Apa itu Pembalikan Vasektomi?

Pembalikan vasektomi adalah operasi mikro yang menghubungkan kembali saluran sperma dan menghilangkan penyumbatannya untuk memungkinkan pria mengejakulasikan sperma dan membuahi sel telur untuk kehamilan.

Untuk memahami peran vasektomi maupun pembalikannya untuk kesehatan seksual pria, penting untuk mengerti sistem reproduksi. Pria menghasilkan sel sperma di dalam testisnya. Kemudian sperma masuk ke dalam epipidimis, yang terlihat seperti tabung melingkar, di mana sel matang dan disimpan, siap untuk dipertemukan dan melakukan pembuahan. Setelah matang, sel sperma mengembangkan kemampuan untuk berjalan atau “berenang” dari epipidimis melalui tabung panjang yang disebut vas deferens, yang terhubung pada penis, sehingga sel dapat keluar saat ejakulasi.

Saluran normal sperma pada operasi vasektomi dihambat. Vas deferens mungkin dipotong, digunting, atau digulung. Setiap tindakan ini mencegah sel sperma untuk berkumpul dengan ejakulasi.

Namun, beberapa pria ingin mengembalikan tindakan untuk menjadi subur kembali (mampu menghasilkan keturunan) sekali lagi. Pada kasus tersebut, dokter bedah melakukan salah satu dari dua teknik yang populer untuk menyambungkan vas deferens (vasovasotomi) atau untuk menghubungkan antara vas deferens dan epididimis (vasoepidymostomy), terutama apabila sudah ada penyumbatan pada epipidimis.

Kedua tindakan tersebut tidak mempengaruhi kemampuan pasien untuk melakukan hubungan seksual dan meraih kepuasan. Keduanya hanya berhubungan dengan kesuburan sperma. Selain itu, tubuh tidak berhenti memproduksi sel-sel sperma bahkan setelah vasektomi. Bahkan, pria masih dapat subur hingga tiga bulan ke depan setelah tindakan.

Siapa yang Perlu Menjalani Pembalikan Vasektomi dan Hasil yang Diharapkan

Alaminya, pria yang telah menjalani vasektomi sebelumnya adalah pasien yang menjalani tindakan ini. Biasanya karena mereka telah menemukan pasangan baru atau mereka memiliki keinginan untuk menambah anggota keluarganya. Berdasarkan sebuah penelitian, sekitar 10% pria yang telah memilih vasektomi menginginkan tindakan pembalikan ini di kemudian hari.

Bagaimanapun, hasil dari tindakan ini tidak menjamin tingkat keberhasilan yang tinggi dalam memiliki keturunan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Salah satunya adalah durasi antara vasektomi dengan tindakan pembalikan. Semakin lama waktunya, semakin rendah kemungkinan pasangan sang pria untuk hamil. Hal ini diakibatkan penyumbatan yang mungkin sudah terbentuk pada epididimis, yang sehingga dapat bertindak sebagai penghalang yang lebih rumit bagi sperma untuk berpindah. Para ahli menyarankan pembalikan dilakukan dalam kurun 3 hingga 10 tahun setelah vasektomi. Jika tidak, tingkat kehamilan akan turun menjadi hanya 30%.

Kuantitas dan kualitas sel sperma juga terkena dampak. Berlalunya waktu vasektomi bertahun-tahun dapat menyebabkan tingkat pergerakan sperma menjadi rendah.

Seperti tindakan vasektomi, tindakan pembalikannya berlangsung lebih rumit. Ketika vasektomi hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk selesai, tindakan pembalikannya membutuhkan 1-4 jam. Sangat penting penghubungan kembali dilakukan dengan tepat dan tidak adanya hambatan atau kebocoran yang dapat mempengaruhi pergerakan sperma. Namun jika, tindakan tersebut ditangani di siang hari, sehingga tidak ada larangan yang diperlukan.

Selain itu, teknik yang akan digunakan oleh dokter tidak dapat dipastikan sampai ia dapat melihat kondisi reproduksi pasien secara langsung. Sebagian dokter biasanya memilih vasectomy karena lebih mudah untuk dilakukan, namun jika menemukan hambatan yang rumit dokter mungkin beralih ke vasoepididymostomy.

Dibutuhkan setidaknya dua minggu bagi pasien untuk pulih sepenuhnya dari operasi.

Cara Kerja Tindakan Pembalikan Vasektomi

Bius total sering dianjurkan untuk pasien karena tindakan ini merupakan operasi mikro. Penting bagi dokter untuk melakukannya dengan tepat; pasien juga harus terus berbaring dan diam selama operasi karena bahkan sedikit gerakan dapat mempengaruhi hasil tindakan. Bius lokal juga digunakan pada bagian atas skrotum, di mana sayatan akan diberikan. Vas deferens terlihat pada skrotum dan dipotong untuk menentukan apakah masih ada sperma yang berkumpul pada daerah tersebut. Jika masih ada, vas hanya dapat dihubungkan kembali dengan ujung vas lainnya. Teknik ini masih dapat dilakukan bahkan jika sperma tidak lagi memiliki ekor atau sel sperma tidak dapat lagi bergerak.

Namun, jika terdapat cairan tanpa sperma atau tidak terdapat cairan sama sekali, penghubungan kembali vas ke epididimis harus dilakukan karena diasumsikan terdapat penyumbatan pada epididimis. Penjahitan yang sangat halus kemudian dilakukan untuk menghubungkan bagian-bagian, dan penghubungan kembali yang dilakukan dengan mikroskop berkualitas tinggi yang dirancang untuk operasi.

Setelah tindakan pembalikan selesai, vas ditempatkan pada bagian belakang posisi semula dan sayatan ditutup dengan menggunakan jahitan yang dapat diserap tubuh.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pembalikan Vasektomi

Terdapat kemungkinan bahwa pasien akan membentuk antibodi melawan sperma. Ini berarti sistem kekebalan tubuhnya menyerang sel sperma tersebut, yang akhirnya membunuh sel sperma dan mengakibatkan kemandulan.

Karena tindakan ini merupakan operasi, infeksi dapat muncul, sehingga dokter umumnya memberikan antibiotik.

Terkadang juga tindakan ini gagal dilakukan karena tubuh pasien tidak dapat membuat sperma yang cukup berkualitas atau jumlah sperma kurang untuk meningkatkan peluang pembuahan sel telur.

Rujukan:

  • Roncari D, Jou MY (2011). Female and male sterilization. In RA Hatcher, et al., eds., Contraceptive Technology, 20th rev. ed., pp. 435–482. New York: Ardent Media.
  • Speroff L, Darney PD (2011). Sterilization. In A Clinical Guide for Contraception, 5th ed., pp. 381–404. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins.
Bagikan informasi ini: