Apa itu Pemasangan Tabung Gastrostomi Endoskopi Perkutan?

Pemasangan tabung gastrostomi endoskopi perkutan (PEG) adalah prosedur yang dianjurkan bagi pasien yang kesulitan menelan atau tidak dapat memindahkan makanan dari mulut ke lambung karena gangguan kesehatan.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemasangan Tabung Gastrostomi Endoskopi Perkutan

Pemasangan tabung gastrostomi endoskopi perkutan perlu dilakukan jika pasien tidak dapat memasukkan makanan melalui mulut untuk memenuhi kebutuhan gizi. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai penyakit, misalnya:

  • Stroke, baik yang iskemik akut atau hemoragi
  • Sklerosis lateral amiotrofik
  • Cedera otak
  • Cerebral palsy
  • Penyakit Crohn
  • Fibrosis kistik
  • Demensia
  • Kanker orofaring dan esofagus
  • Sindrom usus pendek


Pemasangan tabung PEG juga dapat membantu pasien yang membutuhkan cara lain untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh karena:

  • Cedera traumatik, terutama pada kepala
  • Luka bakar parah
  • Belum lama ini menjalani pembedahan pada saluran pencernaan atas atau pernapasan
  • Kanker


Prosedur ini terbukti aman bagi bayi yang beratnya mencapai 2,3 kg dan juga dapat dilakukan pada anak yang menderita:

  • Kelainan kraniofasial
  • Kelainan saraf yang mengakibatkan disfagia atau tidak dapat menelan
  • Kanker yang berujung pada kekurangan gizi


Namun, prosedur ini tidak dianjurkan bagi pasien dengan kondisi berikut:

  • Peritonitis aktif
  • Asites
  • Gastroparesis
  • Hemodinamik tidak stabil
  • Hepatomegali
  • Infeksi pada dinding perut
  • Terbentuk lubang di dalam perut
  • Kanker orofaring atau esophagus
  • Dialisis peritoneum
  • Sepsis
  • Splenomegali
  • Trombositopenia
  • Gastrektomi total
  • Hernia ventral


Setelah dipasang, tabung PEG dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan dan gizi pasien. Pasien biasanya akan diberi pelatihan tentang cara menggunakan dan menjaga tabung setelah prosedur.

Cara Kerja Pemasangan Tabung Gastrostomi Endoskopi Perkutan

Pemasangan tabung gastrostomi endoskopi perkutan dapat dilakukan di ruang operasi rumah sakit. Pasien dapat diberi sedasi total atau sedang, tergantung pada kebutuhan atau keinginannya. Anestesi lokal dan obat antibiotik akan diberikan di area memasukkan tabung untuk mengurangi nyeri dan resiko infeksi. Pasien anak akan diberi bius total.

Untuk mengurangi resiko aspirasi, pasien ditempatkan dalam posisi supine dengan kepala yang diangkat hingga 30 derajat. Dengan endoskop atas standar dan alat PEG, prosedur ini dilakukan dengan salah satu dari teknik berikut:

  • Ponsky atau teknik menarik
  • Sachs-Vine atau teknik mendorong
  • Russell atau teknik memasukkan
  • Teknik T-fastener atau Versa


Dari keempat teknik ini, teknik Ponsky atau tarikan adalah teknik yang paling sering digunakan. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan endoskop melalui mulut, lalu mengarahkan endoskop ke lambung. Dengan kamera di ujung tabung, dokter dapat melihat lapisan lambung dan lokasi pemasangan tabung PEG. Setelah lambung terlihat jelas, dokter membuat sayatan di dinding perut sebagai jalan keluar bagi tabung. Prosedur ini membutuhkan waktu 30-45 menit.

Suatu hal yang wajar jika perut pasien terasa agak tidak nyaman setelah prosedur. Selain itu, proses pemberian makanan akan ditunda hingga 24 jam untuk mencegah kebocoran peritoneum. Dokter juga perlu mencari tanda-tanda infeksi pada stoma terlebih dahulu. Setelah stoma pulih, tabung diputar 180 derajat dan digeser 1-2 cm di stoma, setidaknya sekali setiap hari.

Pasien akan diajari cara menggunakan dan menjaga tabung ini. Salah satu anjuran dokter adalah mencuci tabung sebelum dan setelah makan atau setiap kali obat dimasukkan. Tujuannya adalah agar tabung tidak tersumbat, terutama jika pasien menggunakan tabung makan dengan lubang kecil.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemasangan Tabung Gastrostomi Endoskopi Perkutan

Walaupun umumnya bersifat aman, prosedur ini tetap memiliki kemungkinan komplikasi dan resiko yang dapat terjadi saat pemasangan tabung atau setelahnya. Komplikasi ini dapat dikategorikan sebagai masalah teknis endoskopi, komplikasi terkait prosedur, atau komplikasi tertunda (berkaitan dengan perawatan luka dan penggunaan tabung). Contohnya adalah:

  • Melubangi usus kecil atau usus besar tanpa sengaja
  • Reaksi alergi terhadap obat penenang, obat bius, atau antibiotik
  • Aspirasi
  • Pendarahan
  • Buried bumper syndrome
  • Fistula colocutaneous
  • Obstruksi pilorus (gastric outlet obstruction)
  • Ulkus dinding lambung
  • Infeksi
  • Necrotising fasciitis
  • Dosis sedasi terlalu tinggi
  • Penyebaran tumor melalui saluran PEG
  • Kebocoran peristoma
  • Peritonitis
  • Pneumoperitoneum
  • Ileus atau gastroparesis yang terus berpindah


Beberapa pasien lebih beresiko mengalami komplikasi, terutama infeksi sistemik, jika mereka memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes mellitus, kadar albumin rendah, dan penyakit obstruktif paru kronis.

Pasien juga biasanya akan merasa tidak nyaman saat pertama kali menggunakan tabung PEG. Pada beberapa kasus, pasien yang bingung atau frustrasi justru melepas tabung PEG tanpa sengaja. Jika ini terjadi, pasien harus segera mendapat pertolongan medis.

Rujukan:

  • Arora, G. “Percutaneous endoscopic gastrotomy (PEG) tube placement.” Medscape. http://emedicine.medscape.com/article/149665-overview#a9

  • Rahnemai-Azar AA., Rahnemaiazar AA., et al. “Percutaneous endoscopic gastrostomy: indications, technique, complications, and management.” World J Gastrolenterol. 2014 Jun 28; 20(24): 7739-7751. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4069302/

Bagikan informasi ini: