang berarti pasien harus terus-menerus mengganti Invisalign selama dua tahun. Namun, masa penggunaan Invisalign akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi gigi pasien dan seberapa cepat gigi berpindah ke posisi yang tepat.

Rujukan:

  • American Academy of Cosmetic Dentistry: “Orthodontics and Aligners.”
  • American Association of Orthodontists: “Aligners.”
Bagikan informasi ini: