Apa itu Krioterapi Anak

Krioterapi anak adalah prosedur untuk menghancurkan kutil pada pasien anak. Prosedur ini sangat bermanfaat bagi anak pada segala usia, remaja, bahkan dewasa muda yang mempunyai kutil yang kebal terhadap berbagai perawatan serta menyebabkan gejala tertentu.

Kutil merupakan masalah kesehatan yang wajar terjadi pada anak berusia dua tahun ke atas karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna. Perawatan sangat penting karena kutil disebabkan oleh infeksi kuman virus yang menyerang permukaan kulit tangan, jemari, kaki, jari kaki, telapak kaki dan lutut, sehingga dapat menular bahkan menyebar saat anak-anak bermain dan berinteraksi satu sama lain.

Walaupun sebagian besar masalah kutil pada anak-anak dapat ditangani tanpa perawatan, namun mereka seringkali merasa nyeri atau tidak nyaman, terutama jika kutil membesar. Apabila kutil tumbuh membesar, dokter akan merekomendasikan pembekuan kutil (krioterapi).

Siapa yang Perlu Menjalani Krioterapi Anak & Hasil yang Diharapkan

Krioterapi adalah salah satu perawatan untuk menghancurkan kutil pada pasien anak-anak segala usia, remaja, serta dewasa muda. Prosedur ini mampu menangani berbagai jenis kutil, di antaranya:

  • Kutil umum – Kutil kecil yang keras dengan bagian atas berbentuk kubah berwarna abu-abu hingga coklat, umumnya ditemukan pada jari, tangan, lutut dan siku. Kutil ini terkadang tumbuh berkelompok, saat proses pertumbuhan ia akan menyerupai kembang kol dan terdapat bintik hitam pada bagian tengah.

  • Kutil plantar – Umumnya tumbuh pada telapak kaki sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

  • Kutil datar – Memiliki panggilan “kutil anak”, mempunyai bagaian atas yang rata dan terlihat lebih lunak. Kutil ini dapat tumbuh berkelompok di bagian tubuh manapun.

  • Kutil filiform – Kutil yang berbentuk benjolan berwarna seperti daging, biasanya tumbuh di sekitar mulut, mata dan hidung.

  • Kutil kelamin – Kutil jenis ini identik dengan virus HPV atau gangguan serviks. Adanya kutil kelamin membuat dokter mendiagnosa adanya penyakit serviks dan mengharuskan pasien untuk mengikuti tes pap smear dan rangkaian tes lain untuk mengidentifikasi penyakit yang menyebabkan kemunculan kutil.

Walaupun kutil bukanlah infeksi yang berbahaya, namun ruam kulit ini dapat menyebabkan gatal serta rasa tidak nyaman. Ini juga dapat membuat orang tua cemas karena adabenjolan keras dan kasar pada kulit anak mereka. Terlebih lagi, kutil dapat timbul di bagian tubuh sensitif, seperti selangkangan, dubur, atau kemaluan. Pada kasus seperti ini, pasien akan sangat terbantu oleh prosedur pembekuan kutil.

Bagaimanapun, krioterapi bukanlah perawatan utama untuk mengatasi kutil pada anak. Perawatan pertama pada kutil biasanya menggunakan asam salisilat atau salep dengan resep dokter atau bisa didapatkan secara bebas. Perawatan non-invasif ini dengan cara mengoleskan salep pada kutil hingga kempis. Pemakaian salep membutuhkan cukup waktu untuk membuat kutil hilang, apabila anak menginginkan perawatan yang lebih cepat, sebaiknya lakukan prosedur krioterapi. Ada kutil yang tidak segera hilang setelah pemakaian asam salisilat rutin. Rangkaian perawatan selain pembekuan kutil adalah:

  • Pembakaran kutil
  • Pemotongan kutil menggunakan laser
  • Pemotongan dengan operasi
  • Menggunakan teknik perawatan rumahan, seperti “teknik selotip”, hasilnya tidak akan serupa dengan krioterapi dan tidak dapat mencegah kembalinya kutil.


Dari berbagai macam perawatan tersebut, pembekuan kutil adalah prosedur yang paling aman dan tidak menyakitkan, sehingga dianggap prosedur paling tepat bagi pasien anak.

Pembekuan kutil pada anak sangat efektif dan mempunyai tingkat keberhasilan lebih dari 50% pada berbagai jenis kasus. Namun, prosedur ini membutuhkan sedikitnya 4 sesi perawatan.

Cara Kerja Krioterapi Anak

Krioterapi dapat menghancurkan sebagian besar kutil dalam 4 tahap perawatan. Setiap sesi dijadwalkan antara 1 hingga 3 minggu sekali dan dilaksanakan di klinik atau kantor dokter. Perawatan ini dilakukan dengan cara membekukan kutil sehingga dapat dihancurkan dengan mudah.

Setiap sesi perawatan melibatkan langkah-langkah:

  • Memotong kutil dengan pisau kecil.
  • Mengoleskan nitrogen cair – Langkah ini hanya memakan waktu satu menit. Nitrogen cair dapat disemprotkan atau dioleskan menggunakan kapas.


Setelah kutil dilenyapkan oleh pembekuan, kulit pada area yang terinfeksi akan melepuh. Namun akan menghilang dalam hitungan hari. Jika kulit melepuh, sebaiknya selalu membersihkan area sekitar kutil agar virus tidak menyebar atau membentuk kutil baru. Lepuh pada kulit akan mengering dalam beberapa hari hingga kutil hilang dengan sendirinya.

Sebelum menjalani prosedur krioterapi, pasien dan walinya perlu mendapat pemahaman bahwa prosedur dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Rasa nyeri biasanya hanya tingkat ringan hingga sedang, tetapi menjadi parah jika kutil berada pada kulit yang tipis dan sensitif. Umumnya, rasa nyeri hanya timbul sebentar dan masih dalam batas ketahanan anak, terutama anak dengan usia yang lebih tua. Namun, perlu mendapat perhatian khusus pada anak yang lebih kecil. Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur, sebaiknya diskusikan risiko juga manfaat prosedur pada dokter kulit anak.

Sangatlah penting bagi orangtua untuk mengetahui bahwa kutil pada anak tidak akan menyebabkan penyakit permanen atau komplikasi gangguan kesehatan. Sehingga mereka biasanya akan setuju dengan prosedur lengkap krioterapi dan ikut mengamati perubahan pada kutil.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Krioterapi Anak

Krioterapi adalah prosedur yang sangat aman bahkan untuk pasien anak. Di antara berbagai perawatan untuk kutil anak, prosedur ini mempunyai risiko kecil terhadap kerusakan jangka panjang pada permukaan kulit.

Namun, setiap prosedur medis tentu memilik risiko tersendiri, dan risiko pada krioterapi anak meliputi:

  • Bekas luka
  • Rasa nyeri
  • Bengkak
  • Panas atau hangat pada bagian yang terkena perawatan
  • Kemerahan
  • Rasa perih
  • Bekas merah pada area yang terinfeksi
  • Kemunculan nanah
  • Demam


Jika prosedur dijalankan dengan seksama, kemungkinan komplikasi dan risiko di atas akan mampu dicegah. Serta perawatan lebih awal dapat meminimalisir potensi risiko selama prosedur. Sebab, menghancurkan kutil yang baru tumbuh akan lebih mudah karena kutil masih sangat tipis dan mudah hancur. Apabila pengobatan tertunda, kutil akan terus menebal. Semakin besar ukuran kutil, semakin lama perawatan yang dibutuhkan dan risiko kerusakan saraf menjadi lebih tinggi sehingga menyisakan bekas luka pada kulit.
Rujukan:

  • Habif TP. Dermatologic surgical procedures. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2009: bab 27.

  • Habif TP. Warts, herpes simplex, and other viral infections. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2009: bab 12.

Bagikan informasi ini: