Apa itu Penahan Gigi (Retainer)?

Penahan gigi (retainer) adalah alat ortodontik yang digunakan untuk menjaga susunan gigi. Ortodontis akan meratakan gigi yang tidak lurus atau tidak rata dengan kawat gigi. Setelah gigi sudah tersusun rapi, ortodontis akan mengganti kawat gigi dengan alat penahan gigi agar posisi gigi tidak berubah.

Untuk mendapatkan susunan gigi yang sesuai harapan dengan kawat gigi bisa membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Sayangnya, gigi cenderung berpindah posisi walaupun telah diluruskan, terutama bila ada celah di antara gigi. Gusi dan tulang rahang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan posisi gigi yang baru dan proses ini bisa berlangsung selama beberapa bulan. Penahan gigi dapat mencegah agar gigi tidak bergerak keluar dari susunan sampai tulang rahang telah menyesuaikan diri.

Penahan gigi memiliki berbagai bentuk dan terbuat dari berbagai bahan. Jenis penahan gigi yang paling umum adalah kawat yang dipasang pada gigi depan, juga dikenal sebagai penahan gigi “permanen”. Beberapa penahan gigi dapat dilepas, namun pasien harus memakai alat ini selama waktu minimal yang dibutuhkan dalam 24 jam.

Semua jenis penahan gigi dapat menjaga agar gigi tidak berpindah dari posisi baru mereka, sehingga tidak ada jenis penahan gigi yang “terbaik”. Namun, beberapa orang mungkin merasa lebih nyaman menggunakan jenis penahan gigi tertentu. Ortodontis akan menyarankan jenis penahan gigi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Siapa yang Harus Menggunakan Penahan Gigi (Retainer) & Hasil yang Diharapkan

Penahan gigi harus digunakan ketika gigi yang tidak lurus telah diratakan dengan kawat gigi. Apabila Anda sudah lama menggunakan kawat gigi dan akhirnya gigi Anda sudah rata, langkah selanjutnya adalah melepas kawat gigi. Namun, pada tahap ini, tulang rahang dan jaringan halus kemungkinan belum dapat menahan gigi agar tidak berubah posisi, sehingga Anda harus menggunakan penahan gigi.

Beberapa bulan pertama setelah kawat gigi dilepas adalah saat di mana gigi kemungkinan besar akan berpindah ke posisi lamanya. Supaya hal ini tidak terjadi, dokter gigi Anda akan menyarankan agar Anda menggunakan penahan gigi. Jika tidak, besar kemungkinan Anda harus menggunakan kawat gigi lagi.

Berapa lama Anda harus menggunakan penahan gigi akan ditentukan oleh dokter Anda. Biasanya, periode penggunaan penahan gigi akan sama dengan periode penggunaan kawat gigi, namun bisa juga lebih lama. Bahkan, beberapa pasien mungkin harus menggunakan penahan gigi seumur hidup mereka.

Cara Kerja Penahan Gigi (Retainer)

Penahan gigi dirancang berdasarkan bentuk dan wujud gigi Anda. Penahan gigi permanen akan dilekatkan dengan menggunakan semen khusus pada bagian belakang gigi. Berbeda dari sebagian besar kawat gigi, penahan gigi tidak akan terlihat dari luar, sehingga Anda tetap bisa tersenyum dengan indah. Namun, Anda mungkin membutuhkan waktu agar bisa terbiasa menggunakan penahan gigi. Penahan gigi biasanya tidak menyakitkan, namun Anda bisa saja menghasilkan lebih banyak ludah sampai Anda terbiasa menggunakan penahan gigi.

Penahan gigi lepasan terbuat dari gabungan plastik dan kawat atau plastik transparan. Penahan gigi lepasan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Penahan gigi lepasan biasanya harus terus dipakai selama 3-6 bulan pertama. Setelah itu, Anda hanya perlu menggunakan alat ini saat malam hari. Ortodontis Anda akan memberitahukan jadwal pemakaian.

Kemungkinan Resiko & Komplikasi

Karena penahan gigi hanya dapat mencegah agar gigi tidak kembali ke posisi awal mereka yang tidak rapi, alat ini biasanya tidak menyebabkan komplikasi asalkan dipasang pada gigi dengan benar. Apabila penahan gigi menyebabkan rasa sakit, maka penahan gigi harus dibawa kembali ke ortodontis untuk disesuaikan atau diperbaiki. Jika tidak, ada kemungkinan penahan gigi akan menyebabkan gangguan gigi, misalnya infeksi.

Saat dokter gigi sudah memasang penahan gigi pada gigi Anda, Anda mungkin sudah mengetahui cara membersihkan gigi karena Anda pernah menggunakan kawat gigi. Cara membersihkan gigi ini tidak akan berubah saat Anda menggunakan penahan gigi. Penahan gigi harus dibersihkan secara rutin agar tidak ada makanan yang tersangkut dan menimbulkan masalah.

Anda juga harus ingat bahwa plak mudah timbul di antara penahan gigi dan gigi. Kemungkinan Anda akan kesulitan membersihkan bagian tersebut, namun hal ini bisa lebih mudah dilakukan apabila Anda menggunakan benang gigi yang sudah dirancang khusus untuk penahan gigi.

Penahan gigi tidak dipasang permanen pada gigi; alat ini hanya dilekatkan dengan semen. Ada kemungkinan penahan gigi akan mengendur. Bila hal ini terjadi, Anda harus meminta dokter gigi melakukan pemeriksaan dan memperbaiki penahan gigi secepat mungkin. Kawat penahan gigi juga bisa rusak. Apabila hal ini terjadi, penahan gigi harus diganti.

Studi terbaru menunjukkan bahwa penahan gigi logam dapat berinteraksi dengan sinyal radio, seperti Wifi atau telepon genggam, dan menyebabkan efek samping yang serius, seperti gangguan jiwa, keracunan, atau kematian. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi secara langsung atau perlahan seiring bertambahnya waktu. Anda harus memberitahu ortodontis Anda apabila mengalami gejala, seperti sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan, nyeri, pusing, atau merasa lemas.

Beberapa orang mungkin sangat sensitif terhadap berbagai jenis logam. Maka dari itu, sebaiknya Anda meminta agar penahan gigi dibuat dari jenis logam yang sama dengan jenis logam untuk kawat gigi Anda.

Rujukan:

  • American Dental Association
Bagikan informasi ini: