Apa itu Prosedur Pembekuan Kutil Kelamin?

Kiroterapi atau prosedur pembekuan merupakan prosedur yang umum dilakukan untuk mengobati kutil kelamin. Prosedur ini terbukti aman dan sangat efektif bagi pasien yang sedang mencari pengobatan untuk pertumbuhan daging pada kulit namun tidak ingin menjalani pembedahan.

Kiroterapi membekukan kutil dengan menggunakan karbon dioksida atau nitrogen cair dalam beberapa sesi hingga kutil mengering dan akhirnya terlepas dengan sendirinya. Meskipun sangat efektif, teknik ini juga memiliki resiko jika tidak dilakukan sesuai prosedur yang ada. Maka dari itu, pasien sebaiknya mencari ahli kiroterapi yang benar-benar terpercaya.

Siapa yang Perlu Menjalani Prosedur Pembekuan Kutil Kelamin dan Hasil yang Diharapkan

Pembekuan kutil kelamin memiliki manfaat bagi pasien laki-laki maupun perempuan yang memiliki kutil kelamin di bawah ini:

  • Kondiloma
  • Kutil pada penis atau kelamin
  • Kutil vulva
  • Kutil pada rahim
  • Kutil pada anus
  • Kutil pada vagina


Kutil kelamin merupakan daging atau tumor yang berwarna seperti kulit, berukuran kecil, dan tidak bersifat ganas yang tumbuh pada permukaan kulit di sekitar daerah kelamin maupun anus. Berbeda dengan kutil datar, kutil plantar, kutil filiformis, dan kutil periungual, kutil kelamin disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Namun, tidak seperti kutil lain, kutil kelamin tidak dapat disembuhkan dengan menggunakan alat kiroterapi yang dijual bebas atau alat rumahan.

Kutil ini dapat berbentuk kecil hingga besar. Semakin besar ukuran kutil, pengobatannya juga akan menjadi semakin sulit. Kutil dapat tumbuh pada kulit lembab maupun kering, namun penelitian menunjukan bahwa kutil pada kulit lembab lebih mudah untuk ditangani. Umumnya, penanganan awal kutil meliputi penggunaan salep topikal yang mengandung zat asam salisilat. Kiroterapi hanya akan dilakukan jika salep tersebut tidak bekerja atau jika kutil tumbuh kembali.

Banyak pasien yang lebih memilih untuk menjalani kiroterapi karena kiroterapi tidak hanya dapat menghilangkan kutil, namun juga mencegah kutil tumbuh kembali. Proses pemulihan kiroterapi juga cukup singkat. Selain itu, resiko jaringan parut kiroterapi terbilang sangat minim.

Cara Kerja Prosedur Pembekuan Kutil Kelamin

Pembekuan kutil kelamin dapat dilakukan oleh seorang dokter kulit atau dokter kelamin di kantor maupun klinik pribadinya. Kiroterapi dilakukan dalam 1-4 sesi yang berjarak antara 1-3 minggu. Semakin besar dan tebal kutil, semakin banyak pula sesi yang perlu dijalani pasien. Setiap sesi berlangsung sekitar 10-15 menit termasuk seluruh persiapannya, namun prosedur pembekuan kutil hanya memerlukan waktu 1 menit.

Umumnya, prosedur ini dimulai dengan pemangkasan kutil. Jika dokter akan menggunakan obat bius, pasien akan dibius pada tahap ini. Setelah obat bius bekerja, nitrogen atau karbon dioksida cair akan dioleskan pada permukaan kulit dengan menggunakan kapas atau alat probe. Pengolesan ini akan dilakukan beberapa kali, setiap kalinya selama sekitar 2-3 menit. Terkadang pengolesan hanya dilakukan sekali saja, namun lebih lama, sekitar 5 menit. Pasien dipersilakan untuk pulang ke rumah setelah menjalani prosedur pembekuan ini, dan akan diminta untuk kembali lagi untuk sesi selanjutnya hingga kutil mengering dan terjatuh dengan sendirinya.

Pasien mungkin merasa sedikit sakit atau tidak nyaman pada daerah yang terkena prosedur selama tiga hari setiap sesinya, dan waktu pemulihan mungkin berlangsung antara 1-2 minggu setelah seluruh sesi selesai.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Prosedur Pembekuan Kutil Kelamin

Resiko yang mungkin muncul dari prosedur pembekuan ini meliputi:

  • Rasa sakit – Rasa sakit merupakan hal yang normal selama prosedur terutama bagi pasien yang memiliki kutil yang tebal

  • Reaksi alergi obat bius – Pasien yang meminta dokter untuk menggunakan obat bius selama prosedur beresiko untuk mengalami reaksi alergi terhadap obat bius.

  • Kulit melepuh – Kulit di mana kutil tumbuh dapat melepuh beberapa jam setelah prosedur selesai. Kondisi ini perlu ditangani dengan hati-hati agar kulit tidak semakin parah dan pecah, sehingga virus dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Bila ditangani dengan baik, kulit melepuh akan segera mengering dan jatuh bersamaan dengan kutil beberapa hari setelah sesi terakhir selesai.

  • Jaringan parut – Meskipun sangat jarang terjadi, namun prosedur ini beresiko meninggalkan bekas luka. Bagaimanapun, jaringan parut tergantung pada ukuran kutil, semakin besar kutil yang dimiliki maka jaringan parut atau bekas luka akan semakin terlihat pula.

  • Infeksi – Kiroterapi juga memiliki kemungkinan kecil menyebabkan resiko infeksi. Jika pasien merasakan tanda-tanda umum infeksi pada daerah prosedur, pasien sebaiknya segera mencari perhatian medis. Gejala infeksi termasuk rasa sakit yang memburuk, bengkak, kemerahan, nyeri, sensasi terbakar pada daerah prosedur di mana kutil berada, garis merah, penumpukan nanah, dan demam tinggi tanpa diketahui penyebabnya. Meskipun beresiko, prosedur ini masih menjadi prosedur yang efektif untuk menghilangkan kutil kelamin dan dapat melindungi pasien dari infeksi virus human papillomavirus. Jika dibiarkan saja, kutil dapat menginfeksi bagian kulit lainnya atau bahkan menjadi semakin menyakitkan dan sulit dihilangkan.
    Rujukan:

  • Habif TP. Warts, herpes simplex, and other viral infections. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2009:chap 12.

  • Beard JM, Osborn J. Common office procedures. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 28.

Bagikan informasi ini: