Apa itu Pembalikan Vasektomi Minimal Invasif

Vasektomi adalah pemotongan saluran sperma pria untuk mencegah ejakulasi. Prosedur ini melibatkan pemotongan vas deferens sehingga pasien tidak akan mampu menghamili wanita. Namun, vasektomi tidak akan memengaruhi dorongan seksual, sehingga pasien dapat kembali ke kondisi semula.

Pria yang sebelumnya telah melakukan vasektomi lalu memutuskan untuk memiliki anak, dapat menjalani prosedur pembalikan vasektomi minimal invasif, atau disebut vasovasostomi. Prosedur ini hanya membutuhkan satu sayatan kecil, menimbulkan sedikit pendarahan dan nyeri. Selain itu, masa penyembuhannya juga lebih cepat.

Siapa yang Perlu Menjalani Pembalikan Vasektomi Minimal Invasif dan Hasil yang Diharapkan

Pembalikan vasektomi minimal invasif adalah prosedur yang tersedia bagi pria yang telah melakukan vasektomi, namun ingin kembali seperti semula. Rata-rata, 5% dari pria yang telah menjalani vasektomi akan meminta prosedur pembalikan. Namun, pembalikan vasektomi membutuhkan banyak biaya sehingga membuat banyak pria mengurungkan niatnya untuk menjalani prosedur ini.

Alasan yang melatarbelakangi pembalikan vasektomi meliputi:

  • Pasien ingin memiliki keluarga dengan pasangan baru
  • Kemampuan finansial pasien membaik sehingga mampu membiayai anak
  • Pasien kehilangan anak satu-satunya
  • Pasien mengalami gejala sindrom nyeri pasca-vasektomi. Gejala ini bersifat kronis dan menyebabkan nyeri pada alat kelamin serta selangkangan pasien. Hubungan seksual dan ejakulasi akan terasa nyeri.


Pembalikan vasektomi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, teknik minimal invasif sangat direkomendasikan karena merupakan inovasi di bidang kedokteran dengan risiko lebih rendah.

Vasovasostomi hanya menimbulkan sedikit nyeri dibandingkan dengan pembalikan vasektomi konvensional, baik saat maupun setelah pembedahan sehingga pasien dapat pulih lebih cepat. Ketika prosedur selesai dan pasien telah pulih, ia kembali mampu memiliki anak melalui hubungan seksual dalam 12 hingga 18 bulan. Pembalikan vasektomi minimal invasif mempunyai tingkat keberhasilan 85% dengan keberhasilan tertinggi hingga 97%.

Cara Kerja Pembalikan Vasektomi Minimal Invasif

Prosedur pembalikan vasektomi minimal invasif umumnya selesai dalam 3 jam dan dilakukan di ruang klinik. Karena dilakukan secara rawat jalan, pasien hanya memerlukan bius lokal, tetapi dapat menggunakan bius total jika pasien lebih menginginkannya. Sementara untuk pemulihan dapat memakan waktu hingga 4 minggu. Pasien dapat kembali menjalani aktivitas secara normal setelah 3-5 hari dan hubungan seksual pada minggu kedua.

Prosedur pembalikan vasektomi konvesional, mengharuskan pembuatan sayatan sebesar 4 inchi pada skrotum. Sedangkan pembalikan minimal invasif hanya membutuhkan satu sayatan pembukaan kecil dengan menggunakan alat bedah khusus untuk membuka kulit. Prosedur ini hanya akan meninggalkan sedikit luka dan bengkak, karena sayatan sangat kecil sehingga tidak membutuhkan jahitan. Dokter menggunakan mikroskop tegangan tinggi selama prosedur berjalan untuk memastikan ketepatan serta ketelitian.

Setelah membuat sayatan, dokter akan menggunakan teknologi bedah mikro untuk meluruskan dan menyambungkan kedua ujung vas deferens, tempat sperma berenang dari testis menuju penis. Bila perlu, cairan yang keluar dari ujung vas deferens testis akan diuji untuk memeriksa adanya penyumbatan pada area vasektomi; bila ada penyumbatan, epipidimis akan disambungkan pada vas deferens menggunakan prosedur yang sama.

Beberapa hari pasca prosedur, pasien akan dijadwalkan untuk melakukan kunjungan lanjutan. Kulit yang disayat dibiarkan sembuh dengan sendirinya karena prosedur minimal invasif tidak membutuhkan jahitan. Dalam keadaan normal, luka sayatan akan sembuh dalam 2-5 hari. Namun untuk memastikan kesembuhan, luka tetap akan diperiksa saat pasien melakukan konsultasi lanjutan. Bila tidak ditemukan masalah, pasien akan diminta melakukan kunjungan ulang setelah 3 bulan untuk pemeriksaan contoh sperma.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pembalikan Vasektomi Minimal Invasif

Alat utama yang digunakan pada prosedur pembalikan vasektomi minimal invasif dirancang khusus untuk memisahkan jaringan kulit sehingga mampu memperkecil risiko akibat prosedur, yang umumnya berupa:

  • Bengkak
  • Memar
  • Pendarahan


Hasilnya, prosedur termasuk aman dan pasien dapat pulih dengan cepat.

Prosedur bedah selalu memiliki risiko, baik pada teknik konvensional maupun dengan minimal invasif. Pada prosedur pembalikan vasektomi minimal invasif, risiko terbesar adalah vasektomi tidak dapat dibalikkan. Walaupun tingkat kesuksesan prosedur ini relatif besar, namun pasien belum tentu mampu membuat pasangannya hamil. Karena setelah prosedur pembalikan, kesempatan pria untuk membuahi sel telur akan menurun. Maka, sebelum menjalani vasektomi, seorang pria harus mempertimbangkan perubahan dan kondisi pasca operasi.

Rujukan:

  • Roncari D, Jou MY (2011). Female and male sterilization. In RA Hatcher, et al., eds., Contraceptive Technology, 20th rev. ed., pp. 435-482. New York: Ardent Media.

  • Speroff L, Darney PD (2011). Sterilization. In A Clinical Guide for Contraception, 5th ed., pp. 381-404. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins.

Bagikan informasi ini: